jurnalistik.co.id – Wilber Rafael Garces-Perez dituntut terkait dugaan penyerangan terhadap seorang petugas ICE di Texas. Dalam dakwaan itu, ia disebut menabrak petugas menggunakan spion mobilnya saat berupaya kabur setelah diberhentikan dalam operasi penegakan imigrasi.
Kasus ini berawal dari penghadangan yang dilakukan pada 20 September di Kota Austin. Saat pemberhentian tersebut, petugas mengeklaim spion pada mobil Garces-Perez mengenai sisi tubuhnya ketika kendaraan mulai bergerak lagi.
Jaksa menyebut Garces-Perez—warga Venezuela—menghadapi satu dakwaan terkait penyerangan, perlawanan, dan penghambatan terhadap petugas federal. Jika terbukti bersalah, ia berpotensi menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara federal.
Garces-Perez menjalani proses pengadilan pada hari Selasa. Kuasa hukumnya menyatakan baru mengetahui jadwal sidang setelah penampilan di pengadilan berlangsung.
Menurut keterangan Departemen Kehakiman Amerika Serikat, pemberhentian kendaraan bermula setelah petugas ICE memperoleh konfirmasi dari basis data bahwa sedan Toyota berwarna biru terdaftar atas nama Garces-Perez. Petugas juga menyebut Garces-Perez telah memiliki perintah penghapusan (final order of removal) dari AS.
Di dokumen pengadilan, terdapat versi yang saling bertentangan mengenai apa yang terjadi selama penghentian tersebut. Garces-Perez menyatakan sebuah SUV penegak hukum telah “menyebabkan tabrakan” dengan mobilnya melalui manuver mendadak selama situasi penertiban berlangsung.
Sementara itu, agen federal menolak klaim tersebut. Mereka menyebut tidak ada kontak antara SUV mereka dan mobil Garces-Perez pada saat pertama kali kendaraan itu diberhentikan.
Dalam berkas perkara, Garces-Perez juga disebut menyatakan ia memahami bahwa dirinya akan ditangkap. Ia mengaku menolak untuk turun dari mobil ketika diperintahkan, lalu tetap mengemudikan kendaraannya.
Setelah kendaraan bergerak, dakwaan menyebut Garces-Perez diduga menabrak petugas di bagian badan dengan spion sisi pengemudi. Klaim ini menjadi inti dugaan penyerangan yang kini dibawa ke pengadilan.
Berita Terkait
Berkas pengadilan juga menyebut Garces-Perez “melarikan diri” dalam pengejaran berkecepatan tinggi. Pengemudi disebut membawa kendaraan melewati wilayah komersial dan permukiman sebelum situasi berakhir.
Menurut affidavit, pengejaran singkat itu berujung ketika sebuah SUV milik agen federal menabrak mobil Garces-Perez dan menyebabkan mobilnya berputar. Dalam versi yang termuat di dokumen, insiden itu membuat kendaraan akhirnya berhenti paksa.
Garces-Perez kemudian menyampaikan keterangannya sendiri mengenai tembakan yang terjadi setelah kendaraan berhenti. Ia mengklaim seorang agen menembakkan pistol ke jendela belakang sisi kanan mobilnya.
Departemen Kehakiman memberikan penjelasan yang berbeda tentang sebab terjadinya penembakan. Mereka menyatakan petugas berhasil menyusul Garces-Perez, lalu—menurut klaim pemerintah—Garces-Perez berupaya menabrak petugas menggunakan mobilnya, sehingga petugas melepaskan tembakan.
Akibat penembakan tersebut, Garces-Perez disebut terkena peluru di bagian punggung atas. Kuasa hukumnya mengatakan peluru itu masih tertanam di tubuhnya dan kondisi tersebut dinilai menempatkannya dalam “bahaya serius”.
Beberapa waktu terakhir, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menyatakan Garces-Perez telah menerima “sebagian dari perawatan medis terbaik” yang pernah ia terima sepanjang hidupnya.
Dari sisi proses hukum terkait status imigrasinya, seorang hakim juga diketahui sempat mengeluarkan keputusan penundaan sementara terhadap rencana deportasi. Penundaan itu disebut diberikan pada minggu lalu, sehingga pengusiran tidak langsung dijalankan.
Catatan perkara juga menyinggung bagaimana Garces-Perez masuk ke Amerika Serikat. Ia disebut memasuki AS pada 2024 menggunakan CBP One, sebuah program yang diperkenalkan pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden dan kemudian dibatalkan oleh Presiden Donald Trump.
Dalam berkas yang disampaikan, petugas juga menyertakan elemen bukti visual. Gambar penghentian lalu lintas yang diambil melalui body camera petugas disebut tercantum di affidavit.
Dengan dakwaan yang diajukan, fokus persidangan kini berada pada rangkaian peristiwa sejak pemberhentian awal hingga situasi setelah kendaraan bergerak kembali dan tembakan terjadi. Perbedaan versi antara Garces-Perez dan pihak agen federal juga menjadi bagian penting untuk diuji dalam persidangan.












