Internasional

Trump: Rusia Membebaskan Mantan Marinir AS Robert Gilman, Dilaporkan dalam Kondisi Kesehatan Sangat Buruk

×

Trump: Rusia Membebaskan Mantan Marinir AS Robert Gilman, Dilaporkan dalam Kondisi Kesehatan Sangat Buruk

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Russia releases former US Marine reported in poor health

jurnalistik.co.id –

Presiden Donald Trump mengatakan seorang mantan Marinir AS yang ditahan di Rusia telah dibebaskan. Trump menyebut kondisi kesehatan pria itu dilaporkan sangat buruk dan pembebasan dilakukan atas dasar kemanusiaan.

Trump menuliskan kabar itu melalui Truth Social setelah melakukan pembahasan dengan Presiden Vladimir Putin. Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa tidak ada pertukaran tahanan yang berlangsung.

Pembebasan tanpa pertukaran tawanan

Trump mengatakan: “After my discussions with President Vladimir Putin, Russia has agreed to release him, very much on a Humanitarian Basis.” Ia menambahkan, “no prisoner swap took place.”

Menurut Trump, Robert Gilman kini dalam perjalanan kembali ke Amerika Serikat. Ia disebut berangkat melalui penerbangan yang ditemani ibunya, sejumlah dokter, dan anggota pemerintahan.

Dari sisi keluarga, Gilman diharapkan tiba lebih lanjut di rumah sakit militer AS di Texas, untuk diperiksa dan mendapatkan perawatan. Keluarga menyatakan kondisi kesehatannya berada pada tahap yang mengancam jiwa setelah mengalami perlakuan yang keras dan melecehkan.

Riwayat penahanan dan gangguan kesehatan

Gilman, yang berasal dari Massachusetts dan berusia 32 tahun, ditangkap pada 2022. Ia ditahan setelah insiden di mana ia menendang seorang polisi saat berada dalam kondisi mabuk di sebuah kereta dalam perjalanan ke Moskow.

Setelah penangkapan tersebut, Gilman dijatuhi hukuman penjara 10 tahun. Sebelum kejadian itu, ia melayani di US Marines pada Agustus 2019 hingga Agustus 2020.

Trump menyebut Gilman sebelumnya dipindahkan dari penjara ke rumah sakit sipil di Rusia setelah mengalami kondisi yang disebut seperti katatonik. Keluarga juga menggambarkan bahwa pada masa penahanan, Gilman mengalami kemunduran serius yang membuatnya tidak mampu merespons dan beraktivitas seperti semula.

Dalam pernyataan Markey, ia menulis: “Approximately 50 days ago, Robert was diagnosed with a dissociative stupor – a condition where he is non-responsive and unable to interact or eat.”

Keterangan keluarga dan dugaan perlakuan dalam tahanan

Keluarga Gilman menyatakan ia mengalami “harsh and abusive treatment”. Mereka juga menuduh adanya pelecehan berulang selama masa penahanan di Rusia.

Saudarinya, Lexi Hudson, mengutip pengalaman yang dialami Gilman. Ia mengatakan: “The Russians treated my brother so badly. They hurt him for no reason, other than that he was both and American and a Marine,” serta menambahkan: “I am so grateful to President Trump for saving my brother’s life,”

Eric Lebson, yang mendukung upaya pelepasan Gilman melalui kelompok Global Reach, menyampaikan kepada CBS News—mitra media BBC—bahwa Gilman mengalami penindasan dan pelecehan berulang. Lebson menyebut adanya sesi latihan paksa yang dapat berlangsung hingga 16 jam, serta pemberian obat psikotropika.

Lebson juga mengatakan perlakuan itu begitu berat hingga pada satu titik Gilman membutuhkan selang makan melalui hidung. Ia menggambarkan bahwa kondisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian perlakuan yang dialami Gilman selama berada dalam tahanan Rusia.

Amerika lain yang disebut masih berada di Rusia

Lebson menyatakan bahwa masih ada lima warga negara AS lain yang diyakininya tetap berada di Rusia. Mereka masing-masing disebut menghadapi persoalan kesehatan.

Nama yang disebut Lebson adalah Aleksandr Antonov, David Barnes, Olga Jezler, Andre Khachatoorian, dan Chuck Zimmerman.

Dengan pembebasan Gilman yang diumumkan Trump, perhatian kini diarahkan pada proses pemeriksaan medis setelah ia tiba kembali di AS. Keluarga berharap Gilman bisa segera memperoleh perawatan lanjutan di fasilitas kesehatan militer di Texas sesuai rencana yang disampaikan.