jurnalistik.co.id – BIRMINGHAM — Operator kereta CrossCountry menyatakan akan mengembalikan layanan secara penuh pada Senin, menyusul gangguan besar yang terjadi Minggu akibat pemadaman listrik di pusat kontrol Birmingham. Manajemen juga menyiapkan langkah pemulihan agar perjalanan malam ini berjalan terbatas sebelum jadwal penuh kembali normal.
CrossCountry menyebut prioritas utamanya adalah memulihkan layanan sedekat mungkin dengan kondisi normal untuk para pelanggan. Setelah sebagian besar fasilitas telah dipulihkan, operator merencanakan operasional terbatas mulai sekitar pukul 18.00 waktu setempat pada Minggu malam.
Dalam pengumumannya, CrossCountry berencana menjalankan “very limited number of trains” mulai sekitar pukul 18:00 BST. Rute yang diprioritaskan terutama mengarah ke Leicester dan Derby, dengan tujuan memperkecil dampak pembatalan yang terjadi sebelumnya.
“Our key priority is now to restore as close to a normal service as possible for our customers tomorrow,” demikian pernyataan juru bicara CrossCountry. Mereka menambahkan bahwa rencana sedang disiapkan untuk menghadirkan layanan penuh pada Senin, sambil memastikan koordinasi dengan National Grid dan mitra industri seiring proses pemulihan berlanjut.
Operator juga menyampaikan rencana pengoperasian tersebut dengan kalimat, “With most facilities now reinstated, we are planning to operate a very limited number of services from around 18:00 this evening, primarily on routes towards Leicester and Derby.” Intinya, langkah pemulihan dilakukan bertahap dari malam Minggu menuju jadwal lengkap Senin.
CrossCountry menegaskan bahwa perencanaan untuk layanan penuh sedang dilakukan. “Planning is underway to support a full train service on Monday and we are working closely with National Grid and industry partners as recovery efforts continue,” tambah mereka, disertai permohonan maaf dan apresiasi atas kesabaran penumpang.
“We would like to thank our customers for their patience and understanding during today’s disruption,” ujar operator. Imbauan serupa juga muncul dalam rekomendasi kepada penumpang untuk memeriksa perjalanan sebelum berangkat, mengingat jadwal dapat berubah mengikuti perkembangan pemulihan sistem.
Terkait insentif, CrossCountry menyebut pelanggan yang mengalami keterlambatan 30 menit atau lebih dapat memenuhi syarat kompensasi. Sementara bagi penumpang yang memilih tidak melakukan perjalanan, operator menyatakan mereka dapat mengajukan pengembalian dana dari titik pembelian awal.
Gangguan berawal dari pemadaman listrik yang menimpa pusat kontrol operasional di Birmingham. Akibatnya, CrossCountry membatalkan “almost all” layanan di jaringan pada Minggu, sehingga banyak perjalanan tidak dapat dilakukan sesuai rencana.
Update layanan pada Minggu malam
Setelah pemadaman, National Rail merilis pembaruan pukul 18:13 BST yang menyebut layanan CrossCountry antara Peterborough, Cambridge, dan Stansted Airport akan tetap berjalan pada Minggu malam. Pembaruan yang sama juga menyatakan operator mampu melanjutkan layanan kereta berjadwal sekitar satu kali per jam dari Birmingham New Street menuju Leicester dan Derby.
Dengan demikian, meski masih ada pembatasan, sebagian rute mulai dioperasikan lebih dahulu. Langkah ini dimaksudkan sebagai jembatan menuju pengembalian penuh layanan pada Senin.
Perjalanan yang berakhir lebih cepat
Sejumlah penumpang melaporkan dampak yang langsung mereka rasakan setelah gangguan meluas. Andy Burton, dari Worcester, menceritakan bahwa ia sedang melakukan perjalanan pulang dari Cromford menuju Worcester setelah menghabiskan akhir pekan bersama keluarga untuk merayakan ulang tahun saudara perempuannya.
Berita Terkait
Ia hanya sampai sejauh Derby sebelum perjalanan terhenti lebih awal. Menurutnya, ketika ia tiba di Derby, staf menyampaikan bahwa rute alternatif melalui Leicester juga dibatalkan karena bagian dari skema gangguan CrossCountry.
“It was only once I had arrived at Derby that a member of staff told me my planned alternative route via Leicester had also been cancelled, because it was part of the CrossCountry disruption,” kata Burton.
Burton kemudian mengaku menyadari dirinya terjebak karena tidak ada opsi kereta alternatif untuk kembali ke Worcester. Ia mengungkapkan, “I soon realised I was stranded, as they said there was no alternative train route back to Worcester.”
Ia berharap layanan yang menghubungkan Derby ke Birmingham New Street, lalu diteruskan menuju Worcester, akan kembali beroperasi pada Senin. Namun ia juga menyatakan bila gangguan masih berlangsung, ia mungkin terpaksa memakai taksi hingga Worcester, yang tentu menambah biaya.
“I am hoping that the train service from Derby to Birmingham New Street, and then onwards towards Worcester, resumes tomorrow,” ujarnya. Ia menambahkan, “If there is still disruption, I may have to get a taxi to Worcester, which will leave me even more out of pocket.”
Burton menyimpulkan bahwa situasi tersebut bukan akhir yang ia harapkan untuk akhir pekan yang seharusnya berjalan baik. “It’s not the best end to a great weekend away,” demikian katanya.
Respons pejabat dan seruan evaluasi
Menteri Transportasi, Heidi Alexander, menyatakan puas karena ada kereta yang direncanakan beroperasi malam ini dan jadwal penuh diperkirakan kembali berjalan pada Senin. Ia mengungkapkan bahwa sebagian perjalanan akan dilanjutkan setelah gangguan sebelumnya.
Heidi Alexander mengatakan, “Following earlier disruption on CrossCountry services, I am pleased to hear some trains are set to run tonight, and a full timetable expected to resume tomorrow.” Ia juga menekankan agar penumpang tetap memeriksa perjalanan sebelum berangkat.
Dalam pernyataannya, Alexander menyampaikan apresiasi pada para insinyur yang bekerja untuk meminimalkan gangguan. Ia menambahkan, “I’d like to thank engineers who are working tirelessly to minimise disruption as much as possible.”
Lebih lanjut, Alexander mengaitkan langkah perubahan kebijakan dengan upaya meningkatkan ketahanan jaringan. “We are setting up Great British Railways and nationalising services, including Cross Country next year, to end decades of fragmentation and vulnerability on our network. We are determined to give passengers the reliability they deserve.”
Dari sisi serikat pekerja, National Union of Rail, Maritime and Transport Workers (RMT) menyerukan adanya tinjauan ulang terhadap pusat kontrol operasional kereta. Mereka ingin memastikan pusat tersebut tetap tidak terpengaruh oleh pemadaman listrik.
RMT menyatakan permintaan evaluasi ini bertujuan agar gangguan serupa tidak terulang dan tidak memicu kondisi yang membuat penumpang maupun pekerja menghadapi kekacauan perjalanan dalam tempo yang berulang. Eddie Dempsey, sekretaris jenderal RMT, menyatakan bahwa penumpang dan pekerja rel tidak semestinya harus menghadapi “travel chaos” lain hanya karena sistem cadangan yang tidak memadai.
Dalam pernyataannya, Dempsey menekankan pentingnya kemampuan sistem backup agar jaringan tidak kembali lumpuh ketika terjadi gangguan daya. Fokus seruan ini adalah memastikan pemulihan berlangsung cepat dan gangguan tidak merembet menjadi pembatalan massal seperti yang terjadi pada Minggu.
Sementara penumpang menunggu jadwal Senin, CrossCountry mengingatkan agar semua pengguna layanan tetap memeriksa rencana perjalanan. Dengan langkah operasional terbatas mulai sekitar pukul 18.00 BST dan target layanan penuh pada Senin, operator berupaya menjaga pemulihan tetap terukur dan lebih mudah diikuti oleh pelanggan.












