jurnalistik.co.id – Ketersediaan ruang kosong bagi narapidana pria di Inggris dan Wales kini tinggal di bawah 1.800, mencatat tingkat terendah sejak bulan Maret.
Meski pemerintah telah memperkenalkan kebijakan yang menahan pemenjaraan bagi siapa pun yang dijatuhi pidana kurang dari satu tahun, kondisi lapas tetap belum membaik secara signifikan.
BBC melaporkan, lebih dari 83.000 ruang ditempati oleh narapidana pria. Angka itu membuat ruang yang benar-benar tersedia tidak banyak tersisa.
Kendala di balik menyusutnya ruang kosong
Staf lapas menyebut tingginya jumlah terpidana yang kembali ke penjara karena melanggar syarat izin setelah dibebaskan, atau karena melakukan tindak pidana lagi, telah menghapus sebagian besar “kelebihan ruang” yang diharapkan dari kebijakan tersebut.
Sejak bulan Juni, tren jumlah ruang kosong juga menunjukkan penurunan. Dengan kata lain, ruang yang sempat dianggap bertambah tidak berkelanjutan.
Menurut staf lapas yang berbicara kepada BBC, persoalannya bukan hanya soal berapa lama hukuman yang dijalani, melainkan juga bagaimana skema pembebasan dan syarat yang melekat setelah narapidana keluar dari penjara.
Situasi ini muncul tepat ketika pemerintah akan merilis sekitar 5.000 narapidana lebih awal mulai Oktober. Langkah tersebut disebut diarahkan untuk membantu meredakan masalah kepadatan hunian.
Skema pelepasan lebih awal dan perluasan kebijakan
Berita Terkait
Kementerian Kehakiman (Ministry of Justice/MoJ) menyatakan pihaknya sedang membangun lebih banyak penjara sambil menyiapkan opsi pelepasan lebih awal, serta memperluas penggunaan pelacakan elektronik.
Rincian data yang dipaparkan datang di tengah dinamika politik setelah Perdana Menteri Andy Burnham membuat lebih banyak narapidana dikecualikan dari skema pelepasan lebih awal yang akan datang, menyusul respons dan penolakan dari para korban.
Tekanan meningkat lagi setelah pembunuh polisi Andrew Harper dinilai masih dapat masuk dalam kriteria pelepasan lebih awal. PC Harper, 28, terbunuh pada 2019, ketika ia diseret mobil di sebuah jalan pedesaan; peristiwa itu terjadi setelah tiga remaja kabur dari lokasi pencurian sepeda motor ATV di Berkshire.
Bulan lalu, Burnham mengatakan ia “confident” bahwa para pelaku pembunuhan PC Harper dapat dikecualikan dari skema pelepasan lebih awal pemerintah. Pernyataan itu muncul sebagai upaya merespons kekhawatiran publik terkait keselamatan.
Pada 3 Agustus, Burnham juga menuliskan dalam sebuah artikel tertulis bahwa ia “wanted to go even further” tetapi “pushed to the very limits of what is possible to do”.
Juru bicara MoJ menegaskan, “public safety will always be our priority”. Pernyataan tersebut disertai alasan bahwa pemerintah berupaya memastikan keselamatan publik tidak terganggu oleh kebijakan yang sedang dikaji.
MoJ juga menyatakan, “We are fast-tracking a plan to keep more of the most serious offenders behind bars, on top of murderers, anyone on life sentences and those in prison for rape, serious child sexual abuse and grooming offences who are already blocked from any changes,” sambil menambahkan, “We share the public’s anger that these options are even being considered, after we inherited a prison system on the brink of collapse.”
Dengan narasi itu, fokus kebijakan diarahkan pada penahanan lebih banyak pelaku yang dinilai paling serius, sekaligus mempertahankan pengecualian untuk sejumlah kategori yang telah “blocked from any changes”, seperti mereka yang menjalani hukuman seumur hidup dan yang dipenjara untuk kasus perkosaan, kekerasan seksual serius terhadap anak, serta kejahatan terkait grooming.
Di tengah rencana pelepasan lebih awal sekitar 5.000 narapidana mulai Oktober, persoalan ruang kosong pun tetap menjadi penanda bahwa arus masuk dan keluar dari penjara tidak berjalan semulus yang dibayangkan.
BBC mencatat bahwa “spike” atau lonjakan ruang kosong yang terlihat justru terjadi di saat yang sama pemerintah tengah menyiapkan perubahan besar. Namun, staf lapas menilai pembebasan yang diikuti pelanggaran syarat dan residivisme tetap menjadi faktor yang menahan ketersediaan ruang kosong agar tidak kembali naik secara stabil.












