Hukum & Kriminal

Tokyo, Labrador Hitam yang Diduga Menelan Cannabis Buangan, Diselamatkan dari Ben Nevis

×

Tokyo, Labrador Hitam yang Diduga Menelan Cannabis Buangan, Diselamatkan dari Ben Nevis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Dog rescued from Ben Nevis suspected to have eaten discarded cannabis

jurnalistik.co.id – Seekor anjing jenis labrador hitam bernama Tokyo berhasil diselamatkan dari Ben Nevis, gunung tertinggi di Inggris. Hewan itu diduga jatuh sakit setelah menelan cannabis yang tertinggal di jalur pendakian.

Pendakiannya berlangsung pada perjalanan akhir pekan lalu ke Skotlandia, saat Christina Bluhme—pelatih anjing yang tinggal di Esher, Surrey—berada di tengah pendakian menuju puncak Ben Nevis. Di lokasi itu, Tokyo mendadak kolaps di jalur.

Lochaber Mountain Rescue Team kemudian memberikan bantuan. Tim membawa Tokyo turun menggunakan tandu dari ketinggian sekitar 4.413 kaki (1.345 meter) menuju dokter hewan setempat.

Kolaps di tengah jalur, lalu dibawa ke fasilitas medis

Bluhme menjelaskan bahwa saat kejadian, Tokyo menunjukkan gejala yang cepat memburuk. Anjing itu kehilangan kemampuan menggunakan kedua kakinya dan mulai terhuyung, lalu masuk-keluar dari kondisi tidak sepenuhnya sadar.

Dalam keterangannya, ia berkata, “I genuinely thought I was going to lose her”. Bagi Bluhme, momen itu terasa sangat menakutkan karena kondisi Tokyo memburuk sementara mereka masih berada di lintasan pendakian.

Selama proses evakuasi dari gunung, Tokyo tetap dalam kondisi tidak sepenuhnya sadar untuk sebagian besar perjalanan turun. Tim penyelamat kemudian memastikan Tokyo mendapat penanganan segera setelah sampai di fasilitas medis.

Tokyo akhirnya dirawat oleh Crown Vets di Fort William. Setelah peristiwa tersebut, pemiliknya menyampaikan bahwa Tokyo menunjukkan pemulihan penuh setelah insiden berlangsung.

Diduga menelan zat berbahaya yang tertinggal

Menurut Bluhme, dokter hewan meyakini bahwa Tokyo kemungkinan telah mengonsumsi cannabis yang dibuang atau ditinggalkan di jalur. Dugaan ini muncul setelah evaluasi terhadap kondisi anjing dan gejala yang dialami.

Ia juga menyinggung keterbatasan kemampuan untuk membawa Tokyo sendirian. “Carrying a 25kg Labrador down Ben Nevis was impossible on my own,” ucapnya, merujuk pada bobot Tokyo yang mencapai sekitar 25 kilogram.

Dalam penilaian Bluhme, kontribusi tim penyelamat menjadi penentu keselamatan. “Their kindness, professionalism and calm support meant everything during one of the most frightening days I’ve ever experienced.” Ia menekankan bahwa ketenangan dan dukungan dari para petugas membuat situasi yang sangat berat dapat dilalui.

Pemulihan penuh dan pesan untuk pemilik anjing

Bluhme menyebut Tokyo pulih sepenuhnya pada hari berikutnya setelah insiden. Ia mengaku merasa sangat beruntung bahwa anjingnya selamat dan kembali dalam kondisi baik.

Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada tim penyelamat dan tim dokter hewan atas bantuan yang diberikan. Ia menggambarkan dukungan tersebut sebagai “compassion and dedication” sambil menambahkan, “You were there when we needed you most,”

Selain menyoroti proses penyelamatan, Bluhme juga menyampaikan peringatan kepada sesama pemilik anjing. “A little reminder to fellow dog owners – please be aware that discarded drugs and other toxic substances can sometimes be found even in the most beautiful outdoor places.” Ia mengatakan ini adalah sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan akan mereka temui selama berada di alam terbuka.

Lochaber Mountain Rescue Team menyatakan pihaknya senang Tokyo telah pulih. Tim tersebut sekaligus memberikan apresiasi kepada dokter hewan lokal di Fort William yang menangani kasus Tokyo.

Seorang juru bicara tim menambahkan bahwa kini diduga Tokyo—yang biasanya merupakan anjing pekerja yang sangat bugar dan aktif—mengonsumsi sesuatu yang membuatnya jatuh dalam kondisi kritis. “Many thanks to Crown vets for their support, and to Tokyo’s owner for the update and photos.”

Kasus ini menjadi pengingat bahwa benda-benda berbahaya yang tertinggal di area rekreasi alam dapat berdampak serius pada hewan peliharaan. Dengan pemulihan Tokyo yang berlangsung cepat, perhatian kini beralih pada upaya kehati-hatian saat membawa anjing berjalan di jalur pendakian.