Olahraga

Tuchel Sesali Kesalahan yang Bikin Inggris Tumbang 2-3 dari Spanyol—Apakah Vonis Man City Berpengaruh?

×

Tuchel Sesali Kesalahan yang Bikin Inggris Tumbang 2-3 dari Spanyol—Apakah Vonis Man City Berpengaruh?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: England 2-3 Spain: Thomas Tuchel rues 'big mistakes' - did Man City charges have impact?

jurnalistik.co.id – Kekalahan Inggris 2-3 dari Spanyol di Wembley memang diisi deretan pemain kelas dunia, tetapi laga itu pada akhirnya ditentukan oleh kesalahan yang dinilai di luar kebiasaan. Dua pemain dengan latar Manchester City menjadi sorotan karena kontribusi mereka langsung berujung gol untuk Spanyol, sedangkan satu momen lain terkait Rodri juga membuat hasil berbalik.

Kenyataan tersebut muncul hanya sehari setelah Manchester City dinyatakan bersalah melanggar aturan finansial Liga Primer. Putusan itu—yang merujuk pada mayoritas dari total 115 dakwaan—menciptakan pertanyaan lanjutan: apakah kabar vonis tersebut mengganggu fokus para pemain yang memiliki hubungan dengan City saat pertandingan berlangsung.

Menanggapi situasi itu, manajer Inggris Thomas Tuchel mengatakan tak merasa secara langsung terdistraksi, namun ia memahami kemungkinan diskusi seputar kasus tersebut. Tuchel menyatakan: “Not for me but I can imagine for the Manchester City players. “For the players who have more time than me, for sure I can imagine they talk about it.”

Pandangan senada datang dari pundit Roy Keane, yang menilai sepak bola level tertinggi menuntut konsentrasi penuh. Keane menegaskan: “In top level football you want to be focused and they certainly would have been affected. “To see so many top-class players make so many mistakes – it has certainly affected them.”

Kekalahan yang diputus dua kesalahan pemain City

Dalam pertandingan tersebut, Marc Guehi menjadi pemicu gol pertama Spanyol. Ia melakukan duel dan akhirnya tersapu oleh Lamine Yamal di tepi kotak pertahanan sendiri, sehingga Yamal membawa bola dan mencetak pembuka untuk timnya.

Memasuki babak kedua, Rodri juga membuat Inggris mendapatkan penalti akibat tekel telatnya terhadap Jude Bellingham. Namun, Harry Kane yang mengeksekusi penalti justru membentur mistar setelah sempat tergelincir, dan momen itu memperlihatkan betapa rapuhnya ritme permainan Inggris saat momen-momen kunci terjadi.

Satu kesalahan lain hadir lewat Nico O’Reilly. Ia kehilangan kontrol dengan operan yang diintersep jauh di area setengah lapangan sendiri, sebelum Alex Baena menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Tiga kesalahan yang melibatkan empat pemain dengan keterkaitan City—termasuk tiga dari mereka yang terlibat langsung dalam momen krusial—membuat Spanyol lebih mudah mengunci momentum.

Roy Keane dan Tuchel kemudian sama-sama menyoroti kemungkinan efek psikologis dari kabar putusan klub. Pada sisi lain, Harry Kane berusaha meredam keterkaitan langsung antara vonis dan kesalahan di lapangan.

Kane mengatakan setelah laga: “There was a discussion, but at the end of the day when we’re with England we kind of put club football to one side and it was no different this week.”

Vonis City dan rentang pelanggaran yang dipersoalkan

Kabar putusan itu datang setelah proses penyelidikan selama empat tahun. City dituduh melanggar rangkaian aturan yang luas, dengan fokus pada klaim bahwa klub menggelembungkan pendapatan sponsor serta melakukan pembayaran “off the books” untuk mengakali aturan finansial pada periode 2009 hingga 2018.

Hukuman lanjutan belum diumumkan, tetapi potensi dampaknya disebut dapat mencakup pengurangan poin, pengecualian dari Liga Primer, atau denda dalam jumlah besar. BBC Sport juga melaporkan bahwa klub-klub Liga Primer mencari nasihat hukum terkait kemungkinan kompensasi.

Di tengah isu tersebut, Khaldoon Al Mubarak menyatakan kepercayaan bahwa City mampu membuktikan ketidakbersalahannya. Ia mengatakan bahwa proses Liga Primer masih berjalan, dengan kalimat: “Premier League process still has a long way to run”. Rodri juga menyampaikan keyakinan yang sama dalam konferensi berita pada Jumat, dengan menyatakan: “They always express the confidence that they never did something wrong and we believe in that,” serta menambahkan, “Until the moment they are proved wrong, we will believe the club. They always tell us the confidence they have on the innocence.”

Siapa yang terkait, dan kapan masa yang dipersoalkan

Gugatan yang mengarah pada dakwaan tersebut mencakup masa kepemimpinan Roberto Mancini dan Manuel Pellegrini, juga dua tahun pertama di era Pep Guardiola. Guardiola meninggalkan klub setelah 10 musim, tepatnya di akhir kampanye 2025-26.

Selama periode 2009 hingga 2018, City meraih gelar Liga Primer dan Piala EFL sebanyak tiga kali, serta Piala FA satu kali. Menariknya, Guehi, Rodri, dan O’Reilly sama-sama memulai debut bersama City setelah rentang waktu yang dipersoalkan dalam dakwaan tersebut.

Karena itu, perdebatan yang muncul setelah laga bukan soal apakah masing-masing pemain membenarkan atau menyangkal tuduhan, melainkan tentang apakah suasana di luar lapangan—tepat sebelum pertandingan besar—ikut memengaruhi cara mereka mengeksekusi tugas di lapangan. Saat Inggris menanggung kekalahan 2-3, pertanyaan yang tersisa adalah apakah “big mistakes” itu hanya soal performa sesaat, atau apakah atmosfer putusan membuat permainan tim terasa lebih rapuh dari biasanya.