Politik & Parlemen

Lima hal penting dari debut Andy Burnham di House of Commons sebagai PM

×

Lima hal penting dari debut Andy Burnham di House of Commons sebagai PM

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Five takeaways from Andy Burnham's Commons debut as PM

jurnalistik.co.id – Andy Burnham untuk pertama kalinya mengambil pertanyaan dari anggota parlemen di House of Commons sejak resmi menjadi perdana menteri. Ia menyampaikan pernyataan awal mengenai rencananya untuk masa depan pemerintah, lebih dari enam pekan setelah mengambil alih jabatan dari Sir Keir Starmer pada bulan Juli, tepat sebelum masa reses musim panas Parlemen.

Dalam pidato perdananya itu, Burnham menyoroti sejumlah arah kebijakan yang menurutnya akan membentuk pemerintahan berikutnya. Berikut poin-poin utama yang muncul dari apa yang ia sampaikan kepada para anggota parlemen.

Pembagian kekuasaan lebih luas

Burnham mengatakan pengalaman menjabat wali kota Greater Manchester memberinya “clear theory of growth”, yang ia yakini dapat diperkuat melalui pendelegasian kekuasaan lebih jauh dari Westminster. Ia menegaskan bahwa langkah seperti itu diyakini mampu membantu prospek ekonomi Inggris.

Meski mendukung devolusi, Burnham juga menyatakan keinginannya untuk menghindari terbentuknya “two-tier England”, yakni situasi ketika wilayah yang sudah lebih dulu memperoleh kewenangan lebih besar justru menjauh dari wilayah yang belum. Ia mengaitkan pandangan itu dengan rencana kerja sama yang sedang disusun bersama Cornwall council dan enam anggota parlemen dari wilayah tersebut.

Ia menyebut adanya pembicaraan mengenai paket kesepakatan devolusi, “with or without” keberadaan wali kota yang dipilih secara langsung, demi mendukung ekonomi pedesaan. Menurutnya, pemberian kewenangan kepada sebuah county tanpa harus menggabungkan diri dengan dewan di wilayah tetangga bisa menjadi pintu bagi devolusi yang lebih luas bagi county tunggal lainnya.

Burnham menambahkan bahwa ia berencana bertemu pemimpin di Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara untuk mengeksplorasi kemungkinan pemberian kekuasaan yang lebih lokal di wilayah tersebut.

Gagasan pertahanan dan sasaran 3% PDB

Pidato Burnham di Commons menjadi momen pertama bagi pemimpin Konservatif Kemi Badenoch untuk menguji posisinya terkait pengeluaran pertahanan setelah sorotan sepanjang musim panas. Badenoch menyoroti pernyataan dan arah kebijakan yang dipilih Burnham.

Sebagai bagian dari pengaturan pemerintahannya, menteri keuangan John Healey ditunjuk oleh Burnham setelah Healey mengundurkan diri sebagai menteri pertahanan di bawah kepemimpinan Sir Keir Starmer. Dalam kapasitasnya sebelumnya, Healey menyerukan agar Inggris mengalokasikan 3% dari produk domestik bruto (PDB) untuk pertahanan pada tahun 2030.

Namun, menurut konteks terbaru setelah Healey masuk ke Treasury, ia belum menetapkan tanggal untuk target pengeluaran tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, Healey menghadapi tekanan untuk memperjelas.

Healey menyatakan bahwa tanggal untuk kenaikan pengeluaran hingga 3% PDB akan diumumkan pada tinjauan belanja pemerintah berikutnya, yang diperkirakan berlangsung pada musim semi tahun depan.

Dalam sinyal yang dapat dibaca sebagai indikasi niatnya, Burnham menyampaikan bahwa argumen yang dikemukakan Healey tentang pengeluaran pertahanan saat masih menjabat di peran lamanya menjadi alasan penting mengapa ia menempatkan Healey memimpin Treasury.

Komitmen menghadiri COP31

Burnham mengonfirmasi bahwa ia akan menghadiri KTT iklim COP31 pada bulan November. Ia menyatakan akan “meet the climate challenge” dan menyebut pertemuan tahunan perubahan iklim PBB itu akan berlangsung di Antalya, Turki.

Ia menempatkan kehadiran itu sebagai peluang bertemu langsung dengan banyak pemimpin dunia serta pejabat senior. Burnham juga mengingatkan bahwa ketika Sir Keir menjabat sebagai perdana menteri, ia turut menghadiri pertemuan COP.

Sementara itu, pada 2022 Rishi Sunak sempat dikritik karena tidak ikut hadir, dengan alasan “other pressing domestic commitments”. Komitmen Burnham untuk datang hadir sebagai respons terhadap pertimbangan yang pernah menjadi sorotan publik.

Pernyataan Burnham mengenai partisipasinya di COP31 muncul di tengah keputusan yang akan segera diambil terkait izin pengeboran di ladang minyak Rosebank dan ladang gas Jackdaw di Laut Utara. Kedua proyek itu sudah berada dalam status legal yang belum tuntas selama setahun.

Melanjutkan reformasi leasehold

Pada bagian lain, Burnham menyinggung niatnya untuk terus mendorong reformasi sistem leasehold. Dalam manifesto pemilu 2024, Partai Buruh berjanji “finally bring the feudal leasehold system to an end”, setelah para pendukung reformasi menilai sistem tersebut tidak adil bagi pemilik flat karena mereka disebut memiliki kontrol yang terbatas atas biaya properti yang terus melonjak.

Burnham mengacu pada draf Leasehold and Commonhold Reform Bill yang diterbitkan pemerintah Starmer pada awal tahun ini. Rancangan itu memuat rencana untuk membatasi ground rent hingga £250, melarang penjualan flat leasehold baru, serta memberi kontrol lebih besar kepada pemilik rumah terkait cara pengelolaan bangunan.

Di dalam rancangan tersebut, leasehold akan dilarang “except in limited cases”, dan pengembang tidak lagi diperbolehkan menjual flat baru dengan status leasehold. Burnham menyatakan bahwa meski rancangan itu belum diperkenalkan ke Parlemen, ia bermaksud “bring forward” sebuah Commonhold and Leasehold Bill selama sesi Parlemen yang sedang berjalan.

Sesi tersebut dimulai pada bulan Mei dan, sebagaimana biasanya, berlangsung sekitar satu tahun.

Ucapkan terima kasih kepada Sir Keir Starmer

Burnham membuka pernyataannya di Commons dengan memberi penghormatan kepada pendahulunya, Sir Keir Starmer. Burnham merujuk pada pengumuman Sir Keir yang menyatakan mundur sebagai anggota parlemen untuk Holborn dan St Pancras hanya beberapa jam sebelumnya.

Menurut Burnham, Sir Keir memberikan kepada Inggris “a lifetime of service”. Ia menyebut layanan seumur hidup itu mencakup penyampaian Hillsborough Law, yang menurutnya menuntut akuntabilitas lebih dari pejabat publik selama penyelidikan resmi.

Burnham juga menyebut karya Sir Keir untuk mencapai perdamaian di Ukraina. Ia menambahkan pujian bahwa Sir Keir memimpin Partai Buruh meraih salah satu “best victories” pada pemilu 2024.

Burnham menilai Sir Keir telah “created a platform to change this country for the better”, dan mengatakan pemerintahan baru akan “use well” platform tersebut.