Entertainment

Pakar Antiques Roadshow Theo Burrell Meninggal Usia 39 Tahun, Divonis Glioblastoma pada Juni 2022

×

Pakar Antiques Roadshow Theo Burrell Meninggal Usia 39 Tahun, Divonis Glioblastoma pada Juni 2022

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Antiques Roadshow expert Theo Burrell dies aged 39

jurnalistik.co.id – Pakar Antiques Roadshow, Theo Burrell, meninggal dunia pada usia 39 tahun. Kabar duka itu muncul empat tahun setelah ia didiagnosis mengidap kanker otak.

Burrell didiagnosis pada Juni 2022 dengan glioblastoma, yakni tumor otak yang sangat agresif. Penyakit ini umumnya memiliki harapan hidup sekitar 12–18 bulan.

Burrell dikenal sebagai spesialis keramik dan kaca, yang bekerja bersama perusahaan lelang Lyon & Turnbull di Edinburgh. Ia mulai bergabung dengan program BBC Antiques Roadshow pada 2018 sebagai salah satu penguji yang menilai berbagai benda yang dibawa pemirsa.

Dalam pernyataan yang ia tulis di Instagram, Burrell disebut meninggal dunia dengan tenang pada hari Rabu. Ia dikelilingi oleh keluarga.

“She was an incredible person who fought hard for her family, friends and raising awareness of this cruel disease. “She saw life events like her son’s first day at school and her wedding that a little over four years ago we thought she’d never see. “The cancer community provided so much comfort and strength to her in her darkest moments. But most of all it provided hope and I think what she would want most of all is for other people to find hope in her story.”

Burrell, yang berasal dari East Lothian, mula-mula didiagnosis saat berusia 35 tahun. Di fase itu, ia menjalani pemeriksaan setelah beberapa bulan gejalanya memburuk.

Ia kemudian menjalani serangkaian perawatan untuk memperpanjang waktu hidupnya. Perawatan tersebut meliputi operasi, radioterapi, dan kemoterapi.

Usai diagnosisnya, Burrell sempat berbagi cerita kepada BBC Scotland News mengenai awal mula ia merasa tidak sehat. Ia mengatakan kondisinya mulai memburuk pada akhir 2021.

“I had five or six months of increasingly worsening symptoms – headaches, sickness, problems with my vision, very, very pressurised pains in my head, migraines – the list went on. “And it wasn’t until I went to A&E at the Royal Infirmary in Edinburgh that I was given the diagnosis. I had absolutely no idea it was coming, it was a huge shock.”

Ia juga pernah mengungkap pengalaman mengenai “dark thoughts” dan kekhawatirannya bahwa ia mungkin tidak akan menyaksikan ulang tahun kedua putranya. Namun, ia menyatakan rasa takut itu pada akhirnya tidak menjadi kenyataan.

“But I’m lucky enough to say I did! And no-one can take that away from me,” she wrote in a recent Instagram post.

Dalam unggahan lain, Burrell menyebut pernikahannya bersama suaminya, Alex, yang berlangsung awal tahun ini. Ia menuliskan bahwa momen itu terasa istimewa baginya setelah bertahun-tahun bersama.

Ia menyampaikan rasa lega dan kebahagiaan itu, dengan mengatakan pernikahan tersebut “feels so nice” setelah menempuh waktu lama bersama. Unggahan itu juga menggambarkan bagaimana ia tetap memaknai peristiwa-peristiwa hidup meski harus berhadapan dengan penyakit yang berat.

Glioblastoma disebut tidak dapat disembuhkan, dan tidak ada kemajuan berarti dalam pengobatannya selama dua dekade. Di Inggris, sekitar 3.200 orang didiagnosis setiap tahun, dan sekitar 160 di antaranya dapat bertahan hidup hingga lima tahun atau lebih.

Aktivisme menghadapi glioblastoma

Setelah divonis, Burrell dikenal semakin lantang menjadi penggerak kesadaran dan dukungan bagi komunitas pasien kanker otak. Perjuangannya berfokus pada pendanaan pemerintah, waktu diagnosis yang lebih baik, serta kemajuan uji klinis.

Pada 2023, Burrell menjadi patron Brain Tumour Research, sebuah organisasi amal yang berkomitmen untuk menemukan cara menyembuhkan penyakit tersebut. Ketua eksekutif Brain Tumour Research, Dan Knowles, menyampaikan belasungkawa dan apresiasi atas perjuangan Burrell.

“We are heartbroken that we have lost the phenomenal, determined and truly inspiring Theo Burrell to this devastating disease. “She was always very open about her prognosis and knew from the outset her cancer was terminal but she was absolutely determined to make a difference for others. “She constantly inspired us with how big her heart was and we will continue on our mission, driven by everything she taught us.”

Menurut pernyataan tersebut, Burrell sejak awal memperlihatkan keterusterangan mengenai kondisi dan prospeknya. Di saat yang sama, ia tetap bertekad memberi dampak bagi orang lain, termasuk melalui cara ia menguatkan komunitas pasien di masa-masa tersulit.

Kehadiran Burrell di Antiques Roadshow dan kontribusinya di ranah advokasi membuat namanya dikenal luas. Ia meninggalkan jejak profesional sebagai spesialis keramik dan kaca, sekaligus warisan semangat yang terus diingat oleh keluarga, sahabat, dan komunitas penderita kanker otak.