Olahraga

Dana White Ragukan Duel Fury vs Joshua setelah 24 Jam Kekacauan: Ia Mengaku Tak Tahu Laga Bakal Terjadi

×

Dana White Ragukan Duel Fury vs Joshua setelah 24 Jam Kekacauan: Ia Mengaku Tak Tahu Laga Bakal Terjadi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Fury vs Joshua: Dana White casts doubt on fight after 24 hours of chaos

jurnalistik.co.id – Dua hari setelah pengumuman duel Tyson Fury vs Anthony Joshua, ketidakpastian kembali mengemuka. Dana White menyatakan ia tidak tahu apakah pertarungan itu benar-benar akan terlaksana, bahkan menyinggung kemungkinan acara konferensi yang dijadwalkan Rabu di London.

White, yang disebut menjadi salah satu figur promotor bersama dalam rencana pertarungan tersebut, ditanya dalam sebuah acara di London. Saat ditanya apakah laga itu bakal terjadi, ia menjawab singkat, “I don’t know.”

Dalam kesempatan lain yang membahas konferensi berita Rabu, White kembali menegaskan ketidakpastiannya. Ia berkata, “I have no idea.” Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa masalah kontrak belum beres sepenuhnya.

Fury dan Joshua pada Kamis lalu diumumkan akan bertarung di Stadion Principality, Cardiff, pada 11 Desember. Laga tersebut direncanakan bisa disaksikan secara global melalui Netflix. Namun, sebelum minggu ini berakhir, kepastian yang sempat terbentuk mulai goyah.

Dalam 24 jam terakhir, rumor soal kelanjutan rencana duel semakin ramai. Sengketa berkaitan dengan pihak yang berhak mempromosikan acara disebut menjadi pemicu munculnya klaim-klaim baru, termasuk pembahasan kemungkinan penggantian laga jika rencana awal gagal.

Ketegangan ini juga menyoroti siapa yang masuk dalam susunan kolaborasi promosi. Pengumuman awal menempatkan kerja sama melibatkan Turki Alalshikh, lewat The Ring, bersama Dana White. Nama Eddie Hearn—yang selama ini mempromosikan Joshua—tidak disebut dalam kerangka tersebut, demikian pula Frank Warren yang menjadi promotor lama Fury.

White sebenarnya bukan figur yang benar-benar asing dalam rencana laga ini. Ia mengaku sudah berkali-kali menyatakan keterlibatannya dalam Fury vs Joshua selama beberapa pekan terakhir. Meski demikian, Hearn berulang kali menyatakan sebaliknya, bahwa ia tidak mengharapkan White memiliki peran promosi.

Setelah pengumuman Kamis, Hearn menyatakan kontrak Joshua memuat ketentuan yang melarang White dan perusahaan hiburan olahraga asal Amerika, TKO, mengambil peran promosi. Ia juga menegaskan, Netflix tidak diberi informasi mengenai klausul tersebut.

Hearn menilai ada pelanggaran terhadap kesepakatan yang perlu diselesaikan, dan dari situ ia menimbulkan keraguan apakah konferensi berita Rabu benar-benar akan berlangsung.

Di sisi Fury, ada pernyataan yang senada mengenai pembatasan dalam kontraknya. Fury menyebut pembatasan serupa sempat muncul, tetapi kemudian dicabut karena ia menginginkan keterlibatan White dalam proyek promosi.

Frank Warren mengambil sikap yang lebih pragmatis. Menurutnya, White berperan dalam mengamankan kerja sama Netflix, dan kompromi diperlukan agar duel tersebut bisa diwujudkan.

Namun, ketika ditanya pada Sabtu, White tidak memberi jawaban yang memastikan laga akan berjalan. Alih-alih, ia justru lebih tegas dalam kritiknya terhadap Hearn. Ia mengatakan, “The guy who is supposed to be helping the fight has been hurting the fight,” lalu menambahkan, “He hasn’t done the fight any favours.”

Pada titik inilah pembaca berita melihat betapa cepatnya suasana berubah. Pengumuman yang sebelumnya berstatus “resmi” tidak bertahan lama ketika isu promosi kembali menjadi pusat perdebatan.

Sebelum itu, pada Jumat malam, kabar tentang potensi batal beredar. Laporan-laporan menyebut duel Fury vs Joshua berada dalam risiko, sekaligus ada diskusi mengenai pertarungan alternatif untuk tanggal 11 Desember.

Di antara opsi yang sempat disebut adalah duel Ryan Garcia melawan Terence Crawford, petinju yang baru saja pensiun setelah memegang status tak terkalahkan pada tiga kelas berat. Crawford sendiri tampak terkejut dengan saran bahwa ia mungkin akan melawan Garcia, dan ia mempertanyakan gagasan tersebut secara terbuka.

Kemudian Fury ikut turun tangan. Dalam video yang diunggah di media sosial, ia menyatakan Joshua dan Hearn sedang “trying to pull out,” serta mengaitkan sebagian besar masalah pada keberatan Hearn terhadap keterlibatan White.

Sampai saat itu, belum ada pernyataan dari Joshua yang secara tegas menyebut ia bermaksud menarik diri. Sementara itu, Alalshikh memperlihatkan kedekatannya dengan White lewat unggahan foto bersama.

Namun, pesan Alalshikh yang menyusul berformat teka-teki dalam bahasa Arab tidak menyebut Fury vs Joshua secara eksplisit. Isinya berbicara tentang upaya menyerang seseorang “di tempat yang kamu katakan sakit,” tanpa merujuk langsung pada duel yang dimaksud.

Hearn, di sisi lain, memilih respons bernada sindiran. Ia mengunggah gambar bersama emoji “shushing” dan menuliskan, “Bet against me.” Ungkapan tersebut seolah menegaskan keyakinannya bahwa skenario yang dipertanyakan tidak akan menghalangi rencana.

Ketika White kembali muncul di hadapan media pada Sabtu, percakapan di ruang publik London memang didominasi oleh pertanyaan yang sama. Siapa yang sudah tahu apa, sejauh mana bahaya bagi duel tersebut, dan apakah konferensi Rabu benar-benar akan berlangsung tetap menjadi benang merah.

White sendiri menilai perbedaan peran dalam konflik ini bisa penting. Ia berulang kali menekankan bahwa detail keterlibatan dirinya masih menjadi bagian dari sengketa, terutama bila para pihak menelaah batasan kontrak yang mengatur hak promosi Joshua.

Dalam tayangan kartu Zuffa Boxing di Amerika pada Sabtu, sempat muncul pandangan bahwa White membantu Alalshikh secara personal, bukan bertindak sebagai promotor. White menolak penafsiran itu. Ia berkata, “I don’t know where that came from,” dan menambahkan, “That was weird.”

Adapun saat ditanya apakah ia akan hadir di konferensi berita Rabu jika laga tersebut akhirnya tetap berjalan, White kembali memberi jawaban yang bersifat menggantung. Ia mengatakan, “I guess I’ll leave that as a surprise.”

Sampai malam Sabtu, status resmi di pihak Netflix masih menampilkan Fury vs Joshua di Stadion Principality pada 11 Desember. Netflix juga menyebut kedua petinju akan menghadiri konferensi berita pada Rabu.

Meski begitu, sengketa kontraktual yang disebut belum selesai membuat situasi terasa tidak stabil. Hanya dalam waktu sedikit lebih dari 48 jam sejak pengumuman, salah satu tokoh kunci dalam promosi bahkan tidak mampu memastikan apakah laga akan benar-benar terjadi atau apakah acara peluncuran besar pertama akan berlangsung sesuai jadwal.

Dalam dunia tinju modern, langkah membatalkan rencana besar jelas bukan sesuatu yang mudah. Terlalu banyak uang, waktu, dan pekerjaan yang sudah dikeluarkan untuk membuat proyek ini berjalan.

Tetapi, jika pelajaran beberapa dekade terakhir tinju masih berlaku, kesepakatan resmi tidak otomatis berarti pertandingan pasti aman. Fury vs Joshua kini kembali menunggu hambatan berikutnya untuk diselesaikan, sementara rumor dan pertanyaan terus membayangi.