Peristiwa

Wabah Salmonella: Ringkasan Temuan Awal

×

Wabah Salmonella: Ringkasan Temuan Awal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Salmonella outbreak: What we know so far

jurnalistik.co.id – Otoritas kesehatan Inggris, UKHSA, telah menyatakan adanya wabah nasional infeksi salmonella setelah satu orang meninggal dunia dan ratusan lainnya dilaporkan jatuh sakit. Hingga saat ini, penyebab pastinya belum dibuktikan, tetapi telur impor atau produk yang mengandung telur menjadi dugaan utama.

Temuan awal juga mengarah pada pola penularan yang banyak terjadi di luar rumah. Artinya, layanan katering serta tempat makan seperti restoran atau kafe diperkirakan berperan dalam penyebaran, meski rincian sumbernya masih terus ditelusuri.

Salmonella dan cara penularannya

Salmonella adalah kelompok bakteri yang pada sejumlah hewan dapat hidup tanpa menimbulkan gangguan berarti di saluran pencernaan. Karena bakteri dapat ditemukan pada kotoran hewan, makanan yang berhubungan dengan unggas maupun telur termasuk jenis bahan yang sering dikaitkan dengan infeksi ini.

Infeksi dapat terjadi melalui beberapa jalur, termasuk mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dan tidak dimasak dengan benar, meminum air yang tercemar, kontak dengan hewan yang terinfeksi, serta kontaminasi silang di dapur setelah menangani bahan mentah dan makanan yang sudah matang.

Gejala yang perlu diwaspadai

Tanda-tanda yang perlu diperhatikan meliputi kram perut, diare, muntah, atau demam. Gejala umumnya muncul dalam rentang 12 hingga 72 jam setelah seseorang terinfeksi.

Pada sebagian besar kasus, penderita dapat pulih tanpa penanganan lanjutan. Namun, kelompok yang lebih berisiko mengalami penyakit berat adalah lansia, bayi, dan orang dengan sistem imun yang melemah, yang mungkin memerlukan perawatan rumah sakit berupa cairan dan kadang antibiotik.

Bagi siapa pun yang merasa khawatir, UKHSA menyarankan untuk menghubungi dokter umum (GP) atau layanan kesehatan di luar jam kerja sebagai langkah awal.

Apakah memasak telur dapat mencegah?

Memasak telur serta makanan lain secara menyeluruh dapat membantu mencegah infeksi salmonella. Langkah pencegahan lain yang dianjurkan adalah mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan, setelah menggunakan toilet, dan setelah kontak dengan hewan.

Di mana kasus terbanyak terjadi?

Berdasarkan data terbaru, sebagian besar kasus berada di Inggris. Dari total 207 kasus, 199 di antaranya terjadi di England, dengan rincian 47 kasus di London dan 38 kasus di Yorkshire and Humber.

Selain itu, dilaporkan terdapat enam kasus di Skotlandia, satu kasus di Wales, serta satu kasus lagi di Irlandia Utara. Walaupun penyebarannya tersebar, para ilmuwan menggunakan metode pemetaan genetika yang komprehensif, yaitu whole-genome sequencing, untuk melihat hubungan antarcontoh bakteri.

Indikasi hubungan antar kasus

Hasil pengujian menunjukkan bahwa bakteri penyebabnya memiliki keterkaitan yang sangat dekat. Tes memperlihatkan hanya ada sedikit perbedaan urutan DNA, yang menguatkan dugaan bahwa infeksi-infeksi tersebut merupakan bagian dari wabah yang sama dan bersumber dari sumber yang umum.

Mengapa telur impor dianggap paling mungkin?

Pengujian genetik juga menunjukkan adanya kemiripan dengan wabah sebelumnya yang melibatkan telur impor. Dalam investigasi UKHSA, petugas mewawancarai 114 orang yang terkait dengan wabah saat ini, dan jawaban mereka memberikan “sinyal” paling kuat untuk telur.

