Peristiwa

El Nino Kian Menguat, Plt Gubernur Riau Minta Titik Panas Hotspot Segera Dicek

×

El Nino Kian Menguat, Plt Gubernur Riau Minta Titik Panas Hotspot Segera Dicek

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: El Nino Meningkat, Plt Gubernur Riau: Jika Ada Hotspot Segera Diverifikasi

jurnalistik.co.id – Menjelang puncak El Nino, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyiapkan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meluas. Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, meminta seluruh jajaran yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan.

Pernyataan itu disampaikan Hariyanto seusai apel kesiapsiagaan penanggulangan karhutla di Mapolda Riau pada Senin (10/8/2026). Ia juga menekankan bahwa penguatan respons perlu dilakukan sejak awal, terutama ketika kondisi mulai mengarah pada puncak El Nino.

Dalam arahannya, Hariyanto menyebut ada lima hal yang harus menjadi perhatian bersama menghadapi potensi karhutla. Fokus tersebut, menurutnya, menjadi pedoman agar setiap tindakan berjalan cepat, terukur, dan selaras antarinstansi.

Kesiapan personel dan perlengkapan

Pertama, ia menekankan pentingnya kesiapan personel dan peralatan. Seluruh unsur diminta meninjau kembali kendaraan, alat komunikasi, perlengkapan keselamatan, sumber air, hingga akses menuju wilayah rawan kebakaran.

Hariyanto mengingatkan agar tidak terjadi keterlambatan penanganan akibat alat yang tidak berfungsi atau rute yang belum diketahui. Ia menegaskan, “Jangan sampai penanganan terlambat karena peralatan tidak berfungsi atau akses belum diketahui.”

Data yang satu dan koordinasi yang rapat

Kedua, Plt Gubernur Riau menyoroti kesatuan data dan koordinasi lapangan. Setiap instansi tetap bekerja sesuai kewenangannya, tetapi harus menggunakan informasi yang sama di lapangan.

Ia menyebut data dari BMKG, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat perlu terhubung serta diverifikasi ketika ditemukan titik panas (hotspot). Untuk hotspot yang terdeteksi, Hariyanto meminta proses verifikasi dilakukan segera agar respons tidak terlambat.

“Jika ada hotspot (titik panas) harus segera diverifikasi, mengetahui lokasi, unsur terdekat, akses menuju lokasi serta dukungan yang dibutuhkan,” ujarnya. Dengan demikian, keberadaan hotspot dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan kondisi di lokasi.

Tindakan cepat setelah verifikasi hotspot

Ketiga, satgas diminta melakukan tindakan cepat setelah verifikasi dilakukan. Setiap titik panas harus segera dipastikan kondisinya, termasuk memastikan apakah terdapat api atau tidak.

Apabila ditemukan api, langkah pemadaman awal harus dilakukan lebih dulu sebelum kobaran meluas dan masuk lebih dalam ke lahan gambut. Menurut Hariyanto, kecepatan di tahap awal menjadi kunci untuk menahan eskalasi kebakaran.

Ia juga menegaskan pola kerja yang harus konsisten antara peringatan dan eksekusi di lapangan. “Peringatan harus segera diikuti tindakan nyata. Ini harus menjadi pola kerja kita,” kata Hariyanto.

Patroli pencegahan dan jejaring dengan masyarakat

Keempat, ia meminta penguatan patroli pencegahan serta jejaring dengan masyarakat. Satgas diminta memperkuat pengawasan agar potensi karhutla bisa dicegah lebih dini melalui keterlibatan warga.

Pelibatan masyarakat diharapkan mempercepat deteksi perkembangan di lapangan, terutama ketika kondisi cuaca mendukung peningkatan risiko kebakaran. Dengan jejaring yang solid, informasi mengenai indikasi awal dapat disampaikan dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang sudah disiapkan.

Keselamatan petugas dan perlindungan warga

Kelima, Plt Gubernur Riau menegaskan keselamatan personel dan perlindungan masyarakat menjadi prioritas. Kecepatan penanganan, menurutnya, tidak boleh mengabaikan kondisi petugas di lapangan.

Hariyanto menyebut beberapa aspek yang harus selalu diperhatikan dalam operasi, mulai dari kondisi angin, kedalaman gambut, hingga penggunaan alat pelindung diri. Ia juga mengingatkan agar kesehatan personel dipantau serta akses keluar dari lokasi tetap dipastikan.

“Kondisi angin, kedalaman gambut, alat pelindung diri, kesehatan personel dan akses keluar dari lokasi harus selalu diperhatikan,” ucap Hariyanto. Ia menekankan, hal-hal tersebut perlu menjadi pertimbangan berkelanjutan saat respons karhutla berlangsung.

Selain itu, masyarakat juga perlu memperoleh perlindungan, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil. Perlindungan ini menjadi penting terutama apabila kualitas udara mengalami penurunan akibat asap dan dampak kebakaran.

Dengan lima fokus tersebut, Pemprov Riau berharap seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan karhutla dapat bekerja lebih terkoordinasi, berbasis data yang terverifikasi, dan bergerak cepat sejak adanya indikasi titik panas. Langkah antisipasi menjelang puncak El Nino, sebagaimana ditekankan Plt Gubernur, diarahkan agar penanganan dapat dilakukan secara nyata di lapangan tanpa mengorbankan keselamatan petugas maupun warga.