jurnalistik.co.id – Kematian Noah Woods yang berusia tiga tahun meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya, sekaligus memunculkan dukungan luas dari warga di Suffolk hingga berbagai wilayah lain di Inggris. Ayahnya, Rhys Woods, menyampaikan bahwa putranya “will be loved forever” dan mengatakan tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan rasa sakit atas kehilangan tersebut. Noah menghilang dari sebuah taman bermain di Brantham, Suffolk, sekitar pukul 15.00 waktu setempat pada Selasa setelah ia terpisah dari seorang kerabat. Pencarian berlangsung selama kurang lebih 24 jam berikutnya, sementara perhatian publik terus bertambah. Dalam laporan BBC, disebutkan sedikitnya 1.300 orang ikut membantu upaya pencarian. Proses itu melibatkan helikopter, unit anjing, serta anggota masyarakat yang menyisir area dekat River Stour, di perbatasan Suffolk–Essex. Pada Rabu sore, tim menemukan jasad seorang anak di dekat sebuah kolam (pond) di sekitar lokasi pencarian. Kepolisian kemudian menyatakan bahwa jasad tersebut telah “formally identified”. Dalam sebuah pernyataan, Rhys Woods mengekspresikan kasih yang akan terus melekat pada anaknya. Ia mengatakan, “Noah was the sweetest and most innocent little boy, with nothing but love to give, and we are going to miss him so very much,” lalu menambahkan, “This was the most heartbreaking outcome for us, we were just hoping that he would be hiding somewhere obvious where someone could find him. That's what we kept telling ourselves the whole time.” Rhys Woods juga menggambarkan harapan keluarga selama pencarian berlangsung. Pada saat itu, mereka terus berharap Noah ditemukan di tempat yang mudah dijangkau, sesuatu yang terus mereka ulangi sebagai pegangan saat kondisi makin berat. Selain upaya resmi, respons dari komunitas terlihat lintas daerah. Orang-orang datang dari Birmingham dan Hampshire untuk turut membantu, sementara Noah disebut berasal dari East Bergholt yang letaknya tidak jauh dari Brantham. Dalam unggahan yang ia tulis di Facebook, Woods menilai dampak pencarian Noah terasa sampai ke seluruh negeri. Ia menuliskan, “It seems he has made an impact across the whole nation. "You have all taken Noah into your own hearts, with all the overwhelming help, we were all just trying to bring him home to us safe and sound.” Rhys Woods menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang bergabung dalam pencarian, baik instansi maupun warga. Ia menyebutkan dukungan dari layanan darurat, pihak-pihak usaha, serta tempat-tempat yang ada di desa, termasuk “all of the people who gave up their time in their busy schedules to help us when we most needed it”. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa belas kasih yang datang dari banyak orang memberi kekuatan pada momen tersulit. “The compassion shown by all of you will never be forgotten by us, and brought us comfort and strength at the darkest time of our lives,” tulisnya. Bagian akhir unggahan Rhys Woods dialamatkan kepada Noah. Ia mengatakan, “It has been a privilege to be your parents and be able to have packed so much love in the short three years you were with us.” Sementara itu, Suffolk Police menyatakan kematian Noah tidak diperlakukan sebagai kasus yang mencurigakan. Namun pihak kepolisian mengatakan masih ada rangkaian penyelidikan yang perlu diselesaikan sebelum berkas perkara diserahkan kepada otoritas pemeriksa (coroner). Kapten/Komandan Tom Pearse mewakili kepolisian menyampaikan terima kasih kepada keluarga atas kesabaran dan pemahaman selama pencarian. Ia juga menegaskan bahwa dari pemberitaan yang mereka lihat, keluarga tersebut tidak hanya mendapat dukungan dari seluruh Suffolk, tetapi juga luapan niat baik dari seluruh penjuru negeri dan bahkan dari luar wilayah tersebut: “I know how grateful Noah's family are for all the support and kind messages they have received, but would reiterate our plea to now allow them the time, space and privacy they need at this deeply distressing time.”
Ayah Noah Woods Kirim Penghormatan untuk “sweetest little boy”
Redaksi3 min baca












