jurnalistik.co.id – Badai nor’easter yang melanda kawasan timur laut Amerika Serikat telah memicu banjir pesisir, pemadaman listrik, serta kekacauan perjalanan. Di saat yang sama, sejumlah acara besar turut dibatalkan atau dipindahkan, termasuk kegiatan olahraga dan konser yang dijadwalkan berlangsung Sabtu, 26 September 2026.
Menurut keterangan National Weather Service (NWS) AS, badai ini membawa “dangerous coastal flooding and beach conditions, strong winds and heavy rainfall” ke wilayah seperti New York City dan Boston pada Sabtu. Kondisi tersebut juga diperkirakan menyentuh wilayah dari Virginia hingga Maine, lewat hujan deras dan angin kencang.
Pemerintah negara bagian New York dan New Jersey menyatakan status darurat akibat dampak banjir pesisir yang terjadi di beberapa area. Di tengah peningkatan risiko, masyarakat diminta bersiap lebih dini menghadapi genangan di wilayah rendah dekat pantai.
Di New Jersey, banjir merendam jalan dan sejumlah rumah di komunitas pesisir Surf City dan Manasquan pada Sabtu. Dalam situasi tersebut, gubernur New Jersey Mikie Sherrill mengimbau warga untuk tidak menganggap remeh ancaman badai.
Sherrill menyampaikan, “I urge all New Jerseyans to take this storm seriously, stay alert and follow local guidance,” seperti dikutip dari pernyataannya. Pesan itu muncul di tengah penguatan prakiraan cuaca buruk yang disertai arus air laut yang meningkat.
NWS juga mengeluarkan peringatan agar warga segera melakukan persiapan. Peringatan resmi itu berbunyi: “Prepare immediately for significant inundation in low-lying areas near the shore, including roads underwater and impacts to homes and businesses.”
Faktor bulan purnama turut diperkirakan memperparah banjir pesisir. Untuk Sabtu, bulan purnama penuh diproyeksikan membuat genangan di wilayah dekat pantai menjadi lebih sulit dikendalikan.
Badai nor’easter ini juga menyebabkan pemadaman listrik yang meluas. Berdasarkan pelacak PowerOutage, lebih dari 100.000 rumah tangga—hampir seluruhnya di wilayah timur laut AS—mengalami kehilangan pasokan listrik.
Di sisi transportasi udara, otoritas federal juga mengingatkan penumpang untuk memeriksa kondisi penerbangan. Federal Aviation Administration (FAA) merekomendasikan penumpang pesawat mengonfirmasi status penerbangan langsung kepada maskapai.
Berita Terkait
Data FlightAware menunjukkan dampaknya sudah terlihat pada jadwal penerbangan. Lebih dari 2.400 penerbangan terlambat, sementara 1.199 penerbangan lainnya dibatalkan atau “grounded”.
Cuaca berangin di New York juga menjadi perhatian utama sepanjang akhir pekan. Pejabat setempat memperingatkan potensi hembusan angin hingga 55mph (86km/h), yang dapat berujung pada tumbangnya pepohonan dan kabel listrik.
Wali kota New York Zohran Mamdani meminta warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Dalam pesan video, Mamdani mengatakan, “Don’t travel if you don’t have to,” dan menambahkan, “Do not drive or walk through floodwater.”
Di wilayah Boston dan sekitarnya, gangguan cuaca ikut mengubah jadwal pertandingan dan rencana acara. Red Sox memindahkan pertandingan terakhir dalam seri mereka melawan Chicago Cubs ke Minggu sore di Florida.
Selain itu, laga sepak bola profesional antara Red Bull New York dan St Louis City SC juga dibatalkan. Keputusan serupa juga menyasar rangkaian acara musik, termasuk konser Ed Sheeran yang dinanti di Boston.
Konser Ed Sheeran di Gillette Stadium, kawasan Boston, dibatalkan untuk alasan keselamatan, menurut keterangan penyelenggara tempat acara. Keputusan itu mencerminkan pertimbangan atas risiko cuaca buruk yang dinilai dapat membahayakan selama periode badai.
Tak hanya konser individu, Global Citizen Festival di New York City juga tidak berlangsung. Acara yang semula dijadwalkan digelar di Central Park dan akan menjadi panggung utama Lauryn Hill, Wyclef Jean, serta John Legend, harus ditiadakan karena kondisi cuaca.
Dalam konteks yang sama, rangkaian kejadian pada Sabtu menunjukkan badai nor’easter tidak berhenti pada ancaman banjir pesisir. Dampaknya merembet ke kehidupan sehari-hari melalui pemadaman listrik, gangguan mobilitas, hingga perubahan rencana acara skala besar di beberapa negara bagian.
Dengan status darurat yang telah ditetapkan di New York dan New Jersey, fokus pemerintah bergeser pada mitigasi risiko di wilayah terdampak. Bagi warga, himbauan utama tetap sama: meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan setempat, terutama di area yang berpotensi tergenang.












