Otomotif

Semester I 2026 VKTR: Penjualan Menguat 56%, Laba Bersih Naik 25%

×

Semester I 2026 VKTR: Penjualan Menguat 56%, Laba Bersih Naik 25%

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Rapor Semester I VKTR, Penjualan Naik 56 Persen

jurnalistik.co.id – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mencatatkan kinerja yang membaik pada semester pertama 2026, ditandai kenaikan penjualan dan laba. Sepanjang periode tersebut, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp647 miliar.

Angka itu tumbuh 56% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan semester I 2025. Perusahaan menilai peningkatan kinerja berjalan seiring dengan membaiknya permintaan pada kendaraan listrik komersial di Indonesia.

Direktur Utama VKTR, A. Ardiansyah Bakrie, menyampaikan bahwa tren positif tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis perseroan. “Kinerja positif pada Semester I 2026 mencerminkan ketahanan model bisnis VKTR. Elektrifikasi kendaraan komersial telah menjadi solusi yang semakin relevan bagi dunia usaha maupun transportasi publik,” ujar Ardi dalam keterangan resmi pada Rabu (19/8/2026).

Menurut manajemen, dorongan utama datang dari meningkatnya adopsi kendaraan listrik komersial serta pemulihan industri otomotif nasional. Kondisi tersebut, kata perseroan, ikut mendongkrak segmen suku cadang VKTR.

Kinerja keuangan semester I 2026

Seiring bertambahnya pendapatan, VKTR juga mencatat lonjakan pada profit operasional. Laba usaha perseroan melonjak 1.890% YoY menjadi Rp16 miliar pada semester I 2026.

VKTR juga melaporkan laba bersih sebesar Rp10 miliar. Laba bersih itu tumbuh 25% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset VKTR hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp1.849 miliar. Nilai tersebut naik 3% dibandingkan periode Juni 2025.

VKTR mencatat liabilitas sebesar Rp589 miliar. Sementara itu, ekuitas perseroan tercatat Rp1.260 miliar pada akhir Juni 2026.

Perluasan pasar bus listrik dan kendaraan listrik

Pada semester pertama 2026, VKTR melanjutkan pengembangan penetrasi kendaraan listrik di berbagai sektor. Salah satu fokusnya adalah penguatan pasokan bus listrik untuk operator transportasi publik.

Perseroan menyatakan telah menyelesaikan pengiriman 30 unit bus listrik berukuran 12 meter kepada operator TransJakarta. Penambahan tersebut membuat jumlah kumulatif bus listrik VKTR untuk armada TransJakarta mencapai 152 unit.

Dengan total tersebut, VKTR mengklaim pasokannya mencakup sekitar 30% dari keseluruhan armada bus listrik yang beroperasi di bawah naungan TransJakarta. Perusahaan menempatkan pertumbuhan ini sebagai bagian dari upaya memperluas penerapan elektrifikasi di layanan angkutan publik.

Selain transportasi publik, VKTR juga mulai bergerak lebih jauh ke sektor logistik dan kebutuhan operasional korporasi. Perseroan mengirimkan kendaraan listrik transporter untuk armada antarkota di Malang, Jawa Timur.

Pengiriman juga dilakukan untuk entitas di dalam Kelompok Usaha Bakrie. VKTR menempatkan ekspansi ini sebagai langkah untuk memperluas basis pelanggan kendaraan listrik komersial di luar sektor angkutan massal.

VKTR menyebut bus listrik buatannya tercatat sebagai satu-satunya armada bus listrik TransJakarta yang dirakit di dalam negeri. Perusahaan menegaskan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) armada tersebut berada di atas 40%.

Kumulatif perjalanan hingga pertengahan 2026

Hingga pertengahan 2026, VKTR menyampaikan armadanya secara kumulatif telah menempuh lebih dari 19 juta kilometer. Perusahaan mengaitkan akumulasi jarak tempuh tersebut dengan estimasi pengurangan emisi.

Dengan memperluas pengiriman bus listrik serta memperkenalkan kendaraan listrik untuk kebutuhan logistik, VKTR terlihat konsisten menjalankan strategi elektrifikasi pada segmen yang lebih beragam. Langkah ini juga selaras dengan kenaikan kinerja keuangan yang dilaporkan pada semester I 2026.

Secara keseluruhan, peningkatan penjualan bersih menjadi Rp647 miliar, lonjakan laba usaha menjadi Rp16 miliar, serta laba bersih Rp10 miliar menjadi indikator utama kemajuan periode berjalan. VKTR menutup laporan semester pertamanya dengan gambaran neraca yang mencatat kenaikan aset dan perkuatan ekuitas dibanding periode tahun sebelumnya.

Dalam konteks industri yang terus bergerak, perusahaan menempatkan elektrifikasi kendaraan komersial sebagai elemen penting yang makin relevan bagi dunia usaha maupun transportasi publik. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan atas arah strategi VKTR pada paruh pertama 2026.