Peristiwa

Pasangan Inggris mengalami luka berat, ditemukan setengah sadar di jurang saat kebakaran hutan Spanyol di Almeria

×

Pasangan Inggris mengalami luka berat, ditemukan setengah sadar di jurang saat kebakaran hutan Spanyol di Almeria

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Badly burned British couple rescued from ravine during Spain wildfires

jurnalistik.co.id – Seorang pasangan berkewarganegaraan Inggris ditemukan di dasar jurang di Spanyol setelah terseret kebakaran hutan yang melanda Provinsi Almeria. Keduanya berada dalam kondisi kritis, dengan luka bakar yang disebut mencapai 40% tubuh, dan saat ini menjalani perawatan intensif.

Menurut laporan media lokal, pasangan tersebut diduga sedang berjalan kaki (hiking) ketika situasi berubah cepat akibat kobaran api yang merambat luas pada Kamis. Evakuasi dilakukan, lalu mereka dibawa ke rumah sakit setelah ditemukan oleh petugas pencarian.

Peristiwa itu terjadi saat petugas Civil Guard melakukan penelusuran guna mencari korban selamat pada dini hari Jumat, di sekitar desa Bédar yang menjadi salah satu wilayah paling terdampak. Dalam proses tersebut, tim melaporkan adanya tanda-tanda suara minta tolong dari kejauhan.

Salah satu anggota tim, Serjeant Pedro Barre, mengatakan bahwa pada pengalaman tertentu ia merasa perlu “Look again, try one more time,” dan mengajak rekan-rekannya untuk mencari sekali lagi. “As you gain more experience, something inside you tells you, ‘Look again, try one more time,’” katanya kepada penyiar televisi publik Spanyol, TVE.

Tim penyelamat kemudian mengikuti suara itu dan menuruni lereng. Mereka menemukan pasangan tersebut dalam kondisi semi-sadar, dengan luka bakar berat tersebar di hampir sebagian besar tubuh. Rafael Zea menyebut kemampuan korban untuk masih bisa memanggil dalam keadaan seperti itu sebagai upaya yang luar biasa.

“Being able to call out in the condition they were in was a titanic effort,” kata Rafael Zea. Barre menambahkan, “We’ll never forget that look of surprise and emotion on their faces.”

Di tengah proses penanganan korban, pihak berwenang menyatakan kebakaran telah berhasil dikendalikan. Namun, dampaknya tetap serius: kebakaran itu menewaskan 12 orang, termasuk empat orang yang diduga merupakan warga negara Inggris. Api juga disebut telah membakar sekitar 7.000 hektare lahan, atau sekitar 17.300 acre.

Identitas para korban yang meninggal belum dikonfirmasi secara resmi. Sementara itu, pengendalian api dan penyesuaian status tanggap darurat terus berjalan seiring kondisi cuaca yang disebut lebih menguntungkan.

Pada Minggu, Kepala pemerintahan regional Andalusia, Juan Manuel Moreno Bonilla, menyampaikan bahwa kondisi yang lebih baik membantu pemadam kebakaran menahan laju api. Ia juga menyatakan tingkat kewaspadaan secara keseluruhan telah diturunkan. Kepala keadaan darurat regional, Antonio Sanz, menyebut sekitar 600 dari hampir 1.500 orang yang sempat dievakuasi di wilayah terdampak dapat kembali.

Di bawah desa Bédar, puluhan warga berkumpul di sebuah bundaran sambil berharap diizinkan menengok rumah masing-masing. Banyak di antara mereka belum mengetahui apakah properti mereka selamat atau tidak.

Di antara yang menunggu dengan cemas adalah Mike dan Belinda Lithgoe dari Cornwall, yang memiliki rumah liburan di dekat wilayah kebakaran. Sejak kebakaran, mereka beristirahat di dalam mobil camper van bersama anjing mereka, Rocket. Pasangan itu menyatakan akan diberi kesempatan memeriksa rumah dalam jeda waktu selama satu jam pada Minggu sore.

Mereka mengatakan memiliki harapan bahwa rumah masih berdiri. Mike menilai asap berada di sisi lain gunung ketika mereka melarikan diri, sehingga peluang kerusakan dinilai lebih rendah, meski tetap tidak bisa dipastikan.

“It’s impossible to know,” kata Mike. “You hope it will have gone down the ravine and round rather than up through the village.”

Evakuasi, rute, dan peringatan darurat

Sebagian warga yang menunggu juga mempertanyakan informasi yang beredar sejak awal. Emma Mitchell dan suaminya menyanggah pernyataan otoritas setempat bahwa beberapa korban meninggal tidak menempuh rute evakuasi yang ditetapkan.

