Olahraga

Solheim Cup 2026: Charley Hull & Lottie Woad berjuang saat Eropa unggul tipis menuju singles

×

Solheim Cup 2026: Charley Hull & Lottie Woad berjuang saat Eropa unggul tipis menuju singles

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Solheim Cup 2026: Charley Hull & Lottie Woad toil as Europe take slender lead into singles

jurnalistik.co.id – Solheim Cup 2026 memasuki babak paling menentukan dengan skor imbang 8-8 setelah dua sesi perempat hari Sabtu, menyisakan 12 pertandingan singles pada Minggu. Eropa harus mengumpulkan 14½ poin untuk memastikan kemenangan, sementara Amerika Serikat mengejar target 14 poin agar tetap mempertahankan trofi.

Namun, perjalanan menuju Minggu itu tidak berjalan mulus bagi semua pasangan. Dua pertandingan yang dimainkan pada Sabtu dari kubu Eropa juga menegaskan satu hal: pasangan andalan Inggris, Charley Hull dan Lottie Woad, kali ini tidak mampu mengubah status mereka sebagai pemain peringkat tertinggi menjadi poin penuh.

Sejak kompetisi berlanjut menuju singles, pasangan Hull & Woad justru menjadi sorotan karena mereka hanya menyumbang setengah poin dari empat pertandingan. Di dua sesi Sabtu, mereka kalah—sementara Eropa tetap bertahan pada level 8-8 setelah rivalnya memotong keunggulan.

Di tengah hasil yang beragam itu, permainan yang paling konsisten datang dari pasangan Swedia, Maja Stark dan Linn Grant, yang memimpin Eropa di Bernardus Golf Club, Belanda. Di sesi pagi (foursomes), Stark dan Grant mengalahkan pasangan AS yang tampil belum terkalahkan, Nelly Korda dan Allisen Corpuz, dengan skor 3&2.

Keunggulan itu diperkuat pada sesi sore (fourballs). Stark dan Grant kembali tampil tajam saat melawan Megan Khang dan Lauren Coughlin, dan menang 2&1 setelah sempat terlihat bahwa momentum akan berpihak pada kubu Amerika.

Setelah hari Sabtu dibuka dengan skor 2-2, pukulan awal Stark menjadi penentu ritme Eropa untuk menambah tiga poin. Mimi Rhodes dan Nastasia Nadaud juga mencatat capaian penting dengan menjadi pasangan rookie pertama yang memenangkan dua pertandingan dalam satu edisi kompetisi tim terbesar di golf putri. Di waktu yang sama, Leona Maguire dan Esther Henseleit ikut menyumbang satu poin, sehingga Eropa sempat memimpin 7-5.

Di sesi berikutnya pada sore hari, Stark dan Grant kembali turun dan mempertahankan rekor sempurna mereka di Solheim Cup tahun ini. Kemenangan itu sekaligus menjadi kabar yang mengangkat suasana tim: itu adalah kekalahan pertama Khang dalam enam pertandingan, dan memberi dorongan besar ketika tantangan AS mulai terasa menghangat menjelang rangkaian sore.

Tetapi keputusan kapten Eropa, Anna Nordqvist, untuk tetap mempertahankan pasangan Hull dan Woad tetap akan diuji lebih ketat. Hull & Woad sempat diminta untuk bermain bersama pada pekan ini, namun setelah mereka dihajar oleh Alison Lee dan Coughlin pada foursomes—dengan kekalahan 6&5 yang menyamai rekor Solheim Cup—eksperimen itu tampak berakhir.

Meski demikian, ketika Hull dan Woad dipasangkan lagi menghadapi Yealimi Noh dan Andrea Lee, Nordqvist memilih membela pilihannya. “I don’t think people understand – these are the best players in the world,” kata Nordqvist. Ia menambahkan, “Lottie, herself, made six birdies in the afternoon [yesterday]. They are playing solid.”

Namun, kali ini “solid” tidak cukup untuk membawa hasil kemenangan di fourballs. Kunci laga justru datang dari performa Noh, yang mencatat lima birdies serta satu eagle di sembilan lubang awal. Ketika Woad sempat mencuri birdie pada hole ke-17, peluang Eropa menjadi hidup: pasangan Inggris butuh kemenangan hole berikutnya untuk mengamankan setengah poin.

Sayangnya, untuk kedua hari berturut-turut, Hull justru menemukan air dari tee sehingga tekanan segera meningkat. Noh dan Lee kemudian mampu bertahan hingga pertandingan berakhir dengan kemenangan untuk Amerika, dan pada saat yang sama momentum berbalik besar bagi kubu AS.

Pergeseran terasa makin nyata ketika Jennifer Kupcho memasukkan putt jarak 91 kaki pada hole ke-17, lalu menyusul dengan putt panjang di hole terakhir. Hasilnya, Kupcho merampas satu poin yang semula hampir lepas dari genggaman Carlota Ciganda dan Celine Boutier—padahal mereka sempat unggul satu pukulan dengan menyisakan empat hole.

Jika pada Jumat Ciganda sempat “mencuri” setengah poin di laga pamungkas sehingga Eropa mendapat dorongan menuju Sabtu, maka poin Kupcho kini menjalankan fungsi yang sama bagi Amerika. Dengan hasil tersebut, pada Minggu AS membutuhkan 14 poin untuk tetap mempertahankan trofi, sementara Eropa harus meraih 14½ poin demi menyudahi ketatnya persaingan di babak singles.