jurnalistik.co.id – Financial Times melaporkan pada 1 Oktober 2026 bahwa pejabat Uni Eropa sedang menanyakan kelanjutan operasional Binance Holdings Ltd. di kawasan mereka. Langkah ini muncul setelah perusahaan gagal memperoleh izin yang relevan pada awal tahun ini.
Penyelidikan tersebut dilakukan beberapa minggu setelah Bloomberg News memuat laporan bahwa Binance tetap menerima pelanggan di Eropa meski tidak berhasil mendapatkan lisensi berbasis Markets in Crypto-Assets Regulation atau MiCA di Yunani. Dalam laporan yang sama, Binance disebut memanfaatkan ketentuan “pembuatan penawaran balik” (reverse solicitation/back-and-forth offer) yang memungkinkan klien secara mandiri mencari penyedia jasa keuangan di luar yurisdiksi mereka.
Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa, atau European Securities and Markets Authority (ESMA), kini menyelidiki bagaimana Binance menggunakan aturan tersebut. Selain ESMA, regulator di Prancis, Jerman, dan Yunani juga disebut turut memeriksa penerapan mekanisme yang memungkinkan transaksi lintas batas itu.
Inti perhatian regulator berada pada kesesuaian praktik bisnis Binance terhadap kerangka pengaturan kripto Uni Eropa. Dalam konteks tersebut, kegagalan memperoleh izin MiCA tidak dipandang sebagai status yang bisa dibiarkan berjalan tanpa perubahan, melainkan memicu kewajiban langkah penyesuaian.
Menurut ketentuan kripto Uni Eropa, entitas yang tidak memiliki lisensi diwajibkan untuk mengambil langkah guna mulai menghentikan kegiatan bisnis lokal mulai 1 Juli tahun ini. Artinya, regulator menyoroti apakah penggunaan aturan “pembuatan penawaran balik” dapat menjadi jalur yang membuat perusahaan tetap beroperasi di pasar Eropa tanpa mematuhi kewajiban penghentian bisnis lokal tersebut.
Dalam pernyataan tertulisnya, Binance menyampaikan, “Binance mematuhi persyaratan regulasi yang berlaku di yurisdiksi tempatnya beroperasi,”. Perusahaan juga menyatakan, “Kami sedang berupaya secara aktif untuk mendapatkan otorisasi MiCA.” Pernyataan ini muncul di tengah proses pemeriksaan yang melibatkan beberapa otoritas Eropa.
Berita Terkait
Bagi pengawas pasar, perbedaan antara menerima pelanggan dan memastikan kepatuhan lisensi menjadi isu yang sensitif. Regulator tidak hanya menilai adanya hubungan pengguna dengan platform, tetapi juga menilai bagaimana aturan penawaran balik dipakai dalam praktik—termasuk apakah penerapannya benar-benar sejalan dengan maksud regulasi.
Dengan ESMA sebagai pengarah penyelidikan dan dukungan regulator di Prancis, Jerman, serta Yunani, kasus ini menggambarkan pengawasan yang diperluas terhadap kepatuhan MiCA di berbagai negara anggota. Pemeriksaan yang berjalan paralel juga menunjukkan bahwa isu izin tidak berhenti pada satu yurisdiksi, melainkan berpotensi memengaruhi cara Binance berinteraksi dengan klien-klien Eropa.
Menjelang tenggat penghentian bisnis lokal pada 1 Juli, perkembangan pemeriksaan ini dapat menentukan langkah berikutnya yang harus diambil Binance di kawasan tersebut. Sementara perusahaan menyatakan terus berupaya memperoleh otorisasi MiCA, pertanyaan regulator tetap berfokus pada apakah pola operasional yang dipertahankan selama ini masih dapat dibenarkan di bawah kerangka aturan yang mengharuskan entitas tidak berizin untuk menghentikan aktivitas lokal.
Laporan ini menempatkan Binance dalam sorotan kebijakan kripto yang lebih ketat di Eropa, khususnya setelah perusahaan menghadapi kegagalan izin MiCA di Yunani. Di saat yang sama, penggunaan ketentuan “pembuatan penawaran balik” menjadi titik uji utama dalam upaya regulator memastikan kepatuhan, sekaligus menilai apakah mekanisme tersebut cukup untuk menjelaskan kelanjutan layanan terhadap pelanggan di Eropa.
Bagi otoritas, fokus penyelidikan tidak berhenti pada ada atau tidaknya akses pelanggan, melainkan pada bagaimana hubungan itu dibangun dan dipelihara. Jika aturan “pembuatan penawaran balik” digunakan sebagai alasan agar layanan tetap berjalan, regulator akan melihat apakah alur penawaran benar-benar mengikuti maksud pengaturan, atau justru dipakai untuk menunda penerapan kewajiban ketika lisensi belum tersedia.
Dengan tenggat penghentian aktivitas bisnis lokal pada 1 Juli sebagai acuan, pemeriksaan ini juga menjadi penanda kesiapan kepatuhan yang harus dipenuhi. Keterangan Binance yang menyebut kepatuhan pada regulasi setempat serta upaya aktif memperoleh otorisasi MiCA akan diuji ulang dari sisi implementasi di lapangan, terutama pada area yang melibatkan pemeriksaan lintas negara anggota dan koordinasi antarotoritas.






