jurnalistik.co.id – Seekor beruang cokelat bernama sandi “89 Backpack” dinobatkan sebagai pemenang Fat Bear Week tahunan di Alaska. Ia mengungguli “910” pada ronde final yang digelar oleh Katmai National Park.
Fat Bear Week tahun ini memasuki tahun ke-13, dan pihak National Parks Service menyebutnya sebagai “battle of size, skill, snack acquisition, and strategic loafing”. Kompetisi tersebut mempertemukan para beruang yang dinilai berdasarkan perubahan bobot selama masa persiapan menjelang hibernasi.
Di babak final, Backpack meraih 103.344 suara, sementara 910 memperoleh 98.253 suara. Kemenangan itu sekaligus memastikan Backpack menjadi “heavyweight champion” edisi yang berlangsung melalui partisipasi publik.
National Parks Service juga menyampaikan terima kasih kepada 16 beruang yang “involuntarily participated” dalam kompetisi. Menurut pengumuman penyelenggara, hasil akhir kompetisi kali ini diumumkan tanpa bobot terbaru para finalis yang masih dirahasiakan.
Pemenang segera memasuki fase hibernasi, yang dapat berlangsung hingga enam bulan. Dalam periode itu, ia tidak makan maupun minum, sehingga cadangan lemak sebelum masuk den menjadi penentu kelangsungan hidup selama musim dingin.
Aturan hibernasi ini dijelaskan penyelenggara: selama hibernation, bears do not eat or drink dan kehilangan one-third of their body weight. Winter survival kemudian bergantung pada akumulasi cadangan lemak yang cukup sebelum beruang masuk ke sarang.
Musim penggemukan dimulai dari Juni hingga pertengahan Oktober, saat para beruang “gorge on food”. Salah satu makanannya berasal dari salmon, yang dapat ditangkap dengan rahang atau dengan kaki saat berburu di perairan.
Dalam narasi komunitas, Backpack dikenal dengan karakter fisik yang menonjol dan reputasi “quiet toughness”. Dalam biografinya, disebutkan bahwa ketangguhannya membawanya menemukan “niche” di tengah beruang-beruang terbesar di kawasan Brooks River.
Nama “Backpack” tidak merujuk pada bentuk tubuh yang dianggap menyerupai “light bulb shape”, melainkan berasal dari kebiasaannya saat masih anak. Pada masa kecil, ia kerap memanjat ke punggung induknya, Holly, ketika Holly menelusuri sungai Brooks yang dipenuhi salmon.
Berita Terkait
Holly sebelumnya pernah menjadi pemenang Fat Bear Week pada 2019. Dengan latar itu, kemenangan Backpack menambah kesinambungan cerita keluarga beruang di Katmai.
Keberhasilan Backpack juga disambut beragam respons pendukung. Seorang pendukung menggambarkannya memiliki “chonk and the badonk”, sementara yang lain menyebutnya sebagai “big fuzzy boy”.
Namun, Backpack tidak luput dari komentar yang mempertanyakan keunggulannya. Salah satu orang mengatakan bahwa Bear 910, yang diceritakan sebagai betina yang membesarkan baik “biological cub” maupun “an adopted niece”, dinilai lebih kuat secara keseluruhan dengan kalimat “larger bear all around. Backpack just has a bigger booty”.
Di halaman Facebook taman, seorang penggemar 910 menulis, “I just feel like 910 really put in the work this year,”. Sementara itu, seorang pemilih menuliskan, “She round, she thick my girl 910 got my vote.”
Meski suara akhirnya menentukan pemenang, bobot terbaru para finalis belum dipublikasikan. Organisator hanya menempatkan hasil kompetisi dalam konteks ukuran dan perubahan berat tubuh yang umum terjadi pada beruang cokelat.
Rata-rata beruang cokelat jantan dewasa dapat mencapai hingga 408 kg pada pertengahan musim panas. Pada musim gugur, mereka sering menambah beban tubuh setara 25% dari berat badan, sementara jantan terbesar bisa berbobot lebih dari 540 kg.
Betina berukuran lebih kecil, namun tetap bisa mencapai lebih dari 300 kg. Untuk anak beruang, mereka lahir dengan bobot sekitar setengah kilogram.
Kompetisi ini juga menarik perhatian besar secara global. Tahun lalu, lebih dari 1,7 juta suara masuk dari lebih dari 100 negara untuk menentukan juara kategori heavyweight.
Dengan kemenangan Backpack atas 910 di final, perhatian kini beralih pada langkah berikutnya: masa hibernasi yang akan segera dimulai. Selama tidak makan atau minum, beruang akan mengandalkan lemak yang sudah terkumpul sebelum masuk ke den, hingga musim kembali memungkinkan mereka mencari makan.







