jurnalistik.co.id – Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, mengungkap Cesc Fabregas menolak tawaran dari tiga klub Liga Italia dalam beberapa bulan terakhir. Penolakan itu ia lakukan agar pelatih asal Spanyol tersebut dapat membawa Como 1907 berlaga di Liga Champions untuk pertama kalinya.
Menurut Mirwan, Fabregas belum akan mencari tantangan baru pada musim 2026-2027. Keputusan tersebut, lanjutnya, diambil setelah sejumlah klub menanyakan ketersediaan sang pelatih.
Mirwan menyebut tawaran yang masuk setidaknya berasal dari tiga klub Liga Italia, meski tidak semuanya ia sebutkan secara rinci. Salah satu yang paling jelas disebut adalah Napoli, yang sempat dikaitkan dalam proses perekrutan Fabregas.
Namun, Mirwan menegaskan Napoli akhirnya tidak jadi menggunakan jasanya. Di sisi lain, Napoli justru mengontrak Massimiliano Allegri sebagai juru latih, sehingga jalan Fabregas menuju klub tersebut tidak berlanjut.
Cesc Fabregas sendiri diposisikan sebagai sosok penting dalam pembangunan Como 1907 dalam beberapa tahun terakhir. Selain menjalani peran sebagai pelatih, ia juga diketahui menjadi pemegang saham minoritas Como 1907.
Mirwan menyampaikan pernyataannya sebagai berikut, dilansir dari La Stampa: “Beberapa klub sudah menanyakan soal dirinya, setidaknya tiga klub dalam beberapa bulan terakhir, namun ia menolaknya,” ujar Mirwan Suwarso. “Salah satunya adalah Napoli, seperti yang sudah diberitakan di sejumlah surat kabar lokal. Dua lainnya? Salah satunya klub Italia, tetapi saya tidak akan mengungkapkan lebih jauh,” imbuh Presiden klub asal Indonesia ini.
Fabregas juga sempat dikaitkan dengan sejumlah opsi lain di luar Italia. Ia, misalnya, disebut pernah masuk radar Chelsea, sebelum Xabi Alonso datang untuk menempati kursi pelatih baru di klub tersebut.
Berita Terkait
Jauh sebelum rangkaian pemberitaan terbaru itu, Fabregas juga pernah cukup dekat dengan kursi pelatih Inter Milan pada 2025. Akan tetapi, ia kemudian memilih melanjutkan proyek bersama Como 1907, sementara Inter pada akhirnya sukses bersama Cristian Chivu dan meraih gelar juara Liga Italia serta Coppa Italia pada musim 2025-2026.
Mirwan juga menilai pencapaian Como 1907 saat ini membawa dampak yang nyata bagi keberlangsungan klub. Ia menyebut klub menargetkan hasil yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya, tetapi tetap menyatakan ada rasa tidak menyangka bisa melangkah sejauh ini.
Dalam penjelasannya, berpartisipasi di Liga Champions disebut menjadi jalan untuk memperbaiki kondisi keuangan. Di saat yang sama, Mirwan menekankan bahwa Como perlu mempercepat langkah, karena target yang semula diperkirakan baru tercapai dalam beberapa tahun ke depan ternyata dapat lebih cepat dijalankan.
Ia menambahkan ukuran capaian yang ingin diperlihatkan dari proses yang sedang berlangsung: “Kami adalah klub Italia yang mencatatkan tingkat pertumbuhan tertinggi dalam hal nilai pemain dalam dua musim, nilainya melonjak dari €60 juta menjadi €389 juta.” Setelah itu, Mirwan juga menggarisbawahi sisi komersial: “Secara komersial, kami tumbuh sebesar 300 persen setiap tahun. Kami memang masih tergolong pendatang baru, namun saya ingin melihat klub lain yang mampu tumbuh sepesat kami,” tambahnya.
Dari keterangan Mirwan Suwarso tersebut, keputusan Fabregas yang memilih bertahan di Como 1907 diposisikan sebagai langkah untuk menjaga momentum sekaligus memastikan ambisi Liga Champions menjadi bagian dari rencana jangka pendek klub. Dengan demikian, penolakan tawaran tiga klub Liga Italia tidak hanya soal preferensi karier, melainkan juga bagian dari strategi pembangunan yang tengah dikejar Como 1907.
Di balik penolakan itu, Mirwan juga menggambarkan bahwa Fabregas dianggap selaras dengan arah jangka panjang klub. Keberlanjutan kerja sama dipandang penting agar rencana penguatan skuad dan strategi permainan tidak terputus, terutama ketika Como sedang berada pada fase naik kelas yang mendorong peluang Liga Champions.
Meski banyak spekulasi sempat mengarah pada perubahan kursi pelatih, termasuk keterkaitan Fabregas dengan beberapa klub Eropa, keputusan akhirnya tetap mengerucut pada komitmen bersama Como 1907. Mirwan menempatkan pilihan itu sebagai upaya merawat kontinuitas dan momentum, agar capaian seperti pertumbuhan nilai pemain serta ekspansi komersial yang disebutnya dapat terus ditopang dari waktu ke waktu.











