Olahraga

Root: Inggris Lebih Baik di Akhir Musim Gejolak—Sapu Pakistan 3-0 di Edgbaston (Stokes Pensiun, McCullum Dipecat)

×

Root: Inggris Lebih Baik di Akhir Musim Gejolak—Sapu Pakistan 3-0 di Edgbaston (Stokes Pensiun, McCullum Dipecat)

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: England vs Pakistan: Joe Root says Test side in better place than at the start of tumultuous summer

jurnalistik.co.id – Joe Root menilai Inggris kini berada di posisi yang lebih baik di penghujung musim yang penuh gejolak, setelah memastikan sapu bersih 3-0 atas Pakistan lewat kemenangan pada Tes ketiga di Edgbaston. Root mengakhiri laga dengan 62 tak terkalah, sedangkan Jordan Cox tetap 59* saat Inggris menang delapan wicket.

Hasil itu sekaligus menutup musim yang sarat perubahan dengan cara yang meyakinkan, setelah rangkaian guncangan di luar lapangan sempat mengiringi perjalanan tim.

Root menyebut kedewasaan tim—baik dalam permainan maupun cara mereka mengelola situasi—sebagai pelajaran penting dari rangkaian pergolakan tersebut. Menurutnya, proses melalui fase sulit justru membantu membentuk kebersamaan pemain.

“In chaos you learn a lot about the group of players you have,” ujar Root. “For us to have come through this series in the manner we have done, the way we’ve gone about our cricket, and gone about things has been really pleasing.”

Ia juga menegaskan bahwa pencapaian 3-0 bukan kebetulan semata, melainkan hasil dari konsistensi sikap dan ketepatan eksekusi sepanjang seri. “The start of the series we wanted 3-0 and we’ve been clinical enough to do that,” katanya.

Root dan Cox menjadi kunci saat Inggris mengejar target dan menjaga laju permainan tetap stabil. Kehadiran Cox di akhir inning memberi ketenangan yang dibutuhkan, sementara Root memanfaatkan momentum untuk terus mengunci angka tanpa memberi ruang bagi Pakistan mengubah jalannya pertandingan.

Skor 62* Root dan 59* Cox menegaskan bahwa kemenangan Inggris tidak hanya didapat lewat momen sesaat, tetapi juga melalui pengelolaan inning yang rapi ketika tekanan muncul.

Penutupan musim yang berakhir dengan sapu bersih

Kemenangan di Edgbaston menjadi penanda akhir musim yang diwarnai sejumlah kejutan besar. Musim panas itu mencakup pensiunnya kapten Ben Stokes, pemecatan pelatih Test Brendon McCullum, serta beragam isu di luar lapangan yang turut mempengaruhi ritme tim.

Bagi Root, keberhasilan menyelesaikan seri dengan cara yang mereka rencanakan menunjukkan bahwa kelompok pemain bisa beradaptasi, bahkan ketika situasi tidak berjalan mulus. “There’s been a lot of chaos around this series before a ball was bowled and the way we’ve handled it on and off the field… is a really good thing,” ucap Root.

Ia menambahkan bahwa setiap orang memahami ekspektasi terhadap mereka, baik sebagai pemain maupun dalam cara mereka membawa diri selama rangkaian kompetisi berlangsung.

“…everyone understands what is expected of them – both as a player and how we want to carry ourselves – is a really good thing,” lanjut Root.

Menurutnya, Inggris memang pernah dipertanyakan menyangkut profesionalisme, tetapi penampilan yang muncul kemudian justru menunjukkan tim menjadi lebih matang dan fleksibel menghadapi dinamika yang tidak terduga.

Perubahan peran dan pelajaran dari pembentukan tim

Root kembali memegang jabatan kapten pada Tes kedua melawan Selandia Baru pada bulan Juni, setelah Stokes—yang sempat didukung untuk tetap berada di pos bersama McCullum setelah kekalahan Ashes dari Australia—justru dikeluarkan usai melanggar curfew tim.

Tak lama setelah itu, setelah Stokes pensiun menyusul kekalahan rangkaian melawan Selandia Baru, seorang Tes setelahnya, McCullum pun diberhentikan. Root kemudian diberi tanggung jawab sebagai kapten penuh waktu untuk kedua kalinya.

Dalam proses penyesuaian personel, beberapa pemain mendapat kesempatan tampil yang sebelumnya tidak mereka jalani. Dan Lawrence, misalnya, masuk ke skuad sebagai pengganti Stokes, sementara Cox menjadi salah satu nama yang tampil menonjol.

Root juga menyoroti periode saat Inggris sempat menghadapi tantangan, termasuk ketika mereka mempersiapkan Tes kedua yang dibayangi insiden yang melibatkan bowler Brydon Carse di luar sebuah klub malam di Derby. Namun, ia menegaskan bahwa penanganan situasi semacam itu turut membentuk cara tim memahami standar yang harus dijalankan.

Ia menambahkan bahwa perkembangan tim di luar lapangan adalah hal yang paling signifikan. “We’re not the finished article,” kata Root. “We’re not going to kid ourselves. That’ll be a constant work [in progress].”

Root menilai budaya tim tidak akan terbentuk dalam semalam, melainkan butuh waktu untuk benar-benar menjadi kebiasaan. “The culture of this team is not something that’s going to happen overnight, it’s something we’re going to have to live and breathe day in, day out.”

Ia tetap yakin proses itu bisa dijalani dengan konsisten. “But there’s no reason we can’t.”

Root menutup penilaian dengan menekankan bahwa kerja keras dan komitmen—baik di dalam maupun luar lapangan—akan menjadi dasar terbentuknya kepercayaan dan penghormatan dari seluruh pihak yang mendukung tim. “It’s a good set of lads… that work incredibly hard and performances like this and commitment to what we’re trying to achieve, both on and off the field, will be what earns trust and respect to everyone that supports us.”

Pandangan Michael Vaughan tentang fase bertumbuh

Mantan kapten Inggris Michael Vaughan ikut memberi penilaian serupa. Ia menyebut skuad ini masih berada dalam tahap perkembangan dan menolak menghakimi tim hanya dari satu rangkaian kemenangan.

Vaughan mengatakan, “We can’t judge this England team against Pakistan,” lalu mengingatkan agar tidak terlalu larut dalam euforia. “Let’s not get too excited but what you see is a huge amount of talent.”

Ia menunjuk sejumlah nama yang menurutnya tampak sangat siap, termasuk Jordan Cox yang dinilai tampil tenang. Vaughan juga menyebut Joe Root sebagai “England’s greatest” saat berada di nomor empat, serta menilai Harry Brook memiliki bakat generasi.

Vaughan menambahkan bahwa Dan Lawrence “has fitted in lovely” dan Jamie Smith menghadirkan kontribusi melalui kiper serta ketajaman batting yang dinilainya sudah berjalan baik.

Menurutnya, lini bowling pun memiliki kelengkapan. “The bowling attack has everything.” Namun, ia menggarisbawahi standar yang lebih besar: Inggris belum memenangkan rangkaian Tes selama lima pertandingan sejak 2017, dan itu menjadi ukuran penilaian yang akan ditunggu banyak pihak.

“But they have not won a five-Test series since 2017. That is what you get judged on,” tutup Vaughan.

Di tengah semua perubahan yang melanda musim panas ini, sapu bersih 3-0 atas Pakistan di Edgbaston menjadi bukti bahwa Inggris mampu melewati masa sulit dan menjaga kualitas permainan pada momen-momen penentunya.