jurnalistik.co.id – England and Wales Cricket Board (ECB) menyelidiki seorang bowler Inggris, Brydon Carse, setelah video yang beredar online diduga menunjukkan dirinya digiring keluar dari sebuah klub malam di Derby dengan borgol.
Penyelidikan ini muncul setelah munculnya rekaman di media sosial pada Minggu yang memperlihatkan Carse berada dalam kondisi diborgol dan dipimpin pergi dari lokasi klub oleh empat petugas polisi.
Carse disebut tidak sedang menjalankan tugas resmi bersama tim Inggris pada saat insiden yang dilaporkan itu terjadi. Ia dijadwalkan bertemu kembali dengan skuad pada Senin untuk persiapan pekan ini.
ECB memastikan proses tersebut tengah berjalan. Lewat pernyataan resminya, mereka menyebut: “We are aware of an incident which is reported to have taken place in Derby last night, and are currently investigating.” Lembaga yang menaungi kriket Inggris itu menambahkan, “We will provide a further update when possible.”
Dalam video yang beredar, Carse tampak bersama sejumlah orang di sekitar lokasi, termasuk rekan setim. Matthew Potts disebut turut terlihat di momen yang sama, sementara mantan kapten Inggris Ben Stokes juga terlihat dalam dokumentasi yang dipublikasikan di platform media sosial.
Carse sendiri tercatat berada dalam skuad Inggris untuk Uji Coba kedua melawan Pakistan yang akan berlangsung pekan ini. Artinya, penyelidikan ECB datang bersamaan dengan fase kriket internasional yang sedang berlangsung.
Dari sisi konteks tim, kabar investigasi ini menambah rangkaian dinamika di luar lapangan yang pernah menyita perhatian publik sepanjang musim berjalan. Keputusan dan sikap kapten Inggris Joe Root sebelumnya juga menekankan pentingnya perilaku yang bisa menjadi contoh, baik di maupun di luar lapangan.
Root, yang berusia 35 tahun, sempat mengingatkan pemain untuk tetap menjadi teladan setelah memulai periode keduanya sebagai kapten Test. Ia mengatakan kepada BBC Sport, “You always want to represent your country in the best possible light,” sebelum menambahkan, “We might have fallen short of that on a few occasions in the recent past.” Root lalu menyatakan, “The only thing we can do to rectify that is be really good role models, good human beings and put in really strong performances on the field.”
Dalam beberapa waktu terakhir, isu non-teknis sempat mendominasi narasi perjalanan tim. Pada tur musim dingin, salah satu kejadian yang disebut adalah insiden yang melibatkan Harry Brook dan seorang penjaga/‘bouncer’ di Wellington, Selandia Baru, selain juga adanya cerita tentang aktivitas minum dalam perjalanan tengah Ashes ke Noosa.
Berita Terkait
Serangkaian masalah di luar lapangan tersebut berujung pada hasil yang berat bagi Inggris. Tim akhirnya menelan kekalahan besar 4-1 dari Australia dalam rangkaian Ashes tersebut.
Rangkaian tantangan berlanjut hingga musim panas. Ben Stokes dikabarkan melanggar aturan jam malam tim (team curfew), yang kemudian memicu periode enam minggu yang kacau. Proses tersebut berakhir dengan kekalahan seri 2-1 dari Selandia Baru, sekaligus menjadi bagian dari runtutan yang kemudian berujung pada pengumuman pensiun Stokes dan pemecatan Brendon McCullum sebagai pelatih Test.
Di tengah situasi itu, Root lebih awal pada bulan ini juga memutuskan untuk menghentikan pemberlakuan jam malam tengah malam yang sebelumnya ditetapkan pada Januari. Dalam wawancara dengan Sky Sports, Root menyatakan, “There’s not going to be a curfew. I don’t think this needs to be a big deal, to be honest.”
Dengan adanya investigasi ECB terhadap Carse, perhatian publik kini kembali tertuju pada bagaimana organisasi kriket menanggapi dugaan insiden yang menyangkut disiplin dan perilaku pemain.
Sejauh informasi yang sudah tercatat, Carse memiliki sejarah sanksi yang sebelumnya juga menjadi sorotan. Pemain berdarah kelahiran Afrika Selatan ini pernah diskors dari kriket selama tiga bulan pada 2024 karena pelanggaran terkait taruhan yang bersifat historis.
Ia dikenai larangan setelah memasang 303 taruhan pada pertandingan-pertandingan antara 2017 dan 2019. Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa ia tidak terlibat dalam pertandingan-pertandingan yang dijadikan objek taruhan.
Kini, ECB menempatkan kasus Derby ke dalam proses investigasi mereka, menyusul beredarnya video yang menggambarkan momen Carse dibawa keluar klub dengan borgol. Dengan Carse yang tetap berada di agenda skuad Uji Coba dan dijadwalkan bergabung pada Senin, hasil investigasi akan menjadi penentu langkah berikutnya bagi pemain tersebut.
Namun, untuk saat ini ECB menegaskan bahwa mereka baru berada pada tahap penelaahan. Pernyataan mereka menutup dengan janji pembaruan jika memungkinkan, sehingga perkembangan detailnya masih menunggu proses investigasi berjalan.
Bagi Inggris, isu yang melibatkan pemain yang aktif di skuad Test selalu berdampak luas, bukan hanya pada disiplin individu, tetapi juga pada dinamika tim yang sedang berusaha menjaga stabilitas setelah sejumlah peristiwa di luar lapangan sepanjang musim. Dalam suasana seperti itu, investigasi ECB terhadap Brydon Carse menjadi sorotan baru yang bisa menentukan arah pembinaan dan tata kelola pemain ke depan.












