jurnalistik.co.id – Gelombang serangan drone dan rudal Rusia melanda Ukraina pada malam hingga dini hari, dan di Kyiv dampaknya paling jelas terlihat dari kebakaran di area pasar buku. Api dilaporkan berkobar setelah kota itu disasar oleh rudal serta drone dari udara.
Pejabat setempat melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dalam serangan terbaru. Mereka juga menyebut lebih dari sepuluh orang mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan tersebut.
Keterangan resmi menempatkan kebakaran itu sebagai kejadian yang muncul setelah serangan berlangsung semalaman. Petugas kemudian menangani titik-titik api di lokasi pasar yang terkena hantaman.
Petugas pemadam kebakaran bekerja sepanjang malam untuk memadamkan kebakaran yang bermula di lokasi pasar buku yang terkena hantaman. Insiden ini, menurut keterangan yang beredar, terjadi setelah gelombang serangan berlangsung semalaman.
Ukraina menyampaikan respons pertahanannya dalam gelombang serangan kali ini. Pihak Kyiv mengatakan berhasil menembak jatuh tiga rudal Rusia dan hampir seratus drone.
Korban, sirene, dan laporan dari Moskow
Di Kyiv, sirene peringatan serangan udara dilaporkan berbunyi empat kali sejak malam Sabtu. Wali kota Vitali Klitschko menyebut setidaknya enam orang, termasuk seorang anak, mengalami cedera dalam serangan di wilayah tersebut.
Penghitungan terkait jumlah drone yang diarahkan ke ibu kota juga datang dari Moskow. Wali kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan sekitar enam ratus drone Ukraina dilepaskan menuju kota itu selama malam, dengan kira-kira sepertiganya berhasil dihancurkan.
Berita Terkait
Serangan juga menyasar fasilitas logistik. Gudang milik Wildberries—yang dikenal sebagai padanan Amazon di Rusia—disebut terkena hantaman, dan video memperlihatkan kobaran api serta kepulan asap besar di lokasi gudang tersebut.
Sobyanin menyebut gudang Wildberries di Koledino, sekitar 25 kilometer dari pusat Moskow, terkena pada gelombang serangan yang sama. Ia juga melaporkan tiga orang mengalami cedera di Rusia. Dalam keterangan itu, ia menegaskan jumlah drone yang dihancurkan sekitar sepertiga dari total yang diarahkan ke ibu kota.
Di wilayah lain, dampak serangan tidak identik namun tetap menimbulkan korban. Ivan Fedorov mengatakan dua orang tewas di Zaporizhzhia setelah bom udara berpemandu Rusia menghancurkan sebuah rumah. Otoritas di Dnipropetrovsk melaporkan satu orang meninggal dunia dan 14 orang lainnya terluka.
Kementerian pertahanan Rumania turut merinci insiden drone di kawasan perbatasan. Mereka menyebut sebuah jet tempur Spanyol menembak jatuh sebuah drone yang sempat melanggar wilayah udara dekat perbatasan Ukraina dan Moldova, dengan drone memasuki wilayah dari Moldova dan dicegat oleh F-18 pada pukul 05:01 waktu setempat (02:01 GMT) pada Minggu.
Serpihan dari insiden tersebut kemudian jatuh di wilayah Galati yang tidak berpenghuni, dekat perbatasan Ukraina. Wildberries sendiri, kata Kyiv, telah berulang kali jadi sasaran sejak Juli, ketika Ukraina menyatakan pihaknya menargetkan pusat logistik yang dipakai Rusia untuk membeli perlengkapan militer serta mengganggu pasokan kepada tentara Rusia.
Dalam gambaran yang lebih luas, laporan menyebut Rusia meningkatkan serangan udara di berbagai wilayah Ukraina dalam beberapa minggu terakhir. Di saat yang sama, Kyiv disebut menajamkan penargetan pada pusat-pusat logistik Rusia dengan tujuan menghambat distribusi persediaan militer, hingga laporan-laporan lain terus bertambah.
Rentetan serangan dalam satu gelombang itu tidak hanya berujung pada kebakaran, tetapi juga memicu rangkaian prosedur darurat di Kyiv. Sirene peringatan yang dilaporkan berulang menjadi penanda bahwa situasi berkembang sepanjang malam dan warga berada dalam kondisi siaga.
Selain sasaran di area pasar buku, laporan juga menggambarkan fokus pada rantai logistik. Gudang Wildberries di wilayah Koledino disebut tersentuh gelombang yang sama, dan otoritas menyertakan rincian mengenai jumlah drone yang dihancurkan dibandingkan dengan yang diarahkan menuju ibu kota.
Di luar Moskow dan Kyiv, dampaknya ikut melebar ke beberapa wilayah lain di Ukraina, dengan rincian korban yang berbeda-beda dari otoritas setempat. Pada saat bersamaan, insiden di kawasan perbatasan Ukraina–Moldova turut disebut, termasuk upaya pencegatan pesawat tempur Spanyol serta jatuhnya serpihan di area Galati yang tidak berpenghuni.












