Internasional

‘I love the sheep and the people’ — Perajut memadati Shetland Wool Week edisi ke-17

×

‘I love the sheep and the people’ — Perajut memadati Shetland Wool Week edisi ke-17

Sebarkan artikel ini

jurnalistik.co.id – Shetland Wool Week edisi ke-17 kembali menjadi magnet bagi penggemar wol, rajut, dan tekstil. Hampir 1.000 orang berkumpul di Shetland untuk mengikuti rangkaian acara sepanjang pekan di pulau yang berjarak jauh dari pusat keramaian.

Perayaan tahunan ini menandai tahun ke-17 penyelenggaraan Shetland Wool Week, dengan format kegiatan yang beragam. Di antaranya terdapat kelas, workshop, sesi pembicaraan, tur, serta berbagai aktivitas sosial yang mempertemukan komunitas lintas kota dan negara.

Event ini menarik antusiasme dari berbagai penjuru dunia, termasuk Amerika Serikat dan Jepang. Tahun ini, pengurus atau patron festival adalah perancang busana rajut Helen Robertson.

Helen Robertson menyampaikan apresiasinya dalam kutipan yang menekankan peran festival bagi ekosistem tekstil lokal. Ia mengatakan: “I think wool week is just such a fantastic organisation and festival, and it’s really brought Shetland textiles to life.”

Dari acara kelas hingga pertunjukan produk rajut

Dalam festival tersebut, para perajin memamerkan karya sekaligus membagikan cara mereka memadukan wol dengan cerita dan karakter tertentu. Salah satu peserta adalah Nancy Woodhouse, seorang perajut dari Arizona di Amerika Serikat.

Woodhouse membawa sejumlah karyanya, termasuk penutup kepala wol yang terinspirasi dari drama kriminal berjudul Shetland. Ia menyebutkan ketertarikannya pada serial tersebut melalui kutipan: “I love the show.”

Ia kemudian menjelaskan bagaimana desain topinya dirancang mengikuti elemen dari cerita. Woodhouse mengatakan: “We start on the hat with detective Jimmy Perez of course and Tosh who’s taken over as the lead detective, then we have the ever helpful Sandy and Ruth Calder, and this is the chalk outline of the victim.”

Bagian warna dan kesan visual juga ia uraikan dengan cara yang sangat spesifik. Woodhouse menambahkan: “The hat has muted colours so the detectives would shine – it’s the crime scene I wear on my head.”

Selain pengunjung dari AS, festival ini juga didatangi peserta dari Jepang. Satoko Nagakubo mengaku terbang dari Tokyo untuk mengikuti Shetland Wool Week.

Ia menjelaskan alasannya dengan kutipan yang merangkum kedekatannya dengan komunitas dan tradisi rajut setempat. Satoko berkata: “I come from Japan many times to Shetland for wool week because I love the sheep and the local people. I love Shetland lace knitting and spinning,”

Pengalaman merajut sebagai bagian dari perjalanan

Di lokasi festival, suasana tidak hanya diisi kegiatan belajar dan pembuatan, tetapi juga ruang untuk bertemu dan menikmati proses. Mary Randles, yang berkunjung dari Lancashire, menilai festival seperti memberi kesempatan untuk benar-benar “berhenti sejenak” sambil tetap produktif.

Ia mengatakan: “I think the fact that you can chill, you can knit, meet people, buy wool and sit on your suitcase until it forces all the wool in before you take it home.”

Menurut Randles, salah satu daya tarik utamanya adalah pengalaman melihat asal wol yang dipakai untuk rajutan. Ia menambahkan bahwa event memungkinkan dirinya menyaksikan domba dan bahan wol yang nantinya digunakan.

Randles juga membahas perbedaan hasil rajutan ketika wol diproses. Ia berkata: “Once you’ve knitted with it and washed it, it drapes beautifully whereas sometimes when you knitting with synthetic it doesn’t drape but this stuff does.”

Kain wol, komunitas lokal, dan tradisi yang berlanjut

Dari sisi aktivitas, Shetland Wool Week tidak berhenti pada ruang kelas. Program menjangkau berbagai wilayah, dari Unst hingga bagian selatan daratan utama, dengan sejumlah kegiatan berlokasi di tempat-tempat komunitas.

Komunitas lokal menjadi inti dari festival melalui peran ruang pertemuan komunitas, crofts, serta keterlibatan pelaku usaha, pembuat, dan musisi. Kombinasi itu membentuk pengalaman yang khas bagi para penggemar wol.

Patron Helen Robertson juga merancang topi yang dinantikan sepanjang festival, yaitu Birsie Beanny. Ia menyebutkan festival sebagai momen yang penuh kegembiraan melalui kutipan: “It’s such a joyful and happy week,”

Daya tarik utama lainnya datang dari domba asli Shetland serta ragam warna wolnya. Warna yang disebutkan meliputi nuansa krem, cokelat, dan hitam.

Ronnie Eunson menjalankan Uradale Farm di sisi barat pulau. Ia membiakkan domba asli Shetland dan sapi yang digembalakan di perbukitan serta garis pantai di sekitar wilayah tersebut.

Eunson menegaskan keunikan wol Shetland sebagai komoditas yang memiliki nilai historis. Ia berkata: “Shetland wool is a fairly unique commodity.”

Ia melanjutkan penjelasan mengenai faktor yang membuat wol tersebut istimewa. Eunson menambahkan: “It’s the history and heritage that makes it really special. You’re looking at a type of fibre that has clothed Shetlanders for thousands of years.”

Lebih jauh, Eunson menjelaskan karakteristik fisik domba asli Shetland yang membantu menghadapi cuaca setempat. Ia menyebutkan bahwa domba memiliki wol berlapis ganda yang melindungi dari musim dingin yang keras.

Ia juga menjelaskan bahwa wol yang lebih halus berada di bawah lapisan atas. Selain itu, ia menuturkan daya tarik wisatawan terhadap proses pemeliharaan domba.

Eunson mengatakan: “Tourists are fascinated to see the sheep and to hear about the way we look after the sheep and how the sheep look after themselves.”

Dampak ekonomi di penghujung musim wisata

Menjelang malam yang semakin panjang dan musim dingin mendekat, festival juga memberi dorongan bagi ekonomi pulau. Donna Smith, yang menjalankan Langsoond Yarn di Burra, menyebut festival sebagai sorotan di akhir musim wisata.

Ia mengatakan: “It’s really an amazing event that’s the highlight of the year for me at the end of the tourist season.”

Smith menilai tingginya arus pengunjung terlihat dari banyaknya orang yang datang untuk berkunjung sekaligus membeli benang. Ia menambahkan: “There are so many people coming to visit and so many people coming to buy yarn. It’s such an important week in the whole year for the business.”

Bagian penutupan festival juga memiliki penanda acara tersendiri. Donna Smith menyebutkan: “The “sewing of the loose ends” of the festival is on Saturday.”

Setelah itu, ia menggambarkan momen ketika ratusan pengunjung bersiap pulang sambil membawa hasil rajutan mereka. Ia berkata: “Then it will be time for the hundreds of visitors to cast off and head home with their Shetland Oo for another year.”