jurnalistik.co.id – Gelandang Manchester City, Tijjani Reijnders, dilaporkan telah menyetujui langkah untuk melanjutkan kariernya ke Arab Saudi bersama Al Qadsiah. Kesepakatan ini sekaligus membuka peluang bagi AC Milan untuk memperoleh tambahan pemasukan dari mekanisme klausul penjualan di bursa transfer musim panas 2026.
Menurut informasi yang dikabarkan jurnalis transfer Fabrizio Romano, kedua klub mencapai kesepakatan verbal terkait biaya transfer sebesar 61 juta euro atau setara Rp1,25 triliun. Setelah rincian harga dinilai sudah sesuai, Reijnders memberikan persetujuannya untuk bergabung dengan klub tersebut.
Tahapan berikutnya kini berada pada proses administratif. Kedua tim masih berada dalam tahap pertukaran dokumen sebelum transfer resmi diumumkan kepada publik, sehingga jadwal pengesahan masih menunggu penyelesaian berkas.
Laporan lain menyebutkan bahwa Reijnders tidak mengikuti sesi latihan Manchester City. Kondisi itu dipahami sebagai sinyal bahwa ia sedang bersiap untuk terbang ke Arab Saudi, dan apabila tidak ada kendala, Reijnders akan diperkenalkan sebagai rekrutan baru Al Qadsiah pada akhir pekan ini.
Reijnders sendiri berusia 28 tahun dan memiliki hubungan keluarga dengan sepak bola Indonesia lewat sang kakak, Eliano Reijnders, yang bermain untuk Persib Bandung. Dengan konteks tersebut, langkah Reijnders menuju liga Arab Saudi menarik perhatian karena keterkaitannya dengan pemain Tanah Air.
Dari sisi finansial, perpindahan Reijnders juga memberi dampak langsung bagi AC Milan, klub yang melepasnya lebih dulu ke Manchester City. Milan diketahui membeli Reijnders dari Rossoneri pada musim panas 2025 dengan nilai sekitar 55 juta euro atau Rp1,13 triliun, belum termasuk bonus.
Dalam kesepakatan awal, Milan memasukkan klausul penjualan yang aktif bila Manchester City menjual Reijnders dalam tahun pertamanya. Karena waktu Reijnders hanya terhitung sekitar setahun di Manchester City, Milan berhak mendapatkan tambahan pemasukan sekitar 14 juta euro atau setara Rp288 miliar dari transfer kali ini.
Dengan tambahan tersebut, pemasukan AC Milan di bursa transfer musim panas 2026 diproyeksikan mendekati angka hampir 60 juta euro atau Rp1,23 triliun. Sebelumnya, Milan juga memperoleh sekitar 44,5 juta euro atau Rp916 miliar dari penjualan empat pemain lainnya, yakni Alex Jimenez, Alvaro Morata, Lorenzo Colombo, dan Tommaso Pobega.
Berita Terkait
Total pemasukan itu membuat Milan semakin dekat untuk menyeimbangkan pengeluaran mereka di bursa musim panas. Di periode yang sama, Milan tercatat telah mendatangkan tiga pemain baru, sehingga tambahan dari transfer Reijnders menjadi bagian penting untuk menjaga rencana belanja tetap berjalan sesuai perhitungan.
Sementara itu, bagi Manchester City, kepergian Reijnders menandakan kebutuhan untuk mencari pengganti di sektor gelandang pada bursa transfer yang sedang berlangsung. Situasi makin kompleks karena Rodri juga disebut-sebut akan meninggalkan klub, sehingga peluang perubahan komposisi semakin terbuka.
Jika proses perpindahan Reijnders benar-benar selesai sesuai jalurnya, maka akhir pekan ini menjadi momen penting bagi Al Qadsiah untuk meresmikan rekrutan barunya. Bagi Milan, langkah tersebut juga berpotensi mempertebal kas mereka lewat mekanisme klausul yang sudah disepakati sejak awal.
Bagi dinamika bursa, kabar ini menegaskan bagaimana negosiasi lanjutan dapat memengaruhi pembagian hasil di antara klub-klub yang terlibat.
Meski kedua pihak disebut telah sepakat secara lisan, rincian yang belum selesai membuat kabar ini masih berada pada fase penutupan dokumen. Pertukaran berkas menjadi kunci agar transfer bisa diumumkan secara resmi dan terhindar dari perubahan menit akhir. Karena itu, wajar bila publik belum melihat pengesahan penuh, sementara proses internal kedua klub terus berjalan sesuai tahapan administrasi yang disepakati.
Dari sisi perencanaan, skema kepindahan Reijnders juga memperlihatkan hubungan sebab-akibat di bursa. Ketika satu pemain berpindah, klub perujuk perlu segera menata opsi pengganti, sementara klub yang melepas akan menyesuaikan proyeksi pemasukan. Untuk Manchester City, kebutuhan di lini tengah diproyeksikan meningkat, terlebih bila opsi perubahan komposisi ikut berkembang, sedangkan Milan memperoleh ruang tambah lewat mekanisme klausul penjualan yang sudah termuat sejak awal.
Dengan demikian, paket angka yang disebutkan—mulai dari nilai transfer 61 juta euro hingga estimasi tambahan pemasukan—bukan hanya berdampak pada kas klub, tetapi juga menjadi penanda arah strategi belanja masing-masing tim. Bagi Al Qadsiah, momentum bergerak menjelang akhir pekan sekaligus memberi sinyal bahwa mereka berupaya mengunci pemain baru yang dinilai sesuai kebutuhan. Sementara bagi bursa secara luas, negosiasi yang terus berlanjut pada akhirnya ikut menentukan bagaimana pembagian hasil terjadi di antara klub-klub yang terlibat.












