jurnalistik.co.id – Lionel Messi kembali terhindar dari sanksi larangan bermain setelah insiden kontak fisik saat Inter Miami menghadapi Philadelphia Union di MLS. Meski sempat ada potensi skorsing akibat tindakan terhadap lawan, Komite Disiplin MLS memilih menjatuhkan hukuman berupa denda.
Pertandingan Inter Miami vs Philadelphia Union yang berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026, berakhir imbang 2-2. Messi sempat mencetak gol untuk membawa Miami unggul, sebelum Neil Pierre menyamakan kedudukan.
Insiden yang menjadi sorotan terjadi pada menit-menit akhir. Pada masa injury time, Messi terlibat konfrontasi dengan Quinn Sullivan, lalu dalam momen tersebut Messi menampar bagian belakang kepala pemain Philadelphia Union tersebut. Tindakan itu kemudian memicu penyelidikan Komite Disiplin MLS.
Hasil investigasi diumumkan pada Jumat, 21 Agustus 2026, waktu setempat. MLS menyatakan Messi hanya mendapatkan denda dengan nominal yang tidak dipublikasikan, sehingga kapten Inter Miami tetap berhak tampil pada laga berikutnya.
Komite Disiplin MLS dalam rilisnya menyebut Messi menerima denda karena melanggar kebijakan liga terkait tindakan (kontak fisik) mengenai wajah, kepala, atau leher pemain lawan pada menit ke-101 laga Miami melawan Philadelphia Union, tertanggal 19 Agustus.
Laporan The Guardian juga ikut dibawa dalam pemberitaan terkait peristiwa tersebut. Media itu menuliskan bahwa Messi bereaksi setelah mendapat sikutan dari Sullivan sebelum insiden penamparan terjadi.
Kasus yang menimpa Messi di Philadelphia menghadirkan catatan tersendiri karena insiden serupa sebelumnya juga pernah menyeret namanya, namun tetap berujung pada hukuman non-suspensi. Sebelumnya, ketika Inter Miami bertemu New York City FC, Messi menjadi perhatian publik karena menyentuh tengkuk asisten pelatih Mehdi Ballouchy hingga terlihat seperti mencekiknya.
Peristiwa di pertandingan versus New York City FC pada Februari tahun lalu menuai kritik dari berbagai pihak. Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk intimidasi fisik, terutama karena gestur yang terlihat di lapangan.
Berita Terkait
Meski demikian, seperti pada kasus terbaru, MLS kembali memilih menjatuhkan denda tanpa memberlakukan larangan bermain. Keputusan itu membuat Messi tetap bisa melanjutkan penampilannya setelah insiden yang terjadi dalam duel-duel tersebut.
Dengan demikian, hingga saat ini tidak ada skorsing yang harus dijalani Messi pada periode bersama Inter Miami akibat tindakan keras kepada lawan. Serangkaian konfrontasi yang terjadi di lapangan tetap berakhir pada denda, bukan hukuman larangan tampil.
Skorsing yang pernah diterima Messi datang dari luar pertandingan
Berbeda dari insiden kontak fisik yang tidak berujung larangan bermain, skorsing Messi bersama Inter Miami justru tercatat muncul dari situasi di luar jalannya pertandingan. Pada Juli 2025, Messi dan Jordi Alba mendapat skors otomatis setelah absen dari MLS All-Star Game.
MLS All-Star Game tersebut tidak diikutinya tanpa alasan resmi yang dirinci sesuai ketentuan kompetisi. Itulah yang kemudian memunculkan konsekuensi disiplin, bukan tindakan saat pertandingan berlangsung.
Rangkaian keputusan disiplin ini membuat posisi Messi tetap aman untuk melanjutkan jadwal pertandingan Inter Miami. Meski insiden kontak fisik selalu menjadi bagian dari perhatian, MLS memilih pendekatan denda agar Messi tidak kehilangan waktu bermain, sekaligus menempatkan pelanggaran tersebut di bawah pengawasan kebijakan liga.
Dalam rilis yang disampaikan Komite Disiplin MLS, fokus penilaian diarahkan pada unsur tindakan yang melibatkan kontak fisik terhadap area wajah, kepala, atau leher pemain lawan. Dengan rujukan pada kejadian menit ke-101 saat laga Inter Miami kontra Philadelphia Union berlangsung, otoritas liga tetap menilai insiden tersebut sebagai pelanggaran aturan, namun tidak sampai pada tingkat yang mengharuskan Messi absen.
Catatan lain yang turut membentuk konteks adalah bagaimana sejumlah reaksi sebelumnya muncul ketika insiden serupa di lain waktu juga melibatkan Messi di laga melawan New York City FC. Kritik yang terdengar saat itu menyoroti aspek intimidasi fisik dari gestur yang terlihat di lapangan, meski akhirnya MLS juga memilih berujung pada denda dan bukan skorsing. Pola keputusan semacam ini membuat konsekuensi disiplin lebih dominan berupa hukuman administratif, sehingga pemain tetap dapat menjaga ritme penampilannya bersama Inter Miami.
Sementara itu, skorsing yang tercatat pada periode Juli 2025 justru berkaitan dengan ketidakikutsertaan Messi dan Jordi Alba pada MLS All-Star Game. Alasan resmi yang tidak dirinci dalam tulisan ini tetap menempatkan kasus tersebut pada jalur aturan kompetisi, bukan pada tindakan selama pertandingan. Dengan demikian, rangkaian keputusan yang dijelaskan mengarah pada satu kesimpulan: baik dari kasus Philadelphia maupun catatan di pertemuan lain, efeknya lebih banyak berupa denda, bukan larangan bermain.












