Peristiwa

Permohonan ginjal di Facebook membawa Karen Davey (41) menjalani transplantasi setelah donor tak dikenal, Gary Summerfield

×

Permohonan ginjal di Facebook membawa Karen Davey (41) menjalani transplantasi setelah donor tak dikenal, Gary Summerfield

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Brynna mum's Facebook kidney plea prompts stranger to donate

jurnalistik.co.id – Karen Davey (41) menjalani transplantasi ginjal setelah sebuah permohonan di Facebook menemukan calon donor yang cocok dan benar-benar datang dari luar lingkaran keluarga. Operasi dilakukan pada Juli lalu, memberi harapan baru bagi ibu dari empat anak itu untuk terus hadir bersama keluarganya.

Perjalanan Karen menuju transplantasi bermula saat ia merasa semua jalan yang bisa ditempuh sudah habis. Ia mengatakan tidak ingin meninggalkan keluarganya tanpa sosok seorang ibu, sementara kondisi kesehatannya terus memburuk.

Karen, yang berasal dari Brynna, Rhondda Cynon Taf, sudah lebih dulu mengalami proses transplantasi lain. Sepuluh tahun sebelum kejadian ini, ia menjalani transplantasi jantung setelah serangan jantung ketika berusia 31 tahun—saat sedang menonton putranya bermain sepak bola.

Setelah transplantasi jantung, ia harus mengonsumsi obat tertentu seumur hidup. Karen menjelaskan bahwa obat-obat tersebut berdampak pada ginjal, sehingga dokter berupaya menekan dosis agar seminimal mungkin. Meski begitu, ia mengaku sejak awal mereka menyadari kemungkinan ia akan membutuhkan transplantasi ginjal di kemudian hari, sesuatu yang berat secara mental.

Kondisinya kemudian berkembang menjadi gagal ginjal stadium tiga. Dalam fase ini, Karen mengatakan ia sempat berharap orang-orang terdekatnya bisa menjadi donor, tetapi baik teman maupun anggota keluarga tidak ada yang cocok.

Ia juga menyebut memiliki golongan darah yang tergolong jarang, sehingga mempersempit peluang menemukan kecocokan. Dalam unggahannya, Karen menggambarkan bahwa gangguan ginjal membuat hidupnya seolah “tertahan”. Ia menegaskan prioritasnya adalah anak-anaknya, dan keinginannya untuk tetap berada di tengah kehidupan mereka.

Ia kemudian memutuskan menaruh permohonan tersebut di Facebook. Dari sana, postingan Karen akhirnya dilihat oleh Gary Summerfield.

Gary adalah seorang petugas keamanan dari Tredegar, Blaenau Gwent, dan ia menemukan unggahan itu secara kebetulan. Setelah mengetahui ia memiliki kecocokan, Gary melanjutkan proses untuk menjadi pendonor ginjal hidup.

Saat kesaksian itu dibagikan keluarga, Gary menyampaikan keyakinannya tentang kebutuhan Karen. Ia mengatakan, “Saya mengira perempuan ini membutuhkan salah satu ginjal saya lebih daripada saya membutuhkan dua ginjal saya.” Ucapannya menegaskan dorongan untuk menolong, meski sebelumnya ia tidak pernah bertemu langsung Karen.

Proses menuju operasi tidak berhenti pada kecocokan awal. Gary menjalani serangkaian pemeriksaan dan penilaian yang luas, termasuk pengujian kompatibilitas, evaluasi psikologis, tes darah, pemeriksaan kolesterol, serta pemeriksaan medis lainnya.

Pasangan tersebut kemudian menjalani prosedur selama sekitar enam jam pada 15 Juli di University Hospital of Wales, Cardiff. Gary menyatakan ia tidak pernah meragukan keputusan itu, dan baginya proses donor sejajar dengan pengalaman besar lain dalam hidup.

Ia menggambarkan suasana hari-hari setelah transplantasi saat melihat Karen pulih. Gary mengatakan, “Menakjubkan bisa melihat Karen seperti hari ini—ini pertama kalinya saya melihatnya setelah transplantasi dan kondisinya tampak sangat baik.”

