Peristiwa

Anak Eddie Newton Meninggal Saat Mendaki Gurun UAE Bersuhu 40°C, Koroner Sebut Misadventure

×

Anak Eddie Newton Meninggal Saat Mendaki Gurun UAE Bersuhu 40°C, Koroner Sebut Misadventure

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Eddie Newton's son died in 40C UAE desert hike, coroner says

jurnalistik.co.id – Anak mantan pemain Chelsea, Eddie Newton, meninggal dunia setelah ikut pendakian gurun bersuhu ekstrem di Uni Emirat Arab. Pemeriksaan di tingkat koroner menyimpulkan kematian itu terjadi sebagai misadventure.

Cassius Newton, 34 tahun, ditemukan tewas di wilayah bergunung Wadi Naqab, UAE, pada 18 Juli, beberapa jam setelah pasangan tersebut terakhir kali berkomunikasi. Dalam keterangan persidangan, tim penyelamat menemukan jenazah setelah panggilan meminta bantuan datang karena keduanya tak kunjung merespons.

Koroner Michelle Brown menyatakan bahwa Cassius Newton dan rekannya, Aran Martinson, meninggal akibat kondisi panas yang sangat parah. Brown juga menegaskan perjalanan yang mereka lakukan semula dianggap disengaja, namun berujung pada konsekuensi yang tidak terduga.

“This was an intentional trip with unintended consequences.” kata Brown saat sidang di Essex Coroner’s Court.

Cassius Newton adalah putra Eddie Newton, yang pernah bermain sebagai gelandang untuk Chelsea. Sementara itu, Aran Martinson berasal dari Bishop’s Stortford di Hertfordshire, dan ia turut berangkat bersama Cassius pada pendakian tersebut.

Menurut keterangan persidangan, mereka mulai melakukan pendakian sekitar pukul 07:00 waktu setempat (04:00 BST). Keduanya diketahui ikut dalam rute yang telah ditentukan, tanpa kebutuhan peralatan khusus, dan seharusnya bisa diselesaikan dalam waktu sekitar empat jam.

Pemeriksaan menyebutkan bahwa Newton dan Martinson tinggal di Ras Al Khaimah, sebuah resor mewah di bagian timur laut Dubai. Mereka berkenalan melalui pekerjaan di sebuah “global company”, lalu memutuskan melakukan pendakian gurun bersama di area itu.

Eddie Newton terbang ke UAE untuk mengidentifikasi jenazah putranya setelah upaya pencarian berlangsung. Brown juga menuturkan bahwa upaya penyelamatan dimulai setelah istri kedua pria tersebut menghubungi otoritas karena tidak mendapat kabar selama berjam-jam.

Jenazah mereka ditemukan pada jarak sekitar 3 km hingga 4 km dari lokasi kendaraan diparkir. Jarak antara kedua tubuh dilaporkan sekitar 350 meter.

Brown menggambarkan jalur melingkar yang mereka lalui sebagai “a recreational hike”. Keduanya ditemukan dalam posisi terlentang, berada di sekitar batu-batu besar di area pendakian.

Keterangan sidang juga mencatat bahwa Cassius Newton telah menghubungi istrinya sekitar pukul 02:00 untuk memberi tahu rencana pendakian. Dalam persidangan Essex, Brown menyebut istrinya sempat mendesak agar Newton tidak berangkat.

Brown menjelaskan, “She knew it would be very hot and it can get to about 40C, and the feeling is higher because it’s in the canyons,” serta menambahkan alasan lain yang membuat istri Newton khawatir. Brown juga menyampaikan, “He was also out the night before and wouldn’t have had much sleep, and she didn’t think he would have charged his phone enough.”

Saat sidang berlangsung, beberapa pesan singkat juga dibacakan. Pada pukul 09:26, istri Newton mengirimkan pesan: “You must be cooking.” Lima jam kemudian tanpa kabar, ia menulis: “[You are] actually trying to tip me over the edge I swear.”

Brown menyampaikan bahwa dua pria itu meninggal setelah suhu tubuh mereka meningkat secara serius hingga memicu kegagalan organ. Ia juga menyinggung bahwa dalam sidang sebelumnya sempat disebut suhu gurun mencapai 50C (122F), namun Brown menegaskan bahwa kondisi yang relevan pada saat itu adalah 40C.

Jenazah Newton dan Martinson kemudian dibawa ke rumah sakit di Ras Al Khaimah. Keduanya dinyatakan meninggal pada hari yang sama, setelah proses medis dilakukan.

Dalam penuturannya, Brown juga mengaitkan kematian itu dengan keadaan yang tidak bisa dipulihkan ketika panas ekstrem bekerja terhadap tubuh. Dengan demikian, koroner menilai kematian mereka bukan akibat tindakan yang dapat dikatakan sebagai kesengajaan mencelakai diri, melainkan misadventure yang terjadi karena faktor cuaca dan situasi lapangan.

Menjelang sidang, Chelsea menyampaikan belasungkawa dan menyatakan merasa “devastated” atas kabar meninggalnya Newton, yang pernah bermain di akademi klub tersebut. Sementara itu, istri Martinson menuliskan secara online bahwa suaminya adalah sosok “incredibly driven, hardworking and ambitious”.

Kasus ini kembali menyoroti risiko perjalanan di wilayah panas dengan kondisi medan yang dapat memperburuk paparan suhu, terutama ketika komunikasi terhenti lebih lama dari yang semestinya. Bagi keluarga dan orang-orang terdekat, keputusan untuk tetap berangkat dan keterlambatan kabar menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang berakhir tragis.