Internasional

Rusia Luncurkan Serangan Terbesar ke Infrastruktur Energi Ukraina Sejak Musim Semi

×

Rusia Luncurkan Serangan Terbesar ke Infrastruktur Energi Ukraina Sejak Musim Semi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Russia launches largest attack on Ukraine energy infrastructure since spring

jurnalistik.co.id – Rusia melancarkan serangan terbesar terhadap infrastruktur energi Ukraina sejak musim semi, dengan target utama di Kyiv dan wilayah sekitarnya.

Perdana Menteri Ukraina Serhiy Koretskyi mengatakan serangan terjadi semalam dan berlangsung dalam skala besar, disertai dampak pada pasokan listrik di sejumlah area.

Dalam laporan Koretskyi, sedikitnya lima orang tewas akibat serangan di berbagai wilayah, termasuk seorang anak di wilayah Kyiv.

Skala serangan dan target utama

Koretskyi menyebut, “Since the summer, there has effectively not been a single day without enemy attacks on our energy infrastructure.” Menurutnya, pola serangan itu berlanjut hampir setiap hari sejak musim panas.

Namun, ia menegaskan, “However, a mass and combined attack of this scale has occurred for the first time since the end of the last heating season.” Artinya, serangan dengan kombinasi dan skala sebesar ini baru terjadi pertama kali setelah musim pemanasan sebelumnya berakhir.

Ia menyatakan total 11 wilayah diserang dalam semalam, dengan sasaran tidak hanya gedung hunian, tetapi juga infrastruktur sosial, perusahaan sipil, serta jalur kereta api.

Kementerian energi Ukraina juga melaporkan bahwa pada Rabu, sebagian rumah tangga di Kyiv, Dnipropetrovsk, Donetsk, Sumy, dan Kharkiv masih mengalami pemadaman atau penurunan pasokan listrik.

Operator jaringan listrik negara, Ukrenegro, meminta warga untuk tidak menggunakan peralatan listrik berdaya besar antara pukul 10:00 hingga 16:00 waktu setempat karena pasokan listrik saat itu lebih rendah dari biasanya.

Di sisi lain, perusahaan energi swasta terbesar Ukraina, DTEK, menyatakan bahwa pasokan listrik untuk 8.000 rumah telah dipulihkan setelah “a difficult night” bagi ibu kota.

Pihak pertahanan Rusia menyebut salah satu targetnya adalah PLTU Trypilska, yang merupakan pemasok listrik terbesar bagi Kyiv.

Konfirmasi kerusakan di pembangkit Trypilska

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan serangan besar semalam menarget fasilitas Ukraina, termasuk pembangkit listrik tenaga termal Trypilska yang berjarak sekitar 40 km dari Kyiv.

Dalam pernyataan tersebut, Rusia mengklaim pembangkit itu memasok listrik bagi fasilitas pertahanan Ukraina.

Operator pembangkit, Centrenergo, mengonfirmasi bahwa instalasi tersebut mengalami kerusakan akibat serangan Rusia dan pihaknya tengah menilai skala kerusakannya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan ada serangan terhadap infrastruktur penting di wilayah Zhytomyr, Mykolaiv, Kirovohrad, dan Rivne.

Menurut laporan otoritas Ukraina, serangan juga berimbas pada kondisi di Kyiv, termasuk gangguan terhadap layanan listrik rumah tangga di sejumlah area.

Asap tebal, peringatan serangan udara, dan korban

Di Kyiv, warga terbangun mendapati kota diselimuti asap tebal yang pekat dan menyengat setelah semalam terdengar suara ledakan.

Peringatan serangan udara masih aktif, sementara bunyi tembakan pertahanan udara terdengar dari kejauhan di tengah suasana yang berkabut.

Penduduk di beberapa distrik diberi imbauan untuk menutup jendela hingga asap mereda dan kondisi udara kembali memungkinkan.

Timur Tkachenko, gubernur wilayah Kyiv, menyebut korban tewas termasuk seorang anak yang jenazahnya ditemukan di bawah reruntuhan sebuah rumah.

Sementara itu, Wali Kota Kyiv Vitaly Klitschko menyatakan total tiga orang meninggal di ibu kota, termasuk seorang pekerja perusahaan utilitas Ukraina yang tewas di sebuah bangunan gudang.

Di wilayah Mykolaiv, Heorhiy Reshetilov, penjabat gubernur setempat, mengatakan ada satu korban tewas lainnya.

Gubernur wilayah Sumy, Oleh Hryhorov, menambahkan dua orang lagi tewas di bagian timur laut wilayah tersebut pada Selasa, serta menyebut sebuah sekolah juga terkena dampak dalam serangan terpisah.

Rangkaian serangan ini kembali menegaskan bahwa Ukraina menghadapi pola serangan berulang pada infrastruktur energi sepanjang musim dingin.

Koretskyi menyebut serangan semacam itu terjadi setiap tahun selama musim dingin sejak invasi skala penuh Rusia dimulai pada 2022.

Sejak invasi itu, Rusia kini menguasai sekitar 20% wilayah Ukraina, sebagaimana disebut dalam laporan tersebut.

Dengan serangan semalam yang melibatkan 11 wilayah dan menimbulkan dampak pada pasokan listrik serta infrastruktur kunci, otoritas Ukraina melanjutkan evaluasi kerusakan dan upaya pemulihan layanan energi.