Peristiwa

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading–Manggarai Berlaku 26 Agustus, 5 Stasiun Baru Siap Melayani

×

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading–Manggarai Berlaku 26 Agustus, 5 Stasiun Baru Siap Melayani

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Beroperasi 26 Agustus, 5 Stasiun Baru Siap Digunakan

jurnalistik.co.id – Kehadiran LRT Jakarta di koridor Kelapa Gading–Manggarai dijadwalkan mulai beroperasi pada Rabu, 26 Agustus 2026. Pada tahap awal ini, lintasan sudah dilengkapi lima stasiun baru yang siap melayani penumpang hingga Manggarai.

Lima stasiun yang dimaksud adalah Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, serta Manggarai. Dengan penambahan tersebut, informasi rute dan keterhubungan antarmoda turut diperbarui agar penumpang bisa menyesuaikan perjalanan dari stasiun-stasiun baru.

Pada Minggu, 23 Agustus 2026, sejumlah penanda arah menuju Stasiun Manggarai telah terpasang di area peron. Selain itu, peta perjalanan LRT Jakarta juga dicantumkan dengan nama lima stasiun tambahan tersebut serta informasi angkutan lanjutan yang tersedia di tiap stasiun.

Di Stasiun Manggarai, penumpang nantinya dapat melanjutkan perjalanan menggunakan BRT 4, 4D, 6M, dan B25. Rute lanjutan itu menjadi opsi ketika perjalanan harus diteruskan ke jaringan bus yang terhubung di sekitar koridor tersebut.

Selain bus, perpindahan ke moda lain juga disediakan. Penumpang bisa berpindah menggunakan KRL relasi Jakarta Kota–Bogor, KRL Jatinegara–Bekasi, serta Kereta Bandara.

Bagi penumpang yang ingin menuju kawasan Dukuh Atas, tersedia pilihan angkutan lanjutan melalui BRT 4B dan angkot JakLingko 86. Dari rute lanjutan tersebut, perjalanan dapat diteruskan menuju LRT Jabodebek dan MRT Jakarta.

Di lokasi, masih ada penumpang yang menanyakan apakah rute menuju Manggarai sudah dapat digunakan. Salah satu pertanyaan bahkan mengarah pada cara mencapai Dukuh Atas melalui Manggarai, dan petugas menjelaskan bahwa rute tersebut baru dibuka pada 26 Agustus 2026.

Pengawal Kereta LRT Jakarta, Andriyani, mengatakan operator telah menyiapkan sejumlah fasilitas untuk mendukung operasional rute baru. Ia menjelaskan kesiapan sarana pendukung yang berkaitan dengan penanda, akses penumpang, hingga kebutuhan mobilitas.

Andriyani menyampaikan, “Iya (akan diresmikan 26 Agustus). Kita ada papan nama. Kita juga ada stasiun, stasiun yang antara. Peronnya itu kita juga ada,”. Pernyataan itu merujuk pada kesiapan identifikasi lokasi serta keberadaan stasiun di segmen perantara.

Menurutnya, fasilitas seperti eskalator, tangga, serta fasilitas bagi penyandang disabilitas juga sudah disiapkan. Penataan itu dimaksudkan agar penumpang dapat mengakses area peron dan perpindahan antarmoda dengan lebih nyaman.

Dari sisi layanan, penambahan jumlah stasiun dari enam menjadi 11 diharapkan dapat berdampak pada peningkatan jumlah pengguna. Saat ini, Andriyani menyebut rata-rata penumpang LRT Jakarta sekitar 4.000 orang per hari.

Ia menambahkan bahwa kepadatan biasanya terlihat pada hari kerja, ketika jumlah penumpang dapat mencapai 4.000-an dalam sehari. Namun, pada hari Minggu biasanya lebih ramai pada sore, seiring dengan pola aktivitas warga yang datang untuk berjalan-jalan atau berekreasi.

Dengan demikian, pembukaan rute Kelapa Gading–Manggarai pada 26 Agustus 2026 tidak hanya menghadirkan stasiun baru, tetapi juga memperjelas skema sambungan menuju berbagai tujuan melalui bus dan kereta. Bagi penumpang yang sudah merencanakan perjalanan, informasi rute lanjutan di tiap stasiun menjadi bagian penting agar perpindahan berlangsung lebih terarah.

Pemasangan penanda arah dan pencantuman peta perjalanan pada 23 Agustus 2026 juga bertujuan membantu penumpang yang baru pertama kali menggunakan koridor tersebut. Di area peron, nama lima stasiun tambahan ditampilkan bersama informasi pengalihan moda, sehingga pengguna dapat memilih kelanjutan perjalanan tanpa harus mencari rute secara terpisah.

Di sisi keterhubungan, skema lanjutan di Stasiun Manggarai menempatkan bus sebagai salah satu opsi praktis melalui BRT 4, 4D, 6M, dan B25. Bagi penumpang yang ingin meneruskan menggunakan moda rel, perpindahan juga disediakan lewat KRL rute Jakarta Kota–Bogor dan KRL Jatinegara–Bekasi, serta layanan Kereta Bandara. Untuk perjalanan menuju Dukuh Atas, pilihan lanjutan tersedia lewat BRT 4B dan angkot JakLingko 86, sebelum diteruskan ke LRT Jabodebek dan MRT Jakarta.

Operator juga menyiapkan penataan identifikasi lokasi agar alur penumpang di segmen perantara berjalan jelas sejak awal layanan. Fasilitas pendukung yang disebutkan mencakup keberadaan papan nama, keberadaan stasiun-stasiun antara, hingga kesiapan akses peron. Selain itu, eskalator, tangga, dan fasilitas bagi penyandang disabilitas disiapkan untuk mendukung perpindahan antarmoda. Penambahan jumlah stasiun dari enam menjadi 11 juga diharapkan ikut mendorong peningkatan pengguna, dengan rata-rata sekitar 4.000 orang per hari dan kepadatan yang lebih terasa pada hari kerja serta pada hari Minggu yang biasanya ramai di sore.