jurnalistik.co.id – Pasar SUV listrik di Indonesia kian bertambah kompetitif seiring masuknya pemain baru dari China. Kali ini, Leapmotor dan Hyptec sama-sama menawarkan pilihan untuk konsumen yang mencari kendaraan berpenggerak listrik dengan karakter berbeda.
Leapmotor secara resmi mulai memperkenalkan lini SUV listriknya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Di pasar Indonesia, merek tersebut dipasarkan oleh PT Indomobil National Distributor dan berada di bawah naungan Stellantis.
Model yang menjadi sorotan adalah Leapmotor C10, sebuah SUV listrik di segmen D-SUV. Di kelas yang relatif sepadan, konsumen juga dihadapkan pada Hyptec HT yang ditawarkan mulai Rp 755 juta untuk varian Premium.
Ukuran bodi dan dampaknya ke kabin
Dari sisi dimensi, Hyptec HT tampil lebih besar dibandingkan Leapmotor C10. Leapmotor C10 memiliki panjang 4.739 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.680 mm, dengan jarak sumbu roda 2.825 mm.
Sementara itu, Hyptec HT mencatat panjang 4.935 mm, lebar 1.920 mm, tinggi 1.700 mm, serta wheelbase 2.935 mm. Artinya, Hyptec HT lebih panjang 196 mm dan memiliki jarak sumbu roda yang 110 mm lebih besar dibanding C10.
Kelebihan ukuran tersebut berpotensi diterjemahkan ke ruang kabin yang lebih lapang, terutama pada area kaki penumpang di bagian belakang. Pada praktiknya, perbedaan wheelbase sering kali menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rasa lega saat duduk.
Bagasi, fleksibilitas ruang, dan frunk
Hyptec HT juga unggul dalam kapasitas ruang kargo. Bagasinya memiliki volume 725 liter, yang dapat diperluas hingga 1.857 liter ketika kursi baris belakang dilipat.
Leapmotor C10 menyediakan ruang bagasi 485 liter, dengan opsi diperluas menjadi 1.645 liter saat kursi belakang dilipat. Selain itu, C10 masih menyertakan ruang penyimpanan tambahan di bagian depan atau frunk dengan kapasitas 32 liter.
Dengan perbedaan angka-angka tersebut, Hyptec HT dapat lebih menarik bagi kebutuhan angkut barang dalam skala lebih besar. Namun, C10 tetap menawarkan nilai tambah berupa frunk yang bisa dimanfaatkan untuk penyimpanan yang lebih praktis.
Tenaga motor, torsi, dan karakter performa
Berita Terkait
Pada aspek penggerak, kedua mobil mengusung sistem penggerak roda belakang (RWD). Karena sama-sama RWD, karakter berkendara keduanya tetap memiliki kemiripan dalam cara distribusi tenaga menuju roda belakang.
Meski demikian, perbedaan performa terlihat dari spesifikasi motor. Leapmotor C10 menggunakan motor listrik tipe Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM) dengan tenaga maksimum 165 kW atau sekitar 224 PS, serta torsi 360 Nm.
C10 diklaim mampu melesat dari 0 hingga 100 km per jam dalam waktu 7,5 detik, dengan kecepatan maksimal mencapai 180 km per jam. Angka ini menunjukkan fokus yang masih seimbang untuk pemakaian harian maupun respons saat akselerasi.
Sementara itu, Hyptec HT membawa motor listrik dengan tenaga maksimum 250 kW atau sekitar 340 PS, dan torsi 430 Nm. Dengan angka tenaga serta torsi yang lebih besar, Hyptec HT ditujukan untuk konsumen yang menempatkan performa sebagai prioritas.
Dari kombinasi tenaga dan torsi yang lebih tinggi, HT berpotensi menawarkan dorongan akselerasi yang lebih kuat dibanding C10, khususnya ketika membutuhkan tenaga ekstra untuk menyalip atau mempertahankan kecepatan.
Baterai dan jarak tempuh yang diklaim
Untuk baterai, Leapmotor C10 dibekali paket berkapasitas 69,9 kWh. Produsen mengklaim C10 sanggup menempuh jarak hingga 478 kilometer dengan metode pengujian NEDC.
Dengan informasi yang tersedia pada materi sumber, detail baterai dan klaim jarak tempuh Hyptec HT tidak dicantumkan. Karena itu, perbandingan jarak tempuh hanya dapat dilakukan pada sisi Leapmotor C10 berdasarkan angka yang disebutkan.
Meski begitu, besarnya kapasitas baterai C10 dan klaim jarak tempuhnya menjadi salah satu pertimbangan utama bagi calon pembeli yang menghitung kebutuhan perjalanan harian hingga jarak menengah.
Kesimpulan perbandingan
Secara umum, persaingan keduanya dapat dilihat dari dua sisi utama: ukuran serta kapasitas ruang, dan karakter performa. Hyptec HT menawarkan bodi lebih panjang dan wheelbase lebih jauh, sekaligus bagasi yang lebih besar, sementara Leapmotor C10 tetap menonjol dengan frunk 32 liter serta klaim jarak tempuh hingga 478 km (NEDC).
Di sisi tenaga, Hyptec HT unggul berkat motor 250 kW dan torsi 430 Nm. Namun, Leapmotor C10 juga menghadirkan performa yang kompetitif melalui motor PMSM 165 kW dan torsi 360 Nm, termasuk klaim akselerasi 0–100 km per jam dalam 7,5 detik serta kecepatan maksimal 180 km per jam.












