jurnalistik.co.id – Pengacara Andrew Tate menyatakan influencer tersebut dan sang adik, Tristan Tate, membesar-besarkan gaya hidup mereka di media sosial. Dalam pengajuan hukum, mereka menegaskan Andrew Tate tidak memiliki supercar yang tampak dalam foto-foto yang dipublikasikan, dan klaim kemewahan yang sering tampil di kanalnya tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta kepemilikan.
Andrew dan Tristan saat ini ditahan di penjara Florida. Keduanya tengah mengupayakan pelepasan dengan jaminan sambil menunggu hasil proses ekstradisi.
Perkara ini bermula ketika penuntut Inggris mengumumkan tuduhan baru terhadap mereka. Andrew dan Tristan dibantah melakukan tindak kejahatan apa pun, namun pihak penuntut menilai keduanya berisiko melarikan diri, antara lain berdasarkan pernyataan mereka di masa lalu terkait kekayaan dan pengaruh serta dugaan adanya banyak identitas untuk menghindari penegakan hukum.
Dalam dokumen persidangan, perwakilan hukum Andrew dan Tristan menyebut model bisnis keduanya “depends on online attention”. Mereka juga menguraikan bahwa “The outrageousness of the posts by them and about them is the point. The more hyperbolic and outlandish the post, the more likely it will generate views and likes, which in turn generates income. In short, they are playing a role”. Menurut pengacara, logika di balik unggahan itu adalah untuk memancing perhatian publik sehingga berdampak pada pendapatan.
Pengacara menambahkan bahwa pada beberapa kesempatan Andrew Tate juga diduga melebih-lebihkan dan memakai hiperbola untuk “comedic effect” tanpa niat agar pernyataannya dianggap serius. Pihaknya menegaskan bahwa karakter klaim di media sosial tidak selalu bisa dibaca sebagai pengakuan kepemilikan atau keadaan finansial yang sesungguhnya.
Di sisi lain, pihak pemerintah menilai Andrew dan Tristan adalah “a risk of flight” berdasarkan klaim mereka di media sosial, termasuk frasa yang disebut “self-proclaimed billionaires”. Pemerintah menyebut klaim tentang kepemilikan “high-end vehicles, private jets, and a custom $50-million-dollar superyacht” serta “unrestricted access to traditional funds, cryptocurrency, and bitcoin”. Namun, pengacara menolak substansi tersebut dengan menyatakan, “But the government has not established these grandiose claims are true”.
Pengacara juga menanggapi bagian yang berkaitan dengan kapal pesiar yang disebut oleh pemerintah. Menurut pengajuan hukum, superyacht yang dirujuk dalam perkara itu tidak dimiliki oleh Tate bersaudara; mereka dibayar untuk mempromosikannya. Dengan kata lain, keberadaan aset mewah tersebut dikaitkan dengan kegiatan promosi, bukan kepemilikan pribadi.
Berita Terkait
Terkait mobil yang sering tampil di konten media sosial, pengacara menyatakan kendaraan, termasuk Aston Martin dan Bugattis yang muncul dalam materi unggahan, adalah mobil sewaan. Mereka menilai cara penggunaan properti yang terlihat mewah itu adalah bagian dari strategi kemasan, sementara kepemilikan sesungguhnya tidak setara dengan gambaran yang dibangun melalui unggahan.
Pengajuan hukum juga menyinggung jenis usaha yang dijalankan Tate bersaudara, dengan menyebut keduanya terlibat dalam sejumlah bisnis “teaching” men untuk cara menghasilkan uang. Dalam kerangka itu, pihak pembela menilai kepentingan mereka adalah “to portray themselves on social media as uberwealthy”, sehingga citra kemewahan menjadi instrumen untuk memperluas pengaruh dan audiens.
Pihak penuntut, menurut pengadilan, berpendapat keduanya memiliki sumber daya signifikan, baik dari uang maupun jaringan di media sosial. Penuntut juga menyebut ada “propensity to intimidate vulnerable complainants”. Selain itu, penuntut mengaitkan argumennya dengan unggahan-unggahan Andrew Tate yang diduga mengejek penuntut dan menyiratkan kemungkinan mengaburkan identitas agar tidak ditangkap.
Mengenai supercar tertentu yang tampak dalam foto, dokumen pembela menuliskan bahwa mobil yang menjadi sorotan tidak disebutkan dalam pengajuan pengacara mereka, sehingga tidak jelas apakah Andrew Tate memiliki kendaraan tersebut. Dengan demikian, isu kepemilikan kendaraan spesifik masih bergantung pada rincian yang dibawa di persidangan.
Proses penangkapan Tate bersaudara dilakukan oleh US Marshals di Miami pada bulan lalu. Penangkapan terjadi setelah Crown Prosecution Service di Inggris mengajukan 38 tuduhan baru, termasuk tuduhan pemerkosaan dan pelanggaran yang berkaitan dengan sex trafficking. Saat ini, keduanya menghadapi total 59 tuduhan yang berkaitan dengan dugaan perbuatan antara Juli 2010 hingga Agustus 2017.
Andrew berusia 39 tahun dan Tristan 38 tahun. Keduanya merupakan warga negara ganda Inggris-Amerika Serikat dan sebelumnya telah membantah semua tuduhan. Andrew Tate sendiri memperoleh ketenaran pertamanya setelah tampil dalam acara reality TV Big Brother versi Inggris pada tahun 2016. Ia dikenal pula sebagai mantan petarung kickboxing yang kemudian membangun basis pengikut besar di media sosial, serta muncul di banyak video yang menampilkan kehidupan dengan citra sangat mewah.
Seiring upaya pelepasan dengan jaminan dan menunggu kelanjutan proses ekstradisi, inti perdebatan di persidangan kini berpusat pada dua hal: penilaian risiko kabur menurut penuntut dan penjelasan pembela mengenai cara Tate bersaudara menggunakan klaim kemewahan sebagai strategi perhatian. Di tengah tarik-menarik tersebut, pengadilan menghadapi kebutuhan untuk menilai apakah klaim-klaim yang ditampilkan dalam unggahan merupakan penggambaran faktual atau hiperbola yang disengaja.