Ia juga menyebut bahwa pemberian ginjal hidup baginya berada di peringkat yang sangat tinggi, selevel momen penting seperti menikah dan memiliki anak. Gary mengatakan, “Bagi saya, mendonorkan ginjal hanya ada di level yang sama dengan menikah dan memiliki anak—salah satu dari tiga hal teratas dalam hidup saya.”

Menurutnya, Karen dan keluarganya adalah pihak yang sangat pantas menerima bantuan itu. Ia menambahkan bahwa keluarga itu layak mendapatkan kesempatan baru untuk menjalani hidup yang lebih baik.

Dari sisi Karen, rasa lega juga disampaikan secara langsung. Ia mengaku merasa “100 kali lebih baik” setelah transplantasi pada Juli. Sementara itu, suaminya, Matthew, menyampaikan bahwa mereka akan selalu berterima kasih kepada Gary.

Matthew juga menggambarkan situasi dunia yang sedang berlangsung dan betapa sulitnya situasi sering terasa. Ia mengatakan bahwa apa yang terjadi justru menghadirkan harapan, bahwa masih ada kebaikan yang nyata di dunia ini.

Ia menegaskan bahwa keluarga mereka tidak akan pernah mampu membalas kebaikan tersebut. Menurut Matthew, kesempatan yang diberikan Gary memberi Karen “peluang lagi”—peluang untuk kembali menjadi ibu bagi anak-anak mereka dan menjalani hidup yang pantas.

Kelegaan itu turut disampaikan putra mereka, Brandon, yang kini berusia 17 tahun. Brandon mengatakan bahwa melihat ibunya berada di jalan pemulihan adalah “luar biasa”. Ia menambahkan bahwa meski perjalanan operasi bisa menakutkan, mereka tetap perlu berharap.

Brandon juga menekankan makna terbesar dari kejadian ini: masih ada orang-orang baik yang bersedia membantu tanpa mengenal lebih dulu. Ia menyebut ibunya kini tampak lebih baik dibanding kondisi sebelumnya dalam waktu yang cukup lama.

Bagi Karen, alasan utama seluruh perjuangan tetap sama: anak-anaknya. Ia juga mengaitkan kembali bahwa anak-anaknya pada saat transplantasi jantung lebih muda, dan sejak itu mereka sudah melewati banyak hal. Setelah satu rintangan dilewati, masalah ginjal menjadi langkah berikutnya yang harus dihadapi.

Ia menjelaskan bahwa anak sulungnya kini telah berusia 22 tahun, dan Karen juga sudah menjadi kakek-nenek dari seorang cucu berusia satu tahun. Dengan usia anak-anak yang telah bertumbuh, Karen menegaskan bahwa ia membutuhkan waktu untuk terus hadir—bukan sekadar bertahan, tetapi tetap menjalani peran sebagai ibu dalam kehidupan sehari-hari.

Selain usia yang terus bertambah, Karen juga menyampaikan betapa mengagetkan baginya ketika ada orang yang maju dari luar lingkaran. Ia mengatakan bahwa donor yang datang tidak hanya menjalani tes, tetapi juga bersedia menempuh rangkaian pemeriksaan yang panjang.

Karen menilai keputusan itu “membuat takjub” karena seseorang harus mempertaruhkan tubuhnya, menjalani rangkaian tes yang melelahkan, lalu menjalani tindakan pengambilan ginjal bagi orang yang belum dikenalnya. Ia menegaskan bahwa ia sangat bersyukur karena ada pihak yang mau melakukan itu.

Dalam konteks lamanya waktu menunggu, NHS Blood and Transplant menyebut rata-rata jeda untuk transplantasi ginjal dari donor meninggal di Inggris berkisar dua hingga tiga tahun. Namun untuk donor hidup, rentang waktunya bisa jauh lebih cepat, sekitar tiga hingga enam bulan.

Kini, kisah ini menjadi contoh bagaimana permohonan yang awalnya hanya sebuah upaya terakhir dapat bertemu dengan kesempatan nyata. Dengan operasi pada 15 Juli di Cardiff, Karen memperoleh langkah medis yang sangat dinanti, sementara keluarga menempatkan Gary sebagai figur yang memberi “hadiah kehidupan” yang tak ternilai.