Hukum & Kriminal

Ruang kosong penjara pria di Inggris dan Wales merosot ke level terendah tahun ini, menurut sumber

×

Ruang kosong penjara pria di Inggris dan Wales merosot ke level terendah tahun ini, menurut sumber

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Spaces in male prisons in England and Wales fall to lowest level of year, sources say

jurnalistik.co.id – Ketersediaan ruang kosong di penjara pria di Inggris dan Wales merosot ke level terendah tahun ini. Menurut sumber-sumber, per 1 September jumlah ruang yang masih tersedia berada di kisaran 1.500, atau sedikit di bawah setengah dari angka pada awal Juni.

Ministry of Justice (MoJ) mencatat, pada awal Juni terdapat 3.040 ruang yang tersedia. Angka terbaru itu datang di tengah rencana penataan ulang skema pelepasan awal agar kapasitas sel bisa bertahan ketika fasilitas penahanan makin mendekati batas maksimal.

Menteri Kehakiman Alex Norris dijadwalkan memaparkan rincian dalam sidang House of Commons terkait perubahan skema pelepasan awal. Skema ini dirancang untuk membantu “membebaskan ruang” di penjara ketika tingkat hunian makin mendekati kapasitas penuh.

Perkembangan lain juga disebut beriringan dengan pengumuman Perdana Menteri Andy Burnham, yang menyatakan akan ada pengetatan aturan pelepasan awal. Imbasnya, lebih banyak narapidana—termasuk mereka yang dihukum karena manslaughter—akan diminta menjalani masa hukuman lebih lama di balik jeruji.

MoJ menyebut jumlah ruang kosong pria terus menurun sejak pertengahan Juni. Pada rilis resmi terakhir tanggal 24 Agustus, ruang yang tersedia tercatat 1.665, namun data pekan ini tidak diumumkan secara resmi karena libur akhir pekan bank pada Senin. Meski begitu, sumber dari kalangan penjara mengatakan, angka kekosongan kembali turun.

Pemerintah mengatakan pihaknya akan menambah sel di penjara yang sudah ada di Inggris dan Wales sebagai bagian dari upaya menangani kelebihan kapasitas. Rencana investasi senilai ÂŁ110 juta, yang bersumber dari anggaran yang telah ada, akan digunakan untuk mengubah ruang kantor yang tak terpakai, area laundry, serta ruang penyimpanan menjadi sel.

Alex Norris menegaskan bahwa pelepasan yang diatur dalam program pelepasan awal bukanlah “kebebasan” total. Dalam wawancara di BBC Breakfast, ia menyatakan bahwa yang mendapat izin keluar tetap tidak berarti “freedom”, serta korban akan memiliki peran dalam penentuan batasan yang berlaku bagi pelaku.

Ketika ditanya bagaimana proses pencucian pakaian akan dilakukan bila ruang laundry dikonversi menjadi sel, Norris menjawab bahwa pengelolaan operasional penjara tetap harus berjalan. Ia mengatakan, “Of course we’re going to make sure that the prisons can still function properly,” lalu menambahkan, “This is a creative look, as I say, around our estate and being able to use some space that we can re-prioritise.”

Norris juga memperkirakan jumlah ruang tambahan yang lahir dari pembebasan ruang internal penjara akan berada pada kisaran “somewhere in the middle” antara 200 hingga 900. Namun, Ketua Prison Officers’ Association, Mark Fairhurst, mempertanyakan aspek ketersediaan petugas, dengan mengatakan bahwa kapasitas tambahan tidak otomatis menyelesaikan persoalan pengawasan.

Fairhurst menyoroti bahwa penambahan ruang bisa dilakukan sebanyak mungkin, dan pembangunan penjara baru pun dapat direncanakan. Tetapi, ia menegaskan masalah utamanya adalah kekurangan staf untuk melakukan supervisi, dengan kalimat, “Nobody wants to be a prison officer anymore.”

Kondisi kepadatan hunian disebut mencapai 97% kapasitas. Di bawah skema pelepasan awal, sekitar 4.500 narapidana kini diperkirakan mulai diberi izin keluar secara bertahap mulai Oktober.

Pada hari Minggu, Burnham juga menyampaikan bahwa mereka yang dijatuhi hukuman manslaughter akan dikecualikan dari skema tersebut. Pernyataan ini mengikuti kampanye keluarga PC Andrew Harper yang berupaya menghentikan pelepasan dua pria yang dihukum atas kematiannya pada 2019.

Selain penataan ulang aturan pelepasan awal, pemerintah juga menyatakan akan menciptakan ruang tambahan melalui langkah lain. Opsi tersebut meliputi deportasi lebih banyak narapidana warga negara asing serta pelepasan sebagian tahanan yang menjalani hukuman penjara seumur hidup atau yang bersifat tidak memiliki batas waktu tetap.

Dari data pemerintah, terdapat 10.134 warga negara asing yang ditahan pada 30 Juni, dengan 3.283 di antaranya berstatus dalam proses penahanan (remand) dan tidak memenuhi syarat untuk dideportasi. Dalam periode setahun hingga Juni, 5.962 pelaku asing dikirim kembali ke negara asal, yang disebut sebagai tingkat deportasi tertinggi sejak 2017, sekaligus naik 12% dibanding tahun sebelumnya.

Dampak bagi rencana pelepasan bertahap Dengan ruang kosong yang terus menipis, perubahan aturan yang membatasi pelepasan awal—terutama terhadap kasus manslaughter—akan menentukan siapa yang masih berpotensi keluar pada skema mulai Oktober. Di saat yang sama, penambahan kapasitas melalui konversi ruang serta pembahasan batasan bagi narapidana yang dilepas menjadi bagian kunci dari penataan kebijakan yang akan dijelaskan Norris di House of Commons.