jurnalistik.co.id – Seorang bayi berusia sekitar 8 bulan dilaporkan selamat setelah dievakuasi dalam insiden kebakaran di KMP Putri Yasmin yang terjadi di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (12/8/2026).
Bayi tersebut, bersama ibu dan ayahnya yang juga selamat, tiba di Pelabuhan Lembar sekitar pukul 22.00 Wita. Kedatangan mereka rupanya telah lama dinanti oleh Deni, keluarga korban.
Dengan rasa cemas yang masih tersisa, Deni menceritakan bahwa ia langsung menuju Pelabuhan Lembar begitu mendapat informasi mengenai kebakaran kapal yang ditumpangi adiknya. Ia menyebut sudah berada di lokasi sejak pukul 7.00 pagi.
Menurut Deni, kabar kebakaran pertama kali diterimanya melalui pesan dari adiknya pada pukul 4.00 pagi. Deni menyampaikan, “Saya sudah di sini (lembar) dari jam 7.00 pagi. Saya sudah di- chat jam 4.00 pagi sama adek saya, ngabari katanya kapalnya kebakaran,”.
Deni juga mengungkapkan bahwa setelah kabar tersebut ia kemudian kehilangan kontak dengan adiknya yang saat itu masih berada di atas KMP Putri Yasmin. Ia mengatakan adiknya meminta doa karena kapal sedang terbakar, “Masih jam 4.00 langsung lost contact , dia (Sintia) minta didoakan. Doain kapalnya kebakaran,”.
Dalam proses evakuasi, Deni merasa lega setelah adiknya mengirim video yang menunjukkan kondisi bayi Elfaro. Video itu memperlihatkan bayi dalam keadaan selamat dan sedang dibantu untuk dievakuasi.
Deni menjelaskan bahwa bayi sempat pingsan di perut ibunya saat mereka terombang-ambing di laut. Ia menggambarkan kondisi tersebut dengan mengatakan, “Iya sempat pingsan gara-gara terombang ambing laut. 8 jam adik saya kambang dia taruh bayinya di perut biar dia bisa sadar,”.
Selama sekitar 8 jam berada di tengah laut, Sintia dan Agus bergantian menggendong bayi Elfaro. Setelah situasi memungkinkan, mereka akhirnya masuk dalam proses penyelamatan bersama korban lain oleh tim SAR gabungan.
Berita Terkait
Evakuasi kemudian dilakukan menuju Pelabuhan Lembar dengan bantuan KMP Parama Kalyani yang turut melakukan pencarian korban. Setelah proses di laut berakhir, korban yang berhasil dievakuasi dilaporkan tiba sekitar pukul 22.00 Wita.
Selain bayi Elfaro, dua orang ibu hamil juga tercatat berhasil dievakuasi dengan selamat ke Pelabuhan Lembar bersama korban-korban lainnya. Setelah penanganan awal di posko SAR Pelabuhan Lembar, para penumpang kemudian dirujuk ke sejumlah rumah sakit.
Rujukan medis yang disebutkan meliputi RSUD Tripat di Lombok Barat, RSUD Kota Mataram, serta RSUD Provinsi NTB. Penanganan lanjutan ini dilakukan setelah korban menerima pertolongan pertama.
Insiden kebakaran KMP Putri Yasmin sebelumnya dilaporkan terjadi pada pukul 04.15 Wita ketika kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Padangbai, Bali menuju Pelabuhan Lembar, Lombok. Sebanyak 173 penumpang berhasil dievakuasi, dengan rincian 172 korban selamat dan 1 korban meninggal dunia.
Kemudian, korban meninggal dunia disebut bernama Indah Dwi Septiani (19) yang beralamat di Ampenan, Kota Mataram. Keseluruhan proses evakuasi ini menjadi sorotan karena di tengah kondisi darurat, bayi Elfaro dapat diselamatkan dan kembali ke pelukan keluarganya setelah berjam-jam berada di laut menunggu bantuan.
Deni mengatakan selama menanti perkembangan di Pelabuhan Lembar, ia berusaha mengikuti kabar sedetail mungkin dari pihak keluarga yang masih berada di kapal. Ketika kontak sempat terputus, informasi yang kemudian masuk menjadi pegangan penting agar ia bisa memastikan kondisi korban yang paling dikhawatirkannya.
Ia menyebut video yang dikirim adiknya memberi gambaran bahwa bayi Elfaro berada dalam keadaan baik dan masih dapat dibantu saat proses evakuasi berlangsung. Setelah melihat perkembangan tersebut, Deni merasa napas lega, meski ia tetap mengingat bahwa dalam perjalanan di laut, bayi sempat mengalami kondisi lemah hingga akhirnya harus ditangani dengan cara bergantian.
Setelah proses penyelamatan dari laut selesai dan korban dibawa ke Pelabuhan Lembar, penanganan tidak berhenti pada pertolongan pertama. Para penumpang yang selamat kemudian dirujuk ke rumah sakit yang disebutkan, termasuk RSUD Tripat, RSUD Kota Mataram, serta RSUD Provinsi NTB. Rangkaian ini juga termasuk dua ibu hamil yang ikut berhasil dievakuasi selain Elfaro.












