Entertainment

Lauren Laverne Divonis Gangguan Darah dan Sumsum Tulang yang Bisa Berujung Kanker Darah

×

Lauren Laverne Divonis Gangguan Darah dan Sumsum Tulang yang Bisa Berujung Kanker Darah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Lauren Laverne diagnosed with blood disorder smouldering myeloma

jurnalistik.co.id – Lauren Laverne, pembawa acara yang juga dikenal lewat BBC Radio 6 Music, mengungkap kondisi kesehatan terbarunya yang berkaitan dengan gangguan darah dan sumsum tulang.

Dalam keterangannya, perempuan berusia 48 tahun itu menyatakan ia telah didiagnosis mengidap smouldering myeloma, yakni kelainan darah dan sumsum tulang yang pada sebagian orang dapat berkembang menjadi kanker darah.

Laverne menekankan bahwa saat ini ia merasa baik-baik saja dan tidak sedang membutuhkan perawatan. Ia menulis, “at the moment I feel OK and don’t need treatment”.

Menurut postingan Instagram yang ia bagikan, diagnosis tersebut datang setelah periode yang cukup panjang dalam perjalanan kesehatannya. Ia juga menegaskan bahwa kondisi ini tidak terkait langsung dengan masalah kesehatan yang pernah ia alami sebelumnya.

Dalam unggahannya, Laverne memulai dengan kalimat yang menjelaskan rasa terkejutnya saat pertama kali mendengar istilah diagnosis itu. Ia menulis, “I’ve been diagnosed with something called smouldering myeloma (yes that is a weird name and no I’d never heard of it either).”

Ia melanjutkan penjelasan bahwa kondisi ini pada tahap awal tidak menimbulkan gejala. Laverne menulis, “It’s an asymptomatic blood and bone marrow disorder that in some people can develop into blood cancer.”

Diagnosis tersebut muncul dua tahun setelah Laverne lebih dulu didiagnosis dengan kanker yang tidak disebutkan jenisnya. Ia juga menyatakan bahwa pada November 2024 ia telah menerima kabar “all clear” setelah menjalani perawatan.

Meski tidak memiliki gejala dan pada kondisi tertentu tidak memerlukan pengobatan, smouldering myeloma dapat berkembang menjadi myeloma—sebuah jenis kanker darah.

Laverne menyebut risiko perkembangan dalam kasusnya tergolong rendah. Ia menulis risiko itu “pretty low”.

Ia juga mengatakan banyak orang seusianya tidak mengetahui bahwa mereka mungkin memiliki kelainan seperti smouldering myeloma. Ia menulis bahwa kebanyakan orang “have no idea” mereka mengalaminya.

Menurut Laverne, pemeriksaan yang dilakukan secara cermat berperan besar dalam deteksi dini. Ia menjelaskan bahwa “It tends to be cancer survivors like me who are diagnosed early as we’re so carefully monitored,”

Selain itu, ia menegaskan bahwa diagnosis yang ia terima bukan sesuatu yang timbul karena penyakit sebelumnya atau operasi yang baru-baru ini dijalaninya. Ia menulis, “It has nothing to do with my previous illness or my recent surgery, it’s just one of those things.”

Kondisi kronis dan kebutuhan pemantauan

Laverne menggambarkan bahwa smouldering myeloma adalah kondisi yang bersifat kronis. Ia menulis, “It is a chronic condition – no cure yet – and it does mean my immune system is a bit compromised.”

Karena itu, ia menyatakan akan perlu lebih memperhatikan kesehatannya sendiri dan menjalani pemantauan lanjutan secara berkala. Laverne menulis bahwa ia akan “need to take good care of myself” serta “will be carefully monitored with blood tests, MRIs and bone marrow biopsies”.

Dalam unggahan itu, ia juga berbagi pengalaman pribadi terkait prosedur pemeriksaan. Ia menambahkan bahwa ia “have recently discovered [bone marrow biopsies] are even less fun than they sound”.

Ia mengakui bahwa menjalani hal ini bukanlah pengalaman yang mudah, apalagi mengingat timeline kesehatannya sebelumnya. Ia menulis, “It’s been a lot, especially coming less than two years after my last diagnosis”.

Meski begitu, ia menyebut dukungan yang ia dapat dari melihat bagaimana orang lain di ruang publik menghadapi situasi serupa. Ia menulis bahwa melihat orang-orang tersebut “has helped me” dan karena itu ia memilih bersikap terbuka.

Peran dokter umum dan pesan untuk orang lain

Laverne menyampaikan terima kasih kepada dokter yang menanganinya. Ia menulis, “This is the second Big Problem my GP has caught early and it is frankly impossible to adequately express my gratitude”.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya ia cenderung kurang memperhatikan kondisi yang berkaitan dengan kadar zat besi yang rendah. Ia menulis, “I was pretty blasé about my persistently low iron levels but he insisted we get to the bottom of what was going on.”

Melalui unggahan tersebut, Laverne menyampaikan pesan yang menurutnya penting bagi orang lain yang memiliki situasi serupa. Ia menulis, “My message to others would be: be like him, not me! Advocate for yourself if you need to and ask to see a haematologist if you are in the same situation.”

Deteksi, pemantauan, dan kemungkinan berkembang

Menurut Myeloma UK, smouldering myeloma terdeteksi melalui temuan sel abnormal di sumsum tulang serta adanya protein abnormal dalam darah dan/atau urine.

Pasien kemudian akan dipantau secara teratur untuk melihat apakah mereka menunjukkan tanda-tanda berkembangnya myeloma aktif atau kondisi terkait. Laverne juga menyinggung bahwa pemantauan yang ia jalani akan mencakup pemeriksaan darah, MRI, dan bone marrow biopsies.

Myeloma UK juga menyebut bahwa smouldering myeloma biasanya dapat berkembang menjadi myeloma aktif, namun waktu perkembangannya berbeda-beda pada tiap orang.

Kembali bekerja

Laverne mengatakan ia akan mengambil liburan selama beberapa pekan. Ia menulis bahwa ia “will be back to work as normal after that”.

Di akhir unggahan, ia menyampaikan dukungan kepada orang-orang yang menghadapi masalah kesehatan serupa. Ia menutup dengan, “For now lots of love, especially to anyone dealing with similar issues. LL xx”