Emma mengatakan ia tinggal di area itu selama tiga tahun penuh waktu dan tidak pernah menerima informasi bahwa harus mengambil jalan tertentu jika terjadi kebakaran. “We’ve lived here for three years full time and there has never been information that you should take this road if there is a fire, never.”

Thomas-Wolf Verdonckt, putra dari seorang pria Belgia yang tewas dalam kebakaran tersebut, juga membantah klaim bahwa dirinya dan sejumlah korban mengabaikan nasihat resmi untuk bertahan di tempat. Ia mengatakan kepada Reuters bahwa ia sempat berbicara dengan ayahnya melalui telepon pada Kamis malam saat api bergerak mendekati Bédar.

Ayah Thomas-Wolf, Stanislas Verdonckt, berusia 63 tahun dan disebut sebagai pebisnis. Thomas-Wolf mengatakan layanan darurat tidak memberikan peringatan resmi maupun perintah evakuasi. “There was no warning, they were not aware of a fire, and by the time they were – because they saw the fire themselves – it was already too late,” katanya.

Ia menyebut ayah dan pihak lain berupaya mengambil jalan utama yang ditetapkan sebagai jalur evakuasi. Namun, akses dinilai tidak memungkinkan sehingga mereka terpaksa memilih jalur lain. Ia menilai situasi itu bukan pilihan korban, sehingga tidak adil bila mereka kemudian disalahkan.

“It was out of their hands,” ujarnya. “it’s not fair on them that they are [blamed] when it was not their choice to begin with.”

Pihak pejabat lokal sebelumnya juga menyampaikan alasan mengapa peringatan pada Kamis malam tidak segera dikeluarkan. Mereka menyatakan, peringatan dikhawatirkan sampai ke wilayah di luar area terdampak dan justru dapat menyulitkan proses evakuasi. Otoritas juga disebut melakukan pendekatan langsung lewat petugas yang mendatangi rumah warga atau menghubungi melalui telepon untuk menyampaikan instruksi berlindung atau evakuasi.

Dalam perkembangan lain, Wali Kota Bédar, Angel Collado, mengatakan pada Sabtu bahwa ia telah mendorong kelompok warga termasuk Stanislas Verdonckt untuk bertahan di tempat. Pemerintah regional Andalusia dan polisi Civil Guard Spanyol tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Emma Mitchell juga mengecam keputusan untuk tidak mengirim peringatan teks ke seluruh ponsel di area tersebut. Ia berpendapat sistem peringatan mobile seharusnya tetap digunakan sebagaimana mekanisme untuk gempa bumi.

“I think they should have done the mobile alert, as they do for earthquakes. I know they said that it was too technical and complex… but the reality is, out here in Bédar, there are very few officials.” Emma juga menilai polisi setempat dan petugas pemadam bekerja dengan baik secara individu, mendatangi puluhan warga saat api mulai meluas.

Gelombang panas dan kebakaran paling mematikan

Kebakaran itu terjadi dalam kondisi cuaca ekstrem. Gelombang panas berkelanjutan dengan suhu sekitar 40C disebut menjadi pemicu yang memperburuk situasi di musim panas tahun ini, terutama di Prancis, Portugal, dan Spanyol. Pada Jumat, Wali Kota Los Gallardos, Francisco Miguel Reyes, mengatakan kepada radio Cadena SER bahwa kejadian itu terasa seperti bencana besar yang datang mendadak.

Ia menyebut, “it feels like a bomb has fallen” bagi wilayah tersebut. Reyes juga mengatakan, “This is the first time we’ve faced a fire as devastating as this.”

Kebakaran di Spanyol ini telah tercatat sebagai salah satu yang paling mematikan dalam sejarah negara tersebut. Pada 1984, 20 orang meninggal dunia dalam kebakaran hutan di La Gomera, Kepulauan Canary. Pada 1979, 21 orang tewas, termasuk sembilan anak, dalam kebakaran hutan dekat Lloret de Mar di Spanyol bagian timur laut.

Laporan layanan iklim Copernicus menyebut perubahan iklim mendorong kenaikan suhu dan membuat Eropa memanas dua kali lebih cepat dibanding rata-rata pemanasan global. Kondisi tersebut berkontribusi pada gelombang panas musim panas yang lebih sering, tekanan lebih besar pada pasokan air, serta kebakaran hutan yang semakin intens.

Dalam situasi seperti ini, respons petugas dan peringatan dini menjadi bagian penting dari upaya melindungi warga. Sementara investigasi terkait proses evakuasi terus ditata, dua orang yang ditemukan di jurang akibat kobaran api tetap menjadi sorotan karena kondisi mereka belum dilaporkan membaik.