Pendidikan

56 Kontingen Pelajar Gorontalo Ramaikan Transbahasa Championship, Wagub Idah Beri Motivasi

×

56 Kontingen Pelajar Gorontalo Ramaikan Transbahasa Championship, Wagub Idah Beri Motivasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 56 Tim Pelajar Gorontalo Bersaing di Transbahasa Championship, Wagub Idah Beri Motivasi

jurnalistik.co.id – Bandayo Yiladia di Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo menjadi lokasi perhelatan Transbahasa Championship pada Jumat (25/9/2026). Kegiatan ini diikuti pelajar dari berbagai sekolah se-Provinsi Gorontalo.

Transbahasa Championship tahun ini menghadirkan 56 tim peserta yang berasal dari jenjang SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA. Setiap tim berlaga dengan semangat untuk menguji sekaligus mengasah kemampuan berbahasa dan pengetahuan yang relevan.

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, hadir untuk memberikan motivasi kepada para peserta. Ia menyampaikan dorongan agar pelajar terus mengembangkan kemampuan dan berani menetapkan cita-cita yang tinggi.

Idah menilai, kompetisi ini merupakan agenda yang penting karena memberi ruang bagi siswa untuk berkembang dan menilai kemampuan diri. Menurutnya, Transbahasa Championship tidak berhenti pada hasil akhir seperti sekadar penentuan pemenang.

“Kegiatan yang adik-adik ikuti sekarang bukan hanya sekadar mencari siapa pemenang. Tetapi ajang ini adalah sebuah peluang besar untuk mengevaluasi kemampuan setiap siswa sesuai dengan keahlian masing-masing, termasuk melatih kemampuan adik-adik, baik dalam berpikir maupun bertindak,” ujar Idah.

Dalam kesempatan tersebut, Idah juga mengingatkan peserta agar tidak ragu bermimpi dan terus membangun arah pendidikan. Ia menekankan bahwa kemampuan bahasa memiliki cakupan luas dan dapat menjadi bekal ketika melanjutkan sekolah maupun mencari peluang kerja.

“Mudah-mudahan yang di sini tidak ada yang tidak punya cita-cita. Jangan pernah takut untuk bercita-cita. Setelah lulus SMA, kalian bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, mengikuti kursus bahasa Inggris, bahasa Jepang, Mandarin atau Jerman, bahkan menjadi pekerja migran. Semua itu harus dipersiapkan dengan baik,” terang Idah.

Lebih lanjut, Wakil Gubernur mendorong peserta untuk memanfaatkan masa muda dengan memperbanyak pengalaman. Ia mengajak para pelajar terus belajar, menuntut ilmu, serta mencari hal-hal baru yang sebelumnya belum diketahui.

Idah berharap, pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas generasi muda Gorontalo. Harapan itu sekaligus menegaskan pentingnya kegiatan seperti ini sebagai ruang tumbuh yang membangun mental dan keterampilan.

Transbahasa Championship sebagai ruang belajar dan evaluasi kemampuan

Direktur Transbahasa Gorontalo, Novrianto Napu, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini merupakan upaya memberi kesempatan bagi generasi muda untuk memperluas pengetahuan dan wawasan. Ia juga menilai kompetisi menunjukkan kemampuan pelajar di tengah perkembangan teknologi dan era kecerdasan buatan (AI).

Novrianto menyampaikan bahwa kegiatan serupa perlu terus dihadirkan agar pelajar tetap memiliki ruang mengembangkan bakat dan keterampilan. Ia menegaskan, tantangan yang diberikan dalam kompetisi dapat menjadi sarana latihan yang terukur untuk mengasah daya pikir.

Tahun ini, Transbahasa Championship memasuki tahun kedua pelaksanaan. Novrianto menyebut konsepnya mirip seperti cerdas cermat, sehingga setiap sekolah bertanding secara sportif dan terarah.

“Tahun ini sudah jadi tahun kedua pelaksanaan Transbahasa Championship. Konsepnya mirip seperti cerdas cermat. Masing-masing sekolah bertanding secara sportif, bukan hanya mengasah kemampuan di bidang bahasa, tetapi juga bidang yang lebih luas seperti matematika, ilmu pengetahuan sosial dan lainnya,” jelas Novrianto.

Ia menambahkan bahwa selain kemampuan bahasa, kompetisi juga menyentuh bidang lain yang relevan dengan proses belajar siswa. Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengalaman yang tidak sempit, tetapi menyeluruh sesuai kebutuhan pendidikan.

Transbahasa Championship edisi kali ini diikuti oleh 56 tim, yang terdiri dari 39 tim tingkat SMP sederajat dan 17 tim tingkat SMA sederajat. Pembagian ini menjadi dasar penyelenggaraan pertandingan antar sekolah pada dua kelompok jenjang.

Novrianto juga menjelaskan adanya perubahan yang membedakan pelaksanaan tahun ini dengan sebelumnya. Kompetisi kini menghadirkan trofi bergilir yang akan diperebutkan setiap tahun dan diserahkan kepada pemenang untuk dipertahankan hingga penyelenggaraan kompetisi berikutnya.

Dengan rangkaian acara yang berlangsung di Bandayo Yiladia, kompetisi ini diharapkan menjadi momentum pembelajaran bagi pelajar Gorontalo. Melalui evaluasi kemampuan, latihan berpikir, serta penguatan cita-cita, Transbahasa Championship menegaskan bahwa proses kompetisi adalah bagian dari perjalanan generasi muda menuju masa depan yang lebih siap.