Sebanyak 24 kasus memiliki keterkaitan dengan lima bisnis yang tidak disebutkan namanya. Dari jumlah tersebut, 11 orang melaporkan bahwa mereka mengonsumsi hidangan yang mengandung telur.

Pemeriksaan lanjutan menyiratkan bahwa tempat-tempat tersebut bisa memakai telur dari beragam pemasok, termasuk yang berasal dari impor. UKHSA juga menyatakan bahwa pada tahap ini belum ada tautan yang teridentifikasi ke telur atau unggas yang diproduksi di Inggris.

Rekomendasi keamanan pangan untuk konsumen

Kepala insiden di Food Security Agency, Jacquelyn McCormick, menegaskan bahwa nasihat standar tidak berubah: telur yang dimasak matang dan ditangani dengan higienis seharusnya tidak menimbulkan risiko keamanan pangan.

Bagi bayi, anak kecil, perempuan yang sedang hamil, serta lansia, konsumsi telur setengah matang atau mentah hanya disarankan bila memenuhi syarat, yaitu bertanda British Lion atau diproduksi melalui skema Laid in Britain egg assurance. Sementara itu, orang dengan kondisi yang membuat sistem imun melemah diminta mengikuti arahan dokter.

Dr Kathleen O’Reilly dari London School of Hygiene and Tropical Medicine turut menekankan pentingnya memperhatikan penilaian kebersihan pangan saat memilih tempat makan seperti kafe atau restoran.

Upaya pengendalian di industri telur Inggris

Keamanan pangan di Inggris juga dikaitkan dengan program vaksinasi ayam peternak komersial terhadap strain salmonella yang umum. Vaksinasi ini mulai diterapkan sejak pertengahan tahun 1990-an dan disebut sebagai “keberhasilan besar” dalam kesehatan masyarakat yang secara signifikan menurunkan infeksi salmonella yang terkait telur.

Langkah pengendalian lain adalah British Lion Scheme yang diluncurkan pada tahun 1998. Skema ini mewajibkan pemasok telur yang memiliki tanda British Lion untuk mematuhi kode ketat, termasuk vaksinasi dan sistem “passport” agar pelacakan hewan tetap dapat dilakukan.

Paul Wigley, profesor ekosistem mikroba hewan di Bristol Veterinary School, menambahkan bahwa peningkatan surveilans dan kemampuan deteksi juga membantu pengendalian. Namun ia menekankan bahwa Inggris masih mengimpor jumlah telur dan produk telur yang besar, dan salmonella bisa tetap terbawa bila negara asal produksi tidak menerapkan tingkat kontrol yang sama.

Senada, Mark Williams selaku ketua British Egg Industry Council menyatakan bahwa pelaku usaha yang mengimpor telur perlu meninjau jalur pasok terkait informasi vaksinasi. Ia juga menekankan bahwa semua pemeriksaan keamanan pangan harus telah dilakukan.

Yang masih belum diketahui dan langkah berikutnya

Meski dugaan mengerucut ke telur, para ahli kesehatan masih perlu memastikan telur benar-benar menjadi sumber wabah. Setelah itu, penyelidikan harus menelusuri asal telur atau produk telur yang digunakan serta menentukan langkah untuk menekan kemungkinan infeksi lanjutan.

Salah satu tantangan muncul saat sebuah bisnis mengimpor telur dalam jumlah besar karena barang tersebut dapat berasal dari berbagai sumber. UKHSA juga telah menginformasikan ke negara lain agar dapat memeriksa kemungkinan adanya infeksi dengan kesamaan genetik yang serupa.

Selain itu, meski infeksi salmonella terjadi setiap tahun di Inggris, wabah yang potensinya terkait satu sumber makanan dan membuat ratusan orang jatuh sakit tergolong relatif tidak lazim. Karena itu, para ilmuwan akan menelaah faktor-faktor yang membuat situasi ini bisa berkembang hingga skala tersebut.