Olahraga

Mohamed Salah dkk Bawa Mesir Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Piala Dunia sejak 1934

×

Mohamed Salah dkk Bawa Mesir Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Piala Dunia sejak 1934

Sebarkan artikel ini
Mo Salah dkk Antar Mesir Cetak Sejarah, Baru Pernah Menang di Piala Dunia sejak 1934 Bola 22 Juni 2026
Ilustrasi: Mo Salah dkk Antar Mesir Cetak Sejarah, Baru Pernah Menang di Piala Dunia sejak 1934

jurnalistik.co.id – Mohamed Salah dan rekan-rekannya membawa Timnas Mesir mencetak sejarah baru di Piala Dunia 2026. Dalam laga Grup G melawan Selandia Baru, Mesir menang 3-1 pada Senin (22/6/2026) pagi WIB.

Kemenangan ini menjadi tonggak penting karena merupakan kemenangan pertama Mesir sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Salah sebagai kapten tampil menentukan, dengan satu gol dan satu assist yang mengubah jalannya pertandingan.

Sejak debut di Piala Dunia 1934, Mesir tidak pernah sekalipun merasakan kemenangan di panggung sepak bola terbesar dunia. Rangkaian penantian itu berakhir ketika Mesir menaklukkan Selandia Baru dengan skor akhir 3-1.

Bagi Mesir, arti kemenangan ini juga terasa karena mereka sebelumnya butuh waktu panjang untuk merasakan hasil terbaik di kompetisi ini. Catatan tersebut baru terhenti 92 tahun setelah debut mereka tampil di Piala Dunia.

Sejarah panjang Mesir di Piala Dunia

Mesir tercatat sebagai salah satu negara yang lebih dulu hadir di Piala Dunia sejak edisi 1934. Pada saat itu, mereka tampil perdana dan kemudian menunggu lama sebelum akhirnya mencatat kemenangan pertama.

Dalam tiga penampilan Mesir sebelumnya, The Pharaohs selalu gagal meraih kemenangan. Baru kali ini, mereka mampu meraih tiga poin penuh dan menandai babak baru perjalanan di Piala Dunia.

Kemenangan ini juga mengangkat posisi Mesir di level kompetisi internasional. Mesir pernah menjadi negara Afrika pertama yang tampil di Piala Dunia ketika lolos pada edisi 1934, namun perjalanan mereka saat itu belum diiringi kemenangan.

Kini, melalui hasil atas Selandia Baru, Mesir bukan hanya mencatat kemenangan pertama sejak debut, tetapi sekaligus membuka peluang besar untuk melangkah lebih jauh di turnamen.

Salah dan Zico jadi pahlawan Mesir

Walau Mohamed Salah menjadi sorotan utama, kemenangan bersejarah Mesir tidak lepas dari pilihan pelatih Hossam Hassan. Pada laga ini, Hossam Hassan memainkan Mostafa Zico sejak awal pertandingan.

Keputusan itu sempat menuai kritik, karena Zico dipercaya tampil lebih dulu dibanding pemain berpengalaman Mahmoud Trezeguet. Namun, Zico membuktikan kepercayaan pelatih dengan kontribusi besar sejak babak kedua.

Mesir memulai kebangkitan setelah jeda. Zico mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-58 melalui sundulan keras setelah menerima umpan silang Mohamed Hany.

Sembilan menit setelah gol itu, Zico kembali menjadi kunci. Ia memberikan umpan tumit yang membuka ruang bagi Mohamed Salah di kotak penalti, sehingga kapten Mesir bisa masuk ke posisi yang tepat untuk menuntaskan peluang.

Salah lalu menunjukkan ketenangannya saat melepaskan tembakan kaki kiri ke sudut bawah gawang Selandia Baru. Gol tersebut menjadi momen penting pertandingan sekaligus menegaskan peran Salah sebagai pemimpin tim.

Mesir kemudian memastikan kemenangan pada menit ke-81. Kali ini, Trezeguet yang tampil sebagai penentu setelah menjadi pemain pengganti, dengan menyundul bola hasil sepak pojok Salah untuk mengubah skor menjadi 3-1.

Mesir memanfaatkan momen setelah Selandia Baru menguasai babak pertama

Sebelum Mesir bangkit, Selandia Baru justru tampil lebih baik pada babak pertama. Perbedaan dinamika itu sempat membuat pertandingan berjalan tidak mudah bagi Mesir, terutama saat Selandia Baru lebih dominan sejak awal.

Namun, memasuki babak kedua, Mesir mampu mengubah arah permainan dengan sederet keputusan taktis dan eksekusi yang lebih efektif. Di sinilah peran Zico dan ketajaman Salah menjadi titik balik.

Mesir tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga menunjukkan kemampuan untuk bangkit setelah tekanan awal. Dalam prosesnya, gol-gol yang lahir dari kerja sama di area tengah dan serangan balik membuat pertandingan berubah total.

Dengan kemenangan tersebut, Timnas Mesir kini bahkan berada di puncak klasemen Grup G. Mereka mengoleksi empat poin dari dua pertandingan.

Mesir masih punya satu laga lagi di fase grup, dan untuk mengamankan tempat di babak gugur, mereka hanya membutuhkan hasil imbang saat melawan Iran pada laga terakhir.

Hasil atas Selandia Baru membuat Mesir memperoleh momentum yang sangat penting. Selain mengakhiri penantian panjang kemenangan pertama di Piala Dunia sejak debut 1934, Mesir juga membuka jalan menuju fase berikutnya dengan posisi yang kuat.

Bagi Mohamed Salah, laga ini menjadi bagian dari perjalanan sejarah yang besar bersama tim. Satu gol dan satu assist yang ia catat tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang kontribusi Zico yang menghidupkan permainan Mesir pada momen-momen krusial.

Pada akhirnya, kemenangan 3-1 itu tidak hanya soal tiga poin. Ini adalah penegasan bahwa Mesir mampu memutus rentang waktu yang panjang, sekaligus menulis halaman baru dalam sejarah mereka di Piala Dunia.