Olahraga

Brighton menunjuk Arturo Ruiz sebagai pelatih kepala tim putri usai kepergian Dario Vidosic

×

Brighton menunjuk Arturo Ruiz sebagai pelatih kepala tim putri usai kepergian Dario Vidosic

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Arturo Ruiz named Brighton boss after shock Dario Vidosic exit

jurnalistik.co.id – Brighton telah mengonfirmasi Arturo Ruiz sebagai pelatih kepala tim putri mereka, menyusul kepergian Dario Vidosic yang diumumkan secara mengejutkan. Penunjukan ini datang hanya beberapa jam setelah kabar Vidosic mundur dari jabatannya tepat menjelang awal musim baru.

Ruiz, yang berusia 29 tahun, menandatangani kontrak hingga tahun 2029. Ia akan bergabung bersama klub yang berlaga di Women’s Super League (WSL) setelah izin kerja (work permit) selesai diproses.

Perubahan ini terjadi sekitar satu pekan sebelum kompetisi musim berjalan dimulai. Brighton menyatakan Vidosic meninggalkan jabatannya “untuk mengejar kesempatan baru”, dan sejumlah pihak memperkirakan langkah berikutnya akan membawanya ke Amerika Serikat.

Dalam laporan yang beredar, Angel City disebut sebagai destinasi yang paling mungkin. Sementara itu, Ruiz akan memulai peran barunya dari Real Sociedad, klub yang ia tangani setelah resmi diangkat sebagai pelatih kepala pada bulan Juli 2025.

Karier kepelatihan Ruiz sebelumnya pernah dimulai di Atletico Madrid. Ia kemudian membawa Atletico finis di peringkat ketiga Liga F, sekaligus memastikan kualifikasi ke Women’s Champions League.

Setelah itu, Ruiz melanjutkan perjalanan bersama Granada CF sebelum pada akhirnya kembali menjadi pelatih kepala Real Sociedad. Di kompetisi liga yang sama, ia kembali mencatat hasil finis ketiga bersama klub tersebut.

Brighton juga menyampaikan respons resmi terkait kedatangan Ruiz. Zoe Johnson, managing director tim putri dan akademi Brighton, menyatakan, “We are delighted to welcome Arturo to the club,” lalu menambahkan bahwa selama proses rekrutmen, Ruiz cepat menonjol karena rekam jejaknya dalam mengembangkan tim dan individu. Johnson menegaskan Brighton memiliki keyakinan pada kemampuan Ruiz untuk membawa tim maju dan akan memberikan dukungan penuh saat persiapan akhir menuju awal musim WSL.

Di sisi lain, Vidosic meninggalkan Brighton setelah menjalani peran sebagai manajer sejak bergabung dari Melbourne City pada tahun 2024. Ia menandatangani kontrak tiga tahun ketika Brighton berupaya mendekati papan atas WSL, khususnya target berada di empat besar.

Pada musim pertamanya, Vidosic membawa Brighton finis di peringkat kelima, yang menjadi hasil terbaik klub mereka di WSL. Mereka juga mencatat kemenangan yang berkesan atas Arsenal dan Manchester City pada musim 2025-26.

Prestasi terbesar Vidosic datang ketika Brighton mencapai final Women’s FA Cup untuk pertama kalinya dalam sejarah klub pada bulan Mei. Dalam pernyataan perpisahannya, Vidosic mengatakan, “I have loved my time at Albion and am proud of what we have achieved together,” sebelum menambahkan bahwa keputusan untuk meninggalkan adalah hal yang sulit, namun ia meyakini ini waktu yang tepat bersama keluarganya untuk memulai babak baru. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pemain, staf, dan pendukung selama masa jabatannya, serta mendoakan keberhasilan bagi semua pihak yang terkait dengan Albion.

Dengan tersisa satu pekan sebelum musim dimulai, Brighton sempat diprediksi menjadi salah satu klub yang berpeluang menantang tim-tim besar WSL seperti Arsenal, Chelsea, Manchester City, dan Manchester United untuk memperebutkan empat besar. Musim WSL mereka dijadwalkan dimulai di kandang sendiri menghadapi Arsenal pada Minggu, 6 September pukul 12:00 BST.

Jika melihat sisi yang lebih luas, Vidosic disebut membawa pengaruh besar dalam beberapa musim terakhir Brighton. Klub bergerak maju dengan investasi pada skuad yang mereka miliki, sehingga kepergian sang pelatih dipandang sebagai pukulan serius.

Vidosic sendiri didatangkan ketika reputasinya masih relatif minim di Eropa, setelah masa karier bermainnya berakhir dan ia memulai langkah kepelatihan dari Australia. Dua tahun bersama Melbourne City disebut menunjukkan potensinya, dan sejak menukangi Brighton, ia berkembang menjadi salah satu pelatih yang paling dihormati di Inggris.

Gaya permainan yang dibawanya dikenal menarik dan kreatif, namun pendekatan tersebut juga membuat Brighton sempat kurang konsisten pada beberapa periode. Namun, dalam dua musimnya, mereka tetap menunjukkan kemampuan bersaing dengan raksasa WSL dan pada akhirnya memperoleh ganjaran berupa penampilan di final FA Cup.

Transisi pelatih menjelang start musim

Konstelasi program Brighton juga tampak mengarah pada masa depan yang positif. Pada bulan April, klub mengumumkan rencana membangun stadion khusus perempuan pertama di Eropa, dengan biaya sekitar £80 juta. Brighton juga berhasil mendatangkan pemain-pemain ternama, termasuk Fran Kirby—pemenang Euro 2022 bersama Inggris—dan pada musim panas ini mereka merekrut Lia Walti, yang berstatus kapten timnas Swiss.

Namun, jadwal keluarnya Vidosic dianggap menjadi tamparan besar. Dari sudut pandang sang pelatih, NWSL masih dipandang sebagai salah satu liga terbaik di dunia, sehingga ia kemungkinan akan memiliki ruang lebih besar dalam urusan rekrutmen serta proyek jangka panjang klub yang ia pilih.

Di Brighton, sejumlah perekrutan baru datang untuk bermain di bawah Vidosic dan mengikuti gaya yang ia terapkan. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah strategi rekrutmen yang dilakukan dapat selaras dengan visi Ruiz. Mengingat musim WSL akan segera dimulai dalam hitungan hari, tantangan awal Ruiz kemungkinan besar akan membuat Brighton berada pada posisi yang kurang menguntungkan saat kampanye baru berjalan, padahal sebelumnya mereka berharap bisa membangun momentum sejak awal.