Olahraga

Joe Root: “hacked off” dan “disappointed” atas insiden klub malam Brydon Carse di Derby

×

Joe Root: “hacked off” dan “disappointed” atas insiden klub malam Brydon Carse di Derby

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Joe Root says he is 'hacked off' and 'disappointed' at Brydon Carse's nightclub incident

jurnalistik.co.id – Kapten Inggris, Joe Root, menyampaikan kekecekaannya terkait insiden yang melibatkan fast bowler Brydon Carse di sebuah klub malam di Derby. Dalam konferensi pers, Root memilih kata yang tegas: dia merasa “hacked off” dan juga “disappointed”.

Root menyebut reaksi tersebut datang setelah serangkaian pembahasan yang pada dasarnya tidak berkaitan dengan performa tim sebelumnya. “If I’m being brutally honest, I’m really hacked off, I’m really disappointed,” ujarnya saat membuka konferensi pers.

Ia menambahkan bahwa setelah penampilan pada pekan lalu, kondisi yang sedang dibicarakan sekarang justru bergeser ke persoalan di luar lapangan. Menurut Root, situasi yang terjadi tidak semestinya menjadi fokus dari rangkaian persiapan pertandingan.

Carse, yang berusia 31 tahun, menjadi pusat perhatian setelah munculnya unggahan di media sosial pada Minggu. Dalam unggahan tersebut, Carse terlihat mengenakan borgol di luar sebuah bar di Derby pada Sabtu malam. Setelah itu, Carse sempat ditangkap dan kemudian dinyatakan “de-arrested”.

Kepastian mengenai dampak insiden ini juga terlihat dari keputusan skuat. Carse dijatuhkan dari skuad untuk Uji Coba (Test) kedua yang mulai digelar melawan Pakistan pada pekan ini. Sebagai pengganti, Sonny Baker masuk ke skuad untuk Test berikutnya.

Root menegaskan bahwa insiden ini tidak hanya berdampak pada penjadwalan, tetapi juga membawa konsekuensi administratif yang lebih luas. Dewan Kriket Inggris dan Wales, ECB, merujuk kasus tersebut kepada Cricket Regulator.

Dengan perubahan skuad tersebut, Test yang dijadwalkan berlangsung di Lord’s akan dimulai pada Kamis. Pergantian pemain ini menjadi bagian dari upaya menjaga komposisi tim yang akan bertanding, sekaligus memastikan proses penanganan kasus berjalan.

Root juga menjelaskan konteks peran Carse pada momen terjadinya insiden. Ia menyatakan bahwa pada saat kejadian, Carse tidak sedang menjalankan tugas untuk Inggris karena telah dilepas untuk bermain bagi Durham. Kendati demikian, Carse tetap berstatus pemain yang dikontrak secara sentral.

Di tengah pembahasan mengenai pergantian skuad, Root mengatakan ia sudah berbicara dengan rekan setimnya sesama pemain Inggris tersebut. Pernyataan Root memperlihatkan bahwa perhatian utama baginya bukan semata-mata pada urusan prosedural, melainkan juga pada posisi Carse sebagai pribadi.

“I’ve spoken to Brydon, and when I first found out my main concern was him as a person,” tutur Root. Ia menambahkan bahwa ia merasa tidak berlebihan jika mengatakan Carse sangat terpengaruh dengan kejadian itu.

Root menyebut Carse tampak “very upset” dan juga “very apologetic”, sekaligus memahami tindakannya. Root mengatakan keyakinannya bahwa saat Carse diberi kesempatan, ia sendiri yang akan menjelaskan situasinya.

Namun, Root tidak berhenti pada sisi individu. Ia menilai ada masalah yang lebih besar yang berulang, yaitu cara pemain membuat pilihan dan kesalahan saat berada di luar konteks permainan.

“But I don’t think it’s the isolated incident itself, it’s the fact that we keep making stupid mistakes away from the game and it’s detracting from what we’re doing on the field,” kata Root. Intinya, menurutnya, persoalan terbesar bukan hanya satu insiden, melainkan pola kesalahan yang terus terjadi di luar lapangan.

Ia menyampaikan bahwa rasa frustrasinya muncul karena kesalahan-kesalahan seperti itu terus mengganggu fokus yang seharusnya diarahkan pada pekerjaan di arena pertandingan. Dalam pandangan Root, ketika kekacauan terjadi di luar permainan, dampaknya langsung terasa karena tim justru teralihkan dari target yang sedang dijalankan.

Dengan adanya rujukan dari ECB dan penggantian dalam skuad untuk Test kedua, kabar tersebut memberi sinyal bahwa tim juga menempatkan disiplin dan tanggung jawab sebagai bagian penting dari persiapan turnamen. Root, melalui penuturannya, menegaskan bahwa elemen tersebut tidak bisa dipisahkan dari upaya mempertahankan performa di lapangan.

Root juga menempatkan percakapannya dengan Carse sebagai bukti bahwa tim tetap berinteraksi untuk memastikan pemain memahami konsekuensi dan mengambil pelajaran. Di sisi lain, ia tetap menyatakan kekecewaan karena pola kesalahan yang sama, menurutnya, seolah tidak kunjung berhenti.

Di tengah persiapan menuju Test di Lord’s, keputusan mengganti Carse dengan Sonny Baker membuat fokus tim beralih ke kebutuhan taktis dan rencana pertandingan. Meski demikian, Root menegaskan bahwa diskusi di ruang publik tetap tidak bisa dihindari karena insiden tersebut menyangkut reputasi dan tanggung jawab pemain.

Kesimpulannya, pernyataan Joe Root menggambarkan dua lapisan sekaligus: kepeduliannya terhadap Carse sebagai manusia, dan penekanannya bahwa “stupid mistakes” yang terjadi di luar permainan akan terus menggerus kerja tim. Di waktu yang sama, rujukan ECB kepada Cricket Regulator menandakan proses penanganan kasus ini berjalan melalui jalur formal.

Bagi Inggris, sisa pekan ini menjadi periode penting untuk memulihkan fokus menjelang pertandingan. Sementara itu, kabar tentang insiden Brydon Carse dan respons kapten menunjukkan bahwa apa yang terjadi di luar lapangan dapat memengaruhi dinamika skuad jauh lebih cepat daripada yang seharusnya.