Internasional

Sebelas tewas akibat serangan udara Israel di Lebanon selatan, menurut otoritas

×

Sebelas tewas akibat serangan udara Israel di Lebanon selatan, menurut otoritas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Eleven killed in Israeli strikes on southern Lebanon, authorities say

jurnalistik.co.id – Otoritas Lebanon menyebut sedikitnya 11 orang tewas dalam serangan udara Israel di wilayah selatan negeri itu. Insiden ini menjadi salah satu rangkaian hari paling mematikan sejak kerangka kesepakatan untuk meredakan konflik diumumkan pada bulan Juni.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengatakan tujuh korban meninggal berasal dari serangan yang menghantam sebuah rumah di pinggiran Ansar. Lokasi tersebut berada sekitar 70 km di selatan Beirut, dan menurut laporan media negara, di antara yang tewas terdapat tiga anak serta dua perempuan.

Salam mengecam serangan itu dengan menyatakan bahwa tujuh warga sipil yang meninggal bukanlah “military infrastructure”. Ia menegaskan, “Israel must halt this escalation,” serta menambahkan bahwa “For the security of our people and their right to life on their land are not subject to negotiation or bargaining.”

Otoritas Lebanon menyebut serangan di Ansar terjadi sekitar pukul 04:30 waktu setempat (01:30 GMT). Pada saat yang sama, sejumlah keluarga yang mengungsi diketahui sedang tinggal di area tersebut. Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan kepulan asap besar memenuhi jalan-jalan kampung, sementara sirene meraung.

Militer Israel menyatakan serangannya merupakan balasan terhadap aksi yang ditujukan kepada pasukan mereka. Dalam pernyataannya, Israel menyebut telah menewaskan seorang komandan Hezbollah—kelompok Syiah yang didukung Iran—setelah serangan sebelumnya mengenai tentara Israel.

IDF juga menyebut keluarga komandan tersebut hadir di lokasi dan “harmed”, mengklaim bahwa pihak keluarga “who he used as human shields” berada dalam situasi yang sama dengan komandan. Israel kemudian mengeluarkan penjelasan lebih rinci: “The strike was specifically directed at Hassan, who was a lawful target under international law, not at his family members who he used as human shields – hiding alongside them inside the military HQ,” demikian bunyi pernyataan lanjutan IDF.

Menurut IDF, insiden yang memicu serangan di Ansar berlangsung di Ali al-Taher Ridge. Lokasi itu disebut sebagai dataran tinggi strategis yang mengawasi sebagian besar wilayah tenggara Lebanon dan termasuk posisi paling diperebutkan dalam perang. IDF menambahkan bahwa Ali Samir al-Haj Hassan—yang disebut sebagai komandan batalion Hezbollah dalam unit Radwan Force—dinyatakan tewas, serta “several additional terrorists who were involved in advancing terror attacks against IDF soldiers were eliminated.”

Selain serangan di Ansar, serangan udara lain dilaporkan melanda Deir al-Zahrani pada Sabtu. Kementerian kesehatan Lebanon menyatakan empat orang tewas dan lima orang lainnya mengalami luka akibat putaran serangan tersebut.

Sementara itu, Presiden Lebanon, Joseph Aoun, turut mengecam serangan Israel yang menewaskan satu keluarga lengkap di Ansar. Ia menyebut “repeated violations” terhadap kerangka kesepakatan, yang menurutnya mengirimkan “clear message” kepada perundingan yang dipimpin AS.

Lebanon mulai terseret dalam perang antara Israel, AS, dan Iran sejak 2 Maret. Pada waktu itu, Hezbollah meluncurkan roket ke Israel sebagai respons atas serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran. Israel kemudian melancarkan kampanye pemboman lintas Lebanon dan melakukan invasi ke bagian besar wilayah selatan, dengan pasukannya masih menguasai sekitar 5% wilayah Lebanon.

Kerangka gencatan senjata yang disepakati pada bulan Juni memuat tiga poin utama: Hezbollah diminta untuk melucuti persenjataan, pasukan Israel menarik diri secara bertahap dari Lebanon selatan, dan tentara Lebanon dikerahkan di area tersebut. Menurut narasi resmi, Hezbollah tidak terlibat dalam kesepakatan dan menolak perundingan langsung.

Dalam pernyataan pada Sabtu, kelompok tersebut menyampaikan, “The Israeli enemy must clearly understand that its attacks, violations and attempts to impose a fait accompli cannot continue, and will be met with an appropriate response in defense of Lebanon, its people, sovereignty and national dignity,”

IDF menyatakan akan terus menghilangkan ancaman terhadap warga dan tentara Israel yang beroperasi di zona keamanan. Zona itu digambarkan sebagai penyangga militer sedalam 10 km di selatan Lebanon yang ditempati Israel.

Meskipun terjadi penurunan pertempuran setelah kesepakatan Juni, serangan udara serta perusakan masih berlanjut di wilayah selatan. Lebanon dan Israel dijadwalkan bertemu untuk putaran perundingan kedelapan pada September, namun hingga saat ini belum ada tanggal final yang ditetapkan.