jurnalistik.co.id – Keributan mewarnai acara timbang-barat jelang duel perebutan gelar kelas berat IBF yang masih lowong pada Sabtu di O2 Arena. Moses Itauma mendorong Filip Hrgovic hingga terjatuh/terlempar dari panggung kecil, sebelum Hrgovic membalas dengan sebuah pukulan slap yang memicu kekacauan saat acara resmi berlangsung.
Insiden itu terjadi ketika pasangan petarung sama-sama berada dalam momen yang seharusnya menjadi pengantar pertandingan. Hrgovic yang berusaha menyudahi konflik dengan menoleh untuk sesi foto, justru mendapat dorongan dari Itauma di bagian punggung. Akibatnya, pria berusia 34 tahun itu tersingkir dari panggung.
Hrgovic kemudian kembali naik lewat pengamanan, lalu menjangkau ke arah Itauma dan menampar wajahnya. Ketegangan tak berhenti di situ karena anggota dari kedua tim ikut terlibat, sebelum petugas keamanan memisahkan mereka.
“He pushed me first so I just gave it back. He started it,” kata Hrgovic setelah insiden, sebelum ia menghentikan percakapan untuk kembali menatap Itauma.
Duel keduanya sendiri akan mempertaruhkan gelar kelas berat IBF yang kosong. Itauma masuk laga dengan target menjadi juara kelas berat termuda kedua dalam sejarah, setelah menunjukkan ambisi besar pada malam pertandingan.
Perjalanan emosional mereka memang sudah terasa sejak fase fight week. Itauma, yang berusia 21 tahun, disebut sempat menolak terlibat saat Hrgovic berupaya “mengusik” sepanjang pekan jelang duel. Meski begitu, ia tetap berada dalam kondisi yang keras—terutama ketika keduanya saling berbalas kata dengan nada tinggi di momen face-off.
Dalam ketegangan tersebut, Itauma dan Hrgovic saling melontarkan umpatan, lalu situasi berkembang menjadi dorongan saat Hrgovic menoleh untuk berfoto. Chaos itu memperlihatkan bahwa ketegangan tidak hanya soal gengsi, melainkan juga dorongan untuk menunjukkan kendali menjelang pertandingan.
Sepekan sebelumnya, Itauma menyinggung komentar Hrgovic yang berkali-kali melabelinya sebagai “kid”. Menurut Itauma, perkataan itu mulai mengganggu konsentrasinya. Ia menyatakan, “I don’t know, I just lost it a little bit. I had a little itch and I had to scratch it,” sebelum insiden di area timbang menjadi titik puncak suasana.
Sebelum keributan pecah, Hrgovic sempat tampil dalam kondisi yang disebut “fit”, dengan angka timbang yang menjadi sorotan. Ia mencatat bobot 16st 12lb (107kg), sekaligus menjadi yang paling ringan dalam tujuh tahun terakhirnya.
Bobot Hrgovic itu juga lebih ringan 12 pon dibanding saat ia meraih kemenangan atas Dave Allen pada bulan Mei. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa Hrgovic datang dengan persiapan yang fokus pada pengaturan berat.
Itauma sendiri juga menimbang dengan bobot 17st 4lb (110kg). Angka itu disebut sama seperti saat ia menang atas Jermaine Franklin pada bulan Maret, sekaligus menegaskan konsistensi berat jelang duel penentu gelar lowong.
Berita Terkait
Di luar adu emosi di panggung, konteks acara timbang bawaannya juga menjadi bagian dari perhatian. Acara timbang seremonial berlangsung di London pada Spitalfields Market, dengan proses resmi yang digelar di balik pintu tertutup pada hari yang sama.
Beberapa ratus orang berkumpul di area sekitar stan makanan dan kios kopi untuk menyaksikan jalannya momen itu. Itauma berjalan melewati kerumunan, disambut teriakan keras, dan tampak tersenyum saat bergerak di sekitar pasar.
Sebagian penonton datang khusus untuk menyaksikan timbang, sementara yang lain hanya melintas lalu berhenti karena penasaran dengan keramaian. Bauran suasana itu membuat insiden dorong-slap terasa semakin “langsung” di depan mata publik.
Frank Warren, promotor di balik laga, menilai insiden tersebut bukan semata tindakan yang direncanakan sejak awal. Ia menggambarkan bahwa Itauma tampak kesal dengan apa yang dikatakan Hrgovic sebelum dorongan terjadi.
Warren mengatakan, “He wants to stamp his authority and I think that’s what he was doing there – stamping his authority before he gets in the ring,” seraya menambahkan bahwa Itauma ingin menunjukkan ketenangan terhadap pengalaman yang dibawa Filip.
Ia melanjutkan, “He’s showing he’s not fazed by what Filip brings with his experience and sterling amateur background. He’s up for this, alight and on fire.”
Reputasi yang melekat pada dua petarung juga mempertegas besarnya laga di depan mata. Itauma datang dengan rekor tak terkalahkan dan kekuatan KO, serta reputasi sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di tinju.
Di catatan profesionalnya, Itauma sudah mengantongi 14 kemenangan, dengan 12 kali menghentikan lawan. Sementara itu, Hrgovic disebut pernah kalah sekali—yaitu dari petinju Briton Daniel Dubois—dalam total 21 pertarungan.
Menjelang pertarungan, rangkaian komentar juga ikut menambah ketegangan. Hrgovic sempat menyatakan, “I’ll send Itauma back to high school”, sementara Hamed menilai Itauma “million times better” daripada Fury dan Joshua.
Dengan semua faktor itu—taruhan gelar IBF kelas berat lowong, momen timbang yang berubah menjadi konflik fisik, serta persiapan bobot yang sama-sama diperhitungkan—duel Itauma vs Hrgovic di O2 Arena Sabtu nanti diprediksi akan berlangsung dengan intensitas tinggi.
Bagi Itauma, dorongan yang berujung slap menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju gelar termuda kedua akan diuji bukan hanya di atas ring, tetapi juga pada detik-detik ketika ketegangan berubah menjadi tindakan. Sementara bagi Hrgovic, balasan slapnya memperlihatkan bahwa ia tidak berniat menyerahkan kendali begitu saja menjelang malam pertandingan.












