jurnalistik.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mulai mengancam keselamatan warga. Sebanyak 6 orang dikabarkan terkepung api dan asap di lokasi perkebunan pribadi pada Selasa (18/8/2026).
Peristiwa terjadi di Jalan Hiu Putih Lanjutan, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya. Jarak lokasi keenam warga dari Jalan Hiu Putih Lanjutan sekitar 1 kilometer, sedangkan dari Jalan Mahir Mahar Palangka Raya mencapai 3 kilometer.
Irfan (30), keluarga pemilik lahan kebun, menyampaikan api mulai mendekat ke area kebun sekitar pukul 09.00 WIB. Menurutnya, saat kejadian api membesar cepat dan membuat jalan keluar di sekitar lokasi tidak lagi bisa dijangkau.
“Api membesar sekitar pukul 9 atau 10 pagi tadi, kami sempat mencoba memadamkan tapi tidak mampu, makanya kami menjauh,” ujar Irfan saat ditemui awak media di dekat lokasi kejadian.
Setelah upaya pemadaman awal tidak berhasil, api kemudian bergerak lebih luas dan mengepung bagian area kebun tersebut. Irfan hanya sempat keluar dari lokasi kebakaran, sementara 6 orang lainnya tetap berada di dalam area yang terisolasi oleh api dan kepulan asap.
Kondisi ini membuat evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian. Irfan menjelaskan bahwa hingga siang hari, api masih terus menyala dan menghalangi akses keluar dari kebun seluas sekitar 3 hektare tersebut. “Sampai saat ini api masih menyala, petugas pemadam kebakaran juga telah mendatangi lokasi untuk mencegah api lebih besar,” katanya.
Selama proses penanganan, petugas dan dukungan medis turut didatangkan. Irfan menyebut, pada saat situasi berlangsung, ambulans dan petugas sudah berada di sekitar lokasi untuk memantau keadaan enam orang yang terjebak.
“Tadi sudah ada ambulans dan petugas, kondisi di dalam mereka tadi sudah aman dan komunikasi juga masih bisa,” ucap Irfan. Ia menambahkan, meski keenam orang itu berada pada jarak yang cukup jauh dari pusat api, mereka tetap sulit untuk keluar karena situasi visibilitas yang menurun akibat asap.
Asap yang pekat turut memperparah kondisi di area kebun. Irfan mengatakan, api di dalam kebun masih terpantau cukup besar, bahkan jalan hampir tak terlihat karena kerapatan asap.
Berita Terkait
“Api di area kebun masih lumayan besar, bahkan jalan hampir tak terlihat karena asap yang begitu pekat,” ujarnya. Selain itu, pondok di kebun milik keluarganya juga ikut terbakar dalam rangkaian kejadian tersebut.
Di tengah pengepungan, ada bagian yang masih bisa diselamatkan. Irfan menyampaikan bahwa mobil yang sempat dikelilingi api masih dapat diperoleh kembali dan diselamatkan dari lokasi kebakaran.
“Saat ini yang di dalam tadi masih agak jauh dari api, tapi mereka tetap siaga,” kata Irfan, menegaskan bahwa keenam orang tetap berada dalam kondisi waspada sambil menunggu jalur aman untuk keluar.
Enam warga tersebut belum bisa meninggalkan area kebun hingga pukul 15.30 WIB. Irfan menjelaskan, walaupun situasi di dalam area bisa dibilang aman dan komunikasi masih berjalan, kebutuhan untuk memastikan jalur keluar benar-benar memungkinkan tetap menjadi pertimbangan utama sebelum evakuasi dilakukan secara penuh.
Hingga laporan disampaikan, petugas pemadam terus berupaya mencegah api membesar agar tidak merambah lebih luas dan memperbesar risiko bagi warga yang masih berada di lokasi perkebunan. Keberhasilan penanganan menjadi kunci mengingat kepulan asap dan kobaran api membuat akses keluar menjadi sangat terbatas dalam jarak yang relatif dekat.
Dalam situasi tersebut, kepadatan asap membuat panduan arah di sekitar kebun menjadi terbatas, sehingga jarak 1 kilometer maupun jarak sekitar 3 kilometer tidak otomatis mempermudah akses keluar bagi warga. Api yang terus membesar ikut mengubah kondisi lapangan dan memengaruhi keputusan evakuasi di lokasi.
Menurut Irfan, upaya awal sempat dilakukan ketika kobaran masih bisa dijangkau, namun perubahan cepat membuat rute untuk menjauh dari area kebakaran tidak lagi dapat dilalui. Setelah itu, bagian kebun yang terisolasi oleh api dan asap menjadi fokus perhatian agar tidak ada tambahan orang yang terdampak.
Di saat penanganan berjalan, kehadiran ambulans dan petugas medis menjadi bagian dari langkah berjaga-jaga selama komunikasi masih memungkinkan. Petugas pemadam juga terus berupaya menghambat perluasan, dengan tujuan menjaga agar kobaran tidak merambah lebih luas dan meningkatkan keselamatan enam orang yang berada di dalam area.
Irfan juga menuturkan bahwa sebagian kendaraan yang sempat terpapar kepungan api masih bisa ditangani dan diselamatkan dari lokasi kejadian. Sementara itu, keenam warga tetap berada dalam kondisi siaga, menunggu jalur yang dinilai aman untuk keluar tanpa mengabaikan faktor visibilitas akibat asap.












