jurnalistik.co.id – Inggris memulai seri ODI pertamanya musim ini dengan kemenangan meyakinkan atas Irlandia. Di laga pembuka yang digelar di Leicester, tim asuhan Charlotte Edwards sukses mengejar 282 dan menang dengan enam wicket.
Irlandia menorehkan 281-5 dalam 50 overs. Inggris kemudian merampungkan target 283-4 pada 38,1 overs, sekaligus memimpin seri 1-0.
Peran utama datang dari Maia Bouchier yang mencetak century gemilang 104 dari 95 bola. Ia menjadi penentu dalam pengejaran rekor itu, sekaligus mengakhiri laga dengan sisa 11,5 overs setelah Inggris melewati batas yang ditetapkan Irlandia.
Sejak awal, Bouchier tidak berdiri sendirian. Ia membangun kemitraan 143 untuk wicket pertama bersama Sophia Dunkley, yang mengemas 73 dari 61 bola, sebelum Bouchier akhirnya keluar setelah melakukan pukulan saat dibutuhkan. Pada momen Bouchier tersingkir, Inggris masih membutuhkan 59 angka untuk memastikan kemenangan.
Usai wicket itu, Irlandia tidak mampu menahan laju Inggris. Alice Capsey dan Freya Kemp mengunci laju dengan kemitraan cepat 54 dari 38 bola, sehingga Inggris makin dekat dengan target. Capsey kemudian menjadi kunci di fase penutup, mencetak batas kemenangan dan menyelesaikan pertandingan tanpa tersingkir dengan 41 run.
Kemenangan Inggris juga terasa lebih menonjol karena kondisi susunan tim yang sedang bertransisi. Dalam pertandingan ini, lini batting Inggris tampil tanpa Heather Knight dan Tammy Beaumont yang baru saja pensiun, serta tanpa kapten Nat Sciver-Brunt karena cedera. Di saat yang sama, Lauren Bell dan Sophie Ecclestone tidak diturunkan karena sedang direhatkan, sementara Jodi Grewcock menjadi wajah baru dalam tim.
Bouchier sendiri sempat bergerak hati-hati pada awal inning. Ia hanya mencetak delapan angka dari 19 bola sebelum rangkaian pukulan mulai mengubah ritme permainan lewat serangan batas pada inning keenam, ketika Jane Maguire menjadi pembuka ruang. Setelah powerplay, Inggris mencapai 72-0, dengan Dunkley memainkan peran dominan sebelum ia tersingkir.
Berita Terkait
Dunkley menunjukkan kualitasnya saat memburu inning besar. Ia menyusun fifty pertamanya dengan tempo cepat, mencetak 73 sebelum akhirnya tersingkir pada over ke-20, tepatnya tertangkap dan dipukul jatuh oleh Cara Murray. Namun, fondasi yang sudah dibentuk bersama Bouchier cukup kuat untuk membawa Inggris mengontrol jalannya chase.
Sementara itu, Irlandia memberi perlawanan melalui kontribusi beberapa pemukul yang konsisten. Gaby Lewis mencetak 69 dari 89 bola, dan Amy Hunter menambah 62 dari 90 bola, termasuk kemitraan 136 untuk wicket kedua yang menjadi pijakan penting saat laga memasuki pertengahan. Rebecca Stokell kemudian tampil agresif dengan 54 tidak out dari 48 bola, memberikan tambahan akhir yang membuat total Irlandia tetap kompetitif.
Di jalannya inning Irlandia, Inggris sempat mendapatkan terobosan lebih awal. Wong membuang Alice Tector untuk 11 setelah bantuan tangkapan satu tangan yang dilakukan Capsey, yang bertugas sebagai penjaga gawang pengganti. Namun, secara keseluruhan Wong tidak stabil, termasuk melepaskan lima wides dalam spell-nya.
Charlie Dean, yang bertindak sebagai stand-in skipper, menahan laju tim lawan dengan catatan 2-44. Di sisi lain, Tilly Corteen-Coleman harus menghadapi tantangan karena kondisi pitch yang tidak memberikan banyak bantuan, dan ia mencatat tujuh over tanpa wicket dengan 53 run kebobolan.
Irlandia pada akhirnya sangat bergantung pada kombinasi Lewis dan Orla Prendergast sebagai faktor serba bisa. Namun, ketika Prendergast tersingkir untuk 19 setelah Lewis menyelesaikan 69, kekhawatiran muncul bahwa fondasi yang sudah terbentuk akan terbuang percuma. Meski demikian, Stokell sempat membuat kejutan dengan pukulan yang terarah sepanjang lapangan, termasuk momen ketika ia merayakan mencapai angka lima puluh dua kali akibat keputusan wasit yang keliru soal sebuah boundary yang sempat mengarah dari pantulan pad.
Stokell memang tetap mengunci inningnya dengan baik hingga mencapai milestone dalam kemitraan wicket kelima 84 bersama Leah Paul. Meski begitu, pendekatan Inggris di babak kedua memberi petunjuk bahwa total 281-5 tidak cukup untuk menahan pengejaran, terutama mengingat Inggris berada di pitch datar yang membuat perburuan angka berjalan lebih mudah.
Dengan hasil ini, Inggris tidak hanya menutup pertandingan pembuka dengan kemenangan, tetapi juga membuka peluang untuk catatan-catatan baru pada sisa seri. Tiga laga berikutnya tetap menampilkan persaingan ketat, dan seri dijadwalkan berlanjut di Derby pada Kamis.












