jurnalistik.co.id –
Surat kecil yang disembunyikan di balik tangga sebuah rumah di Hockley, Essex, akhirnya terungkap setelah 44 tahun. Kertas itu ditemukan saat rumah sedang direnovasi, dan temuan tersebut berujung pada pertemuan kembali dua orang yang sebelumnya hanya dipisahkan jarak waktu.
Surat itu ditulis oleh seorang anak perempuan berusia 10 tahun pada era 1980-an. Rencananya, pesan tersebut diletakkan di dalam rongga tangga rumah mereka agar bisa dibaca di masa mendatang.
Ketika proses renovasi berlangsung, seorang pekerja menemukan potongan kertas tersebut. Pekerja itu kemudian menyerahkannya kepada Michelle Harwood, seorang pekerja amal berusia 36 tahun yang kini tinggal di rumah tersebut.
Harwood mengatakan ia sempat memeriksa isi surat dengan rasa ingin tahu yang besar. Ia juga menaruh perhatian pada tulisan tangan si pengirim yang ia nilai “really neat”.
Pada Kamis pagi, Harwood memposting surat itu ke grup komunitas Facebook setempat. Ia berharap bisa melacak siapa penulis surat tersebut, sekaligus memastikan pesan anak itu tidak hilang begitu saja.
Dalam waktu kurang dari satu jam, sejumlah orang menemukan surat tersebut dan menandai Rachel Miles. Miles kini berusia 54 tahun dan bekerja sebagai guru di Milton Keynes, Buckinghamshire.
“Goosebumps” saat dibaca setelah puluhan tahun
BBC kemudian menghubungi Miles hampir setengah abad setelah ia menulis surat itu. Miles menjelaskan bahwa “time capsules” cukup populer di tahun 1980-an, dan salah satu pengaruhnya adalah tayangan Blue Peter.
Ia juga mengingat momen ketika surat itu mulai ia siapkan. Menurut Miles, ia menulis setelah ayahnya menemukan adanya rongga di balik tangga, dan dari situlah ide menyimpan pesan untuk masa depan muncul.
“I just thought it would be quite nice to basically post a letter for the future and I’m obviously quite delighted to see that someone had found it,” ujar Miles. Ia merasa senang karena seseorang benar-benar menemukan surat yang ia tinggalkan.
Harwood mengatakan ia juga merasakan “goosebumps” ketika membaca penjelasan Miles. Ia menyebut bahwa pesan tersebut terasa “lovely” karena memungkinkan Miles menghidupkan kembali masa kecilnya di Essex, serta “really nice” melihat betapa banyak orang yang masih mengingatnya meski Miles sudah pindah dari wilayah tersebut.
Berita Terkait
Harwood menambahkan bahwa ada kepuasan tersendiri mendengar nama-nama yang ia kenal dan merasa “terkoneksi” kembali dengan area asal. Menurutnya, hal itu membuat kisah surat yang semula hanya benda kecil menjadi sesuatu yang terasa dekat.
Ia juga mengungkap momen lucu saat melihat jejak keluarga di surat tersebut. Harwood menyebut bahwa dari seluruh anggota keluarga, hanya kucing mereka yang disebut oleh Miles, yakni Kizzy, yang “legend of those parts”.
Harwood menceritakan momen saat surat itu pertama kali ia lihat. Saat membaca bagian yang bertuliskan “[Reading] ‘to the finder’”, ia mengatakan itu langsung membuatnya merasakan “goosebumps”.
Ia mengaku ia “couldn’t believe that note had been there longer than I’ve been alive.” Harwood merasa sulit menerima bahwa catatan tersebut sudah tersimpan sejak lama, melampaui usia hidupnya sendiri.
Tanggal surat dan jejak yang ternyata saling beririsan
Surat itu diberi tanggal 12 Agustus 1982. Tanggal tersebut berjarak delapan tahