Olahraga

Beijing Open: Sabalenka ‘expects a bit more from myself’ usai menang atas Renata Zarazua

×

Beijing Open: Sabalenka ‘expects a bit more from myself’ usai menang atas Renata Zarazua

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Beijing Open: Aryna Sabalenka 'expects a bit more from myself' after win over Renata Zarazua

jurnalistik.co.id – Aryna Sabalenka memulai kampanye China Open dengan kemenangan meyakinkan atas Renata Zarazua, sekaligus mengulang sikap kritisnya terhadap diri sendiri. Petenis peringkat dunia dua itu menyebut tengah berusaha lebih lembut pada mentalnya, meski standar yang ia pasang selalu terasa tinggi.

Sabalenka mengunci kemenangan 6-1, 6-3 dalam tempo 63 menit. Pada laga tersebut, ia mencatat 11 ace dan tidak menghadapi satu pun break point dari Zarazua.

Bagi Sabalenka, kemenangan ini menjadi pertandingan pertamanya setelah kehilangan status petenis nomor satu dunia serta gelar US Open kepada Elena Rybakina pada September. Ia kini kembali tampil sebagai pemain yang sedang mengejar konsistensi setelah perubahan besar pada ranking dan daftar juara.

Di musim ini, Sabalenka juga sedang membidik gelar pertama sejak menyelesaikan rangkaian “Sunshine Double” pada bulan Maret. Saat itu, ia menjuarai Indian Wells dan Miami Open secara berurutan, dan kemenangan beruntun tersebut sempat menegaskan ritme permainan terbaiknya.

Namun, tahun ini disebutnya berjalan “mixed” menurut standar yang selama ini ia bangun sendiri. Sabalenka diperkirakan akan menutup musim tanpa trofi Grand Slam untuk pertama kalinya sejak 2022, serta kerap berhadapan dengan tantangan mengendalikan frustrasi di lapangan.

Ketika ditanya mengenai kebiasaan menilai dirinya sendiri secara berlebihan, Sabalenka menyampaikan cara pandangnya dengan nada yang jujur. Ia mengatakan, “I think this is a good and a bad side of my personality, that I always ask and wait for more from myself.”

Menurut Sabalenka, sisi positifnya adalah dorongan itu bisa memacu dirinya untuk terus berkembang. Tetapi ia juga menegaskan ada bagian yang justru “drain” energinya ketika tuntutan terhadap diri terlalu berat.

Ia melanjutkan, “Sometimes it can drive me forward, but sometimes it can really drain my energy. “Maybe this is something I have to finally learn. I’m really trying so hard sometimes to be easier on myself.” Di China Open, ia memaknai upaya tersebut sebagai proses yang sedang ia jalani, bukan sekadar slogan.

Dengan kemenangan atas Zarazua, Sabalenka akan melangkah ke babak ketiga menghadapi petenis muda asal Republik Ceko, Nikola Bartunkova. Bartunkova berusia 20 tahun, dan Sabalenka sebelumnya pernah merasakan laga yang ketat saat hampir kalah darinya di Berlin Open pada Juni.

Rangkaian pertandingan di ajang WTA 1000 juga menampilkan dinamika lain di nomor tunggal putri. Unggulan teratas, Elena Rybakina, memulai perjalanannya pada Sabtu, sementara lebih awal Katie Boulter dari Inggris harus mengakui keunggulan Karolina Muchova.

Boulter tumbang 7-6 (7-3), 6-1 dari Muchova. Di sisi lain, juara French Open Mirra Andreeva bangkit dengan mengalahkan wildcard asal Tiongkok, Yuan Yue, lewat skor 3-6, 6-0, 6-0.

Untuk nomor putra, persaingan juga berlangsung ketat. Daniil Medvedev yang berstatus unggulan keenam tampil dominan dengan 12 ace saat menundukkan petenis Spanyol, Pablo Carreno Busta, 6-4, 6-2.

Di nomor ganda, pasangan Julian Cash dan Lloyd Glasspool melaju setelah mengalahkan duet Andrey Rublev dan Karen Khachanov. Mereka menang 6-3, 6-4, sekaligus memastikan langkah berikutnya untuk persaingan tim di turnamen.

Dengan hasil-hasil awal tersebut, China Open mulai memperlihatkan wajah persaingan yang berlapis: ada ketajaman servis dan efisiensi permainan seperti yang ditunjukkan Sabalenka, ada pula tuntutan mental yang terus diuji pada saat yang bersamaan. Tantangan terbesar Sabalenka berikutnya kini datang dari Bartunkova, sebelum Rybakina melanjutkan misi sebagai unggulan teratas di event tersebut.