Olahraga

Quevin Castro, eks gelandang West Brom, meninggal usia 25 setelah pingsan saat laga di Portugal

×

Quevin Castro, eks gelandang West Brom, meninggal usia 25 setelah pingsan saat laga di Portugal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ex-West Brom midfielder Quevin Castro dies, 25, after collapsing during match in Portugal

jurnalistik.co.id – Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola setelah mantan gelandang West Brom, Quevin Castro, meninggal dunia pada usia 25 tahun. Ia meninggal setelah mengalami pingsan saat menjalani pertandingan persahabatan di Portugal.

Menurut laporan, Castro jatuh saat laga berlangsung pada babak pertama. Kejadian itu terjadi ketika Real Sport Clube, yang berada di kasta ketiga, berhadapan dengan Estrela de Amadora, tim divisi utama, dalam pertandingan persahabatan di Estadio das Seixas, Lisbon, pada Sabtu.

Lisbon Football Association (AFL) menyatakan bahwa Castro meninggal pada pagi hari. AFL menyebut Castro “passed away this morning during the pre-season friendly”.

Sementara itu, Real Sport Clube juga menyampaikan duka mendalam kepada Castro. Klub tersebut menyebut gelandang itu sebagai “beloved member of our sporting family”.

Real Sport Clube menambahkan, “Quevin Castro was much more than just a player; he was an integral part of our family, leaving an indelible mark on all those who knew him.” Kalimat itu menjadi rangkuman penghormatan klub terhadap sosok yang dinilai tidak hanya berkontribusi di lapangan.

Castro tercatat bergabung dengan West Brom pada tahun 2021. Ia kemudian menjalani debut untuk klub tersebut saat menghadapi Arsenal di Carabao Cup.

Di musim yang sama, penampilan kedua Castro bersama West Brom datang saat tim bertemu Swansea. Setelah itu, ia melanjutkan kariernya melalui masa pinjaman ke Burton Albion.

West Brom merespons kabar tersebut dengan menyampaikan bahwa mereka merasa “devastated” atas kepergian Castro. Klub menyatakan akan memberikan penghormatan dalam laga lanjutan Championship melawan Burnley pada Minggu.

Penghormatan itu, menurut West Brom, akan dilakukan melalui periode tepuk tangan pada menit ke-25. West Brom juga akan mengenakan ban lengan berwarna hitam saat pertandingan berlangsung.

Karier sepak bola Castro sebelumnya juga tidak lepas dari berbagai pengalaman di level Inggris. Ia pernah tampil untuk sejumlah tim, termasuk Cambridge City, York City, dan Notts County.

Sebelum kembali ke Portugal, Castro juga dikenal sebagai produk akademi Sporting Clube. Terakhir kali ia dilaporkan kembali ke Portugal pada musim panas lalu, sebelum kemudian menghadapi pertandingan persahabatan yang berujung pada kejadian tersebut.

Kematian Castro menambah daftar duka di dunia olahraga, terutama karena insiden terjadi ketika pertandingan masih berstatus persiapan pramusim. Baik AFL maupun Real Sport Clube secara tegas menyampaikan bahwa kematian berlangsung selama fase tersebut, sekaligus menutup kisahnya pada usia yang masih sangat muda.

Di tengah perasaan kehilangan, West Brom memilih menegaskan rasa hormat dengan penghormatan simbolik yang langsung dapat dirasakan dalam stadion, tepat pada menit ke-25. Keputusan tersebut sekaligus memperlihatkan keterikatan klub terhadap Castro sejak ia bergabung pada 2021 hingga masa-masa berikutnya di karier profesionalnya.

Kejadian tersebut kemudian menjadi sorotan karena berlangsung di tengah momentum persiapan tim menjelang musim baru. Pertandingan persahabatan di Lisbon itu mempertemukan Real Sport Clube dengan Estrela de Amadora, dan kabar duka disampaikan ketika laga masih berjalan pada fase awal. AFL kemudian menempatkan peristiwa itu sebagai bagian dari konteks pramusim, sehingga kabar duka yang diteruskan ke publik juga menegaskan bahwa Castro berpulang pada pagi hari selama agenda pemantapan jelang musim.

Bagi West Brom, penghormatan yang akan diberikan merupakan bentuk tanggapan langsung terhadap kepergian Castro. Klub menyatakan bahwa mereka merasakan duka mendalam, sekaligus menyiapkan momen simbolis yang dapat dirasakan oleh seluruh yang hadir di stadion. Rencana tepuk tangan pada menit ke-25, beserta ban lengan berwarna hitam, dirancang sebagai penanda penghormatan dalam pertandingan lanjutan Championship melawan Burnley. Dengan cara itu, dukungan yang disampaikan tidak hanya berbentuk pernyataan, tetapi juga menjadi ritual bersama di lapangan pada waktu yang sudah ditentukan.

Castro sendiri meninggalkan jejak karier yang cukup beragam sejak berkarier di level profesional. Ia bergabung dengan West Brom pada 2021 dan kemudian memulai debutnya saat menghadapi Arsenal di Carabao Cup. Setelah itu, ia kembali tampil ketika West Brom bertemu Swansea, sebelum melanjutkan perjalanan melalui masa pinjaman ke Burton Albion. Sebelum kembali beraktivitas di Portugal, ia juga tercatat sebagai produk akademi Sporting Clube. Di Inggris, ia pernah membela Cambridge City, York City, dan Notts County, sehingga namanya dikenal luas lewat pengalaman di sejumlah klub berbeda—sebuah rangkaian yang kini menjadi bagian dari cerita yang menutup perjalanan pada usia yang masih sangat muda.