Teknologi

Trump Tolak Kerja Sama AS–China Kembangkan AI, Anggap Beri “Rahasia”

×

Trump Tolak Kerja Sama AS–China Kembangkan AI, Anggap Beri “Rahasia”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Trump rules out joint US-China venture to develop AI

jurnalistik.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan menolak segala bentuk kerja sama bersama dengan China dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Ia menegaskan posisi itu kembali ia sampaikan saat berada di Washington pada Selasa, dalam acara yang sekaligus menandai peluncuran America.gov.

America.gov diperkenalkan sebagai situs web berbasis AI untuk membantu layanan pemerintah agar lebih mudah diakses. Dalam kesempatan tersebut, Trump menggarisbawahi bahwa Amerika tidak ingin “mengaduk” teknologi AI bersama pihak lain, termasuk rival ekonomi utamanya.

Alasan “kerja sama = membuka rahasia”

Menurut Trump, keterlibatan dalam kerja sama semacam itu akan bermakna “giving away secrets” kepada negara yang ia anggap sebagai kompetitor utama. Ia menyampaikan, “If we do that, we’re going to be giving a lot of secrets that we have that they [China] would want to have, or anybody else,”

Ia melanjutkan dengan pernyataan yang menekankan jarak AS dan China dalam lanskap teknologi. “Frankly, there is nobody in third place…it’s all between us and China.”

Trump juga menyebut AS berada pada posisi unggul di sektor AI. Ia menegaskan, “we’re leading by a lot” dan karenanya tidak berniat “mix it up” dengan pihak lain yang berpotensi menjadi pesaing.

Dalam logika yang ia sampaikan, pembatasan atau aturan terhadap teknologi juga dinilainya dapat menghambat pertumbuhan. Ia kembali menolak penerapan kontrol yang, dalam pandangannya, akan mengekang perkembangan AI di masa depan.

Dialog AS–China tetap berjalan, tapi kooperasi pengembangan ditolak

Pernyataan Trump muncul setelah kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Gedung Putih pekan lalu. Setelah pertemuan itu, Beijing dan Washington mengumumkan peluncuran “new AI dialogue” dengan kelanjutan pembahasan dijadwalkan pada November.

Kedua negara juga membentuk “new communications channel” untuk mengurangi kemungkinan kesalahpahaman selama insiden yang berkaitan dengan AI. Namun, Trump menyatakan topik AI yang muncul dalam pertemuan dengan Xi tidak mengubah pendiriannya terkait kerja sama pengembangan teknologi.

Trump menyampaikan bahwa ia tetap menolak bentuk kolaborasi untuk mengembangkan AI. “Then they’re going to be able to immediately gain access to things that we know that they don’t know,” katanya, sebelum menegaskan arah kebijakan yang ingin dipertahankan.

Dalam kalimat penutup yang ia sampaikan, Trump menyatakan, “we’re leading now over China and everyone else, and I want to keep it that way”.

Sementara itu, sebelum pertemuan Trump dengan Xi, kementerian luar negeri China telah mengingatkan bahwa “narratives of threat” dan “confrontation” menghambat tata kelola AI. Pernyataan itu disebut muncul dalam konteks pembahasan yang lebih luas mengenai bagaimana AI seharusnya diatur.

Kekhawatiran publik soal risiko AI

Di dalam negeri, Trump menghadapi meningkatnya perhatian publik terhadap bahaya potensial AI. Ia justru menyerukan perlindungan tambahan dalam bentuk “guardrails” tidak sejalan dengan kekhawatiran tersebut, karena ia dikenal sering menolak isu keamanan sebagai sesuatu yang berlebihan.

Menjelang akhir September, Politico menerbitkan hasil jajak pendapat yang menunjukkan dua dari tiga warga Amerika meyakini ada setidaknya risiko “moderate” bahwa AI bisa menghancurkan kemanusiaan. Dari kelompok pendukung Trump, 44% mengatakan mereka lebih memilih agar pengembangan AI dihentikan untuk sementara.

Trump, menurut pemberitaan, kembali mengabaikan peringatan keselamatan dengan merujuk isu tersebut sebagai “hoax”. Ia membandingkannya dengan klaim “global warming scam” yang ia sebut sebagai skenario yang “being perpetrated by radical left Dumocrats”.

Dengan merangkum pandangan itu, Trump menempatkan keberlanjutan pertumbuhan teknologi sebagai pusat argumennya. Ia menegaskan kembali penolakannya terhadap pembatasan yang diyakini akan memperlambat perkembangan AI, sekaligus menegaskan tidak ada ruang bagi kerja sama pengembangan dengan China.