jurnalistik.co.id – Aldio Oekon menunjukkan reaksi cepat setelah mengalami insiden pada Leg 1 Asia Pacific Rally Championship (APRC) dan Kejurnas Rally di Sumatera Utara, 7–8 Agustus 2026. Bersama Respati Adhi atau Adhi KZ, ia mengandalkan Hyundai i20 N Rally2 untuk kembali menantang persaingan di Leg 2.
Tim DMO Pertamax Turbo Fin+ mencatat bahwa mobil yang mereka kendarai sempat terbalik pada tahap awal. Kondisi tersebut turut menyebabkan kerusakan, termasuk kaca depan yang pecah.
Bangkit dari insiden Leg 1
Menurut Aldio dalam keterangan resminya, fokus utama setelah kejadian adalah membuat mobil kembali siap dan bisa turun ke lintasan. Ia menegaskan bahwa situasinya tidak ideal, apalagi setelah terbalik dan kaca depan pecah, namun seluruh tim bekerja keras untuk memperbaiki kendaraan.
Setelah perbaikan rampung, Aldio dan navigatornya melanjutkan reli pada Leg 2 dengan pendekatan yang berbeda. Mereka berusaha mengesampingkan kejadian sebelumnya dan menitikberatkan pada kerja tiap special stage menuju garis finis.
Di Leg 2, langkah mereka membuahkan hasil. Aldio yang sebelumnya berada di posisi ke-14 akhirnya mampu melakukan pemulihan performa dan menutup lomba di peringkat keempat.
Catatan waktunya tercatat 2 jam 31 menit 27,3 detik, sekaligus menjadi bukti daya tahan tim dalam menjaga ritme setelah insiden serius. Kinerja itu juga mengangkat mereka di klasifikasi kategori.
Finis keempat dan catatan kategori RC2
Selain meraih posisi keempat secara keseluruhan, Aldio turut menempati peringkat ketiga di Kategori RC2. Pencapaian tersebut menjadi salah satu sorotan setelah Leg 1 berujung insiden terbalik.
Dalam pernyataannya, Aldio menyampaikan rasa syukur atas hasil yang didapat. Ia menilai bahwa kemampuan untuk bangkit dan finis di posisi keempat menunjukkan bahwa mereka tidak menyerah meskipun sempat menghadapi situasi yang sulit.
Berita Terkait
Ia juga menggambarkan proses selama pemulihan, mulai dari upaya memastikan mobil kembali berfungsi hingga konsentrasi yang dijaga saat kompetisi berlanjut. Fokus pada kelanjutan tiap special stage menjadi kunci agar momentum tidak hilang.
Keberhasilan ini turut memberi modal bagi DMO Garage Pertamax Turbo Fin+ untuk terus mengasah kemampuan pembalap, navigator, mekanik, serta seluruh kru. Tim berharap pengalaman dari reli Sumatera Utara dapat diterjemahkan menjadi peningkatan performa di ajang berikutnya.
Perjalanan tim lain: masalah kelistrikan dan gearbox
Di sisi lain, pasangan Donny M dan Pramurahardjo yang menggunakan Subaru WRX STi mengalami kendala berbeda pada Leg 1. Mereka sempat menghadapi masalah kelistrikan, namun setelah penanganan mereka kembali melanjutkan persaingan.
Namun, cerita berlanjut tidak sejalan saat Leg 2 memasuki tahap-tahap krusial. Kerusakan gearbox membuat perjuangan Donny M dan Pramurahardjo harus terhenti pada lanjutan reli.
Kontras hasil antar tim tersebut menegaskan karakter APRC dan Kejurnas Rally yang menuntut kestabilan kendaraan sekaligus ketepatan tim dalam menangani kendala teknis. Bagi DMO Pertamax Turbo Fin+, pemulihan dari insiden Leg 1 menjadi titik penting yang pada akhirnya membawa Aldio Oekon finis keempat dengan waktu 2:31:27,3.
Dengan hasil itu, Aldio dan Respati Adhi memperlihatkan bahwa reli tidak hanya ditentukan kecepatan di lintasan, tetapi juga kemampuan kru dan pembalap untuk merespons masalah, menjaga fokus, serta mengunci hasil hingga garis finis.
Pasca insiden Leg 1, Aldio menempatkan prioritas pada pemulihan unit agar bisa kembali melanjutkan start di Leg 2. Setelah kaca depan yang pecah ditangani dan kondisi mobil kembali memungkinkan, ia bersama tim kemudian mengatur ulang fokus pertandingan agar tiap special stage dijalani dengan ritme yang lebih terukur.
Hasil di Leg 2 tidak hanya berbicara di posisi akhir, tetapi juga memperlihatkan konsistensi tim saat harus menjaga laju meski berawal dari keterpurukan. Dengan mencatat waktu 2 jam 31 menit 27,3 detik dan menempati peringkat keempat secara keseluruhan, Aldio sekaligus mengamankan perhatian di klasifikasi Kategori RC2 melalui capaian peringkat ketiga.
Pengalaman yang berbeda juga tampak pada pasangan Donny M dan Pramurahardjo, di mana kendala kelistrikan sempat bisa ditangani di Leg 1, namun di Leg 2 kerusakan gearbox membuat langkah mereka harus berhenti lebih cepat. Perbedaan nasib antar tim ini menegaskan bahwa ketepatan respons teknis dan kemampuan kru menjaga performa menjadi faktor penentu hingga akhir perlombaan.







