Entertainment

Mary Jo Campbell, ibunda Kris Jenner, meninggal usia 91

×

Mary Jo Campbell, ibunda Kris Jenner, meninggal usia 91

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Mother of Kardashian matriarch Kris Jenner, Mary Jo, dies at 91

jurnalistik.co.id – Mary Jo Campbell, ibu dari Kris Jenner, telah meninggal dunia pada usia 91 tahun. Kabar duka itu diumumkan Kris Jenner pada hari Kamis, menyampaikan perpisahan yang ia sebut sebagai momen berat dalam hidupnya.

Jenner, yang saat ini berusia 70 tahun, menyampaikan pesan tersebut melalui media sosial. Dalam pengumumannya, ia menulis, “Today, we said goodbye to my beautiful Mommy MJ.”

Sejauh ini, tidak ada keterangan mengenai penyebab kematian Mary Jo Campbell yang disampaikan segera setelah kabar tersebut beredar. Informasi yang disampaikan hanya berfokus pada kepergian dan suasana duka yang dialami keluarga.

Mary Jo Campbell dikenal sebagai sosok sentral dalam keluarga besar Kardashian-Jenner melalui hubungan keluarganya dengan Kris Jenner. Dalam pemberitaan BBC, Mary Jo disebut sebagai ibu dari sosok “Kardashian-Jenner momager” Kris Jenner, yang selama bertahun-tahun menjadi figur penting dalam sorotan publik.

Kehadiran Mary Jo di program-program realitas keluarga itu muncul berulang kali sejak ia mulai kembali menjadi sorotan luas. Saat keluarga Kardashian-Jenner mulai dikenal lewat televisi, Mary Jo ikut tampil dalam berbagai kesempatan, seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap kehidupan pribadi mereka.

Perjalanan mereka menuju perhatian publik bermula ketika serial Keeping Up with the Kardashians tayang perdana pada 2007. Sejak saat itu, keluarga semakin sering muncul di layar, dan Mary Jo menjadi bagian dari dinamika yang ditonton audiens.

Dalam pesan duka yang sama, Kris Jenner tidak hanya menyampaikan kabar kepergian ibunya, tetapi juga mengungkap hal-hal yang ia pelajari selama bersama Mary Jo. Ia menggambarkan pengaruh ibunya sebagai fondasi yang membimbing cara pandangnya terhadap keluarga dan kehidupan sehari-hari.

Jenner menuliskan, “She taught us that family is everything. She showed us how to love unconditionally and how to find joy in the little moments. She showed me how to face life’s challenges with resilience and faith,” Jenner wrote.

Ungkapan tersebut menekankan bahwa ajaran Mary Jo tidak berhenti pada hubungan keluarga semata, melainkan juga mengarah pada nilai kasih yang tanpa syarat. Selain itu, ia juga menyoroti kemampuan untuk menemukan kegembiraan dari hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian.

Pesan Jenner juga memuat refleksi tentang keteguhan menghadapi tantangan. Dalam rangkaian kata yang ia pilih, ia mengaitkan kekuatan tersebut dengan ketahanan dan keyakinan—dua hal yang digambarkan sebagai bagian dari cara Mary Jo mengajarkan nilai hidup kepada keluarga.

Kepergian Mary Jo Campbell kemudian menjadi salah satu kabar duka terbaru yang berkaitan dengan keluarga Kardashian-Jenner. Momen ini datang setelah bertahun-tahun keluarga tersebut hadir di berbagai tayangan dan menjadi bagian dari budaya populer, yang menghadirkan banyak cerita tentang dinamika personal mereka.

Namun, kendati sorotan publik selama ini kuat, poin yang paling menonjol dalam pengumuman Kris Jenner adalah sisi personal dari kehilangan. Ia menempatkan ibunya bukan hanya sebagai figur keluarga, tetapi juga sebagai sumber pelajaran dan teladan yang ia bawa dalam perjalanan hidupnya.

Dengan tidak adanya keterangan penyebab kematian, fokus publik kemungkinan akan tetap tertuju pada pesan yang disampaikan Jenner dan kenangan yang ia tuliskan. Melalui dua kutipan yang ia bagikan, Jenner menggambarkan perpisahan kepada “Mommy MJ” serta rasa terima kasih pada nilai-nilai yang diturunkan ibunya.

Selain itu, bagi mereka yang mengikuti Keeping Up with the Kardashians dan kemunculan keluarga tersebut di layar, kabar ini juga mengundang kenangan pada era awal ketika Mary Jo mulai dikenal lebih luas. Tayang perdana pada 2007 menjadi titik awal yang menandai bagaimana Mary Jo hadir dalam kisah yang kemudian melekat di ingatan penonton.

Di tengah berita duka ini, yang tersampaikan secara jelas adalah bahwa keluarga masih menyerap dampak kehilangan yang dialami. Kris Jenner, melalui kalimat-kalimatnya, menegaskan bahwa ajaran Mary Jo akan terus menjadi bagian dari cara ia memandang keluarga, cinta, kegembiraan, serta ketangguhan saat menghadapi masa sulit.

Mary Jo Campbell meninggalkan duka yang dirasakan di kalangan keluarga terdekatnya, sekaligus meninggalkan warisan nilai yang berulang kali disampaikan oleh Kris Jenner. Dalam kabar yang singkat namun sarat makna itu, Jenner menutup dengan pernyataan perpisahan yang menunjukkan bahwa “Mommy MJ” adalah sosok yang sangat ia sayangi.