Internasional

Sorotan halaman depan surat kabar: ‘Burnham’s triple shock’ dan ‘City face expulsion’

×

Sorotan halaman depan surat kabar: ‘Burnham’s triple shock’ dan ‘City face expulsion’

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Newspaper headlines: 'Burnham's triple shock' and 'City face expulsion'

jurnalistik.co.id – Sorotan halaman depan surat kabar pada hari Rabu memperlihatkan satu benang merah: pidato Perdana Menteri Andy Burnham di konferensi Partai Buruh menjadi pusat perhatian di berbagai edisi.

Sejumlah koran menilai isi pidato itu membawa kejutan dari sisi kebijakan, sekaligus mengundang respons pro dan kontra dari pembaca.

Daily Mail, misalnya, menampilkan “Burnham’s triple shock” sebagai judul utama dan menilai pidato tersebut sebagai “the most Left-wing speech by a PM since 1970s”.

Dalam uraian mereka, Burnham menyatakan akan menghapus “state pensions triple lock” pada 2030, sebagai bagian dari rencana untuk membantu membiayai layanan perawatan nasional baru.

Di halaman lain, Daily Telegraph membawa tema yang sejalan namun dengan rincian mekanisme pensiun.

Koran itu menulis “Triple lock scrapped by 2030”, dan menyebut rencana Burnham akan mengganti triple lock dengan double lock.

Akibatnya, kenaikan state pension akan mengikuti inflasi atau minimal 2,5%, sementara kaitannya dengan pertumbuhan upah akan dihentikan.

Permainan politik: “free care for all” dan “pain barrier”

The Times menempatkan pidato Burnham sebagai taruhan masa depan, dengan menulis ia “staking his future on “free care for all””.

Dalam pembacaan koran tersebut, Perdana Menteri mengakui akan ada “political price” yang harus dibayar, tetapi “someone has to go through the pain barrier and rip the plaster off”.

Koran itu juga menggambarkan pidato berdurasi 70 menit itu sebagai “high-stakes gamble to win Labour a second term in power”.

Selain itu, The Times mencatat Burnham berjanji membuka kembali kesepakatan Brexit dengan Eropa dan melakukan reformasi sistem pemungutan suara.

Daily Mirror menyorot pidato tersebut dari sisi emosional dan memasang kutipan Burnham: “I will build a Britain my dad would be proud of.”

Menurut koran ini, pesan yang disampaikan Burnham menjadi “moment of hope” bagi warga.

Metro menyebutnya “Andy’s rallying cry”, mengaitkan momen ketika Burnham menitikkan air mata saat berikrar membuat Inggris “unstoppable”.

Metro juga menautkan bagian itu dengan penghormatan Burnham kepada ayahnya, Roy, yang meninggal karena Alzheimer pada awal bulan ini.

Dukungan dan keberatan: dari “crusade” sampai “Locky horror show”

The Express mengambil sikap lebih kritis terhadap pidato Burnham di konferensi Partai Buruh.

Koran itu meluncurkan “crusade” untuk menyelamatkan triple lock, dengan menulis bahwa Burnham dinilai “betraying pensioners by getting rid of it” dan sekaligus “betraying Brexit by seeking closer ties with the EU”.

Mereka menutup penilaiannya dengan kalimat “It’s a crying shame for our nation”.

The Sun menyebut pidato tersebut sebagai “Locky horror show”.

Sementara itu, The i Paper menekankan elemen kunci dari pidato Burnham yang digambarkan sebagai “extraordinary”, termasuk kabar bahwa pidato itu membuat menteri-menteri kabinet “in tears”.

Koran tersebut menambahkan, “billions are expected to be saved” lewat penyesuaian cara pensiun dihitung.

Daily Star memajang judul “Burnham picks the lock” dan mengalokasikan halaman depan untuk “plan for a ‘new Britain’”.

Financial Times menampilkan Burnham dengan latar bertuliskan “Hope again”.

Di tulisan mereka, bagian yang paling tak terduga adalah ketika Burnham menyatakan bahwa tiga “red lines” Partai Buruh terkait Eropa bisa “up for grabs” pada pemilihan umum berikutnya.

Financial Times menyebut Burnham ingin memulai perdebatan nasional tentang “options” bagi hubungan masa depan Inggris dengan Eropa.

Meski begitu, koran itu memberi catatan bahwa “far from clear what outcome he favours”.

Di luar negeri dalam: Manchester City dan ancaman pengusiran

Selain rangkaian headline kebijakan, halaman depan juga menyorot Manchester City.

Dalam laporan yang disebut ada di salah satu koran, klub itu “found guilty” terkait tuduhan pelanggaran aturan keuangan Premier League.

Times menuliskan: “City face expulsion over £1bn cheating scandal,” sebagai penekanan atas besarnya skandal yang disebut melibatkan kecurangan senilai 1 miliar pound.