jurnalistik.co.id – Gerbang sekolah swasta di Pamulang, Tangerang Selatan, yang sempat dirobohkan massa, kembali berdiri pada Minggu (23/8/2026) dan masih dijaga polisi siang itu. Aparat terlihat memastikan area sekolah tetap aman pasca-insiden sehari sebelumnya.
Di Jalan Pamulang Raya, Pamulang, sejumlah sepeda motor dengan pelat dinas polisi tampak terparkir di halaman sekolah. Petugas berseragam rompi Samapta juga terlihat menempati pos keamanan di sekitar gerbang.
Sekitar pukul 11.00 WIB, sebuah mobil kepolisian dari Polsek Pamulang berhenti di depan sekolah. Dua polisi kemudian masuk ke area sekolah untuk mengawasi kondisi di lokasi.
Pada saat pemantauan, gerbang yang sebelumnya dirobohkan massa sudah terlihat berdiri kembali. Gulungan kawat berduri yang sempat berada di atas gerbang kini terlihat ditempatkan di balik pagar hijau pendek di sisi kiri dan kanan gerbang.
Beberapa orang tampak membersihkan area sekolah. Aktivitas perapihan tersebut berlangsung di sekitar bagian depan bangunan, sementara suasana di sekitar lokasi relatif terkendali.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo menyatakan bahwa kerusuhan berlatar masalah sengketa internal sekolah tersebut telah diselesaikan secara damai hingga Minggu dini hari. Menurut Boy, permasalahan utama diselesaikan melalui langkah internal di antara pihak-pihak yang berselisih.
“Sudah selesai itu. Sebetulnya itu sengketa mereka, mau diselesaikan secara internal,” kata Boy saat dihubungi pada Minggu.
Boy menambahkan bahwa perwakilan kedua pihak sepakat berdamai dan menandatangani surat pernyataan di Mapolres Tangerang Selatan. Dengan adanya kesepakatan itu, polisi menilai tidak diperlukan eskalasi lanjutan di lapangan.
Setelah proses dimediasi, massa yang terlibat keributan dipulangkan menggunakan kendaraan Polres Tangerang Selatan. Langkah tersebut diambil agar keributan tidak kembali terjadi dan semua pihak dapat sampai dengan aman ke rumah masing-masing.
Berita Terkait
“Para massa kami pulangkan dengan kendaraan Polres Tangerang Selatan agar memastikan tidak adanya keributan kembali dan mereka selamat sampai ke rumah masing-masing,” ujar Boy.
Di sisi lain, seorang pedagang di sekitar sekolah, Indra (27), berharap situasi tidak berulang. Ia menuturkan bahwa saat massa berkumpul di sekitar sekolah, sejumlah pedagang di lokasi ikut terdampak oleh kerumunan tersebut.
“Saya berharap tidak terjadi lagi keributan, karena kalau massa berkumpul seperti itu aktivitas di sekitar ikut terganggu,” kata Indra.
Walau sempat terjadi gangguan, arus lalu lintas di Jalan Pamulang Raya terpantau lancar pada Minggu siang. Keberadaan polisi yang berjaga juga terlihat membantu menjaga ketertiban sehingga warga bisa beraktivitas tanpa hambatan berarti di sekitar lokasi.
Perdamaian ditandai surat pernyataan
Kesepakatan kedua pihak yang ditandatangani di Mapolres menjadi penanda bahwa sengketa internal yang memicu insiden telah ditutup secara damai. Polisi menegaskan bahwa pendekatan yang ditempuh mengarah pada penyelesaian internal, bukan pembesaran konflik.
Dengan kondisi gerbang yang sudah berdiri kembali serta kawat berduri yang kini berada di balik pagar, area sekolah tampak kembali berfungsi seperti semula. Proses pembersihan yang terlihat di lokasi turut mendukung upaya pemulihan lingkungan sekolah.
Hingga saat pemantauan, penjagaan tetap dilakukan untuk mencegah munculnya keributan lanjutan. Polisi masih memastikan situasi terkendali sambil menunggu situasi benar-benar aman dan tidak berkembang kembali.
Kerusakan yang sempat terjadi pada gerbang menggambarkan dampak sengketa internal terhadap suasana lingkungan sekitar. Namun, langkah mediasi hingga penandatanganan surat pernyataan menunjukkan bahwa kedua pihak pada akhirnya memilih meredakan konflik dan mengakhiri keributan.
Sejumlah warga sekitar berharap hasil perdamaian tersebut dapat dipertahankan. Dengan polisi yang tetap berjaga dan massa yang telah dipulangkan, hari itu menjadi momentum pemulihan setelah insiden yang sebelumnya mengagetkan masyarakat di lokasi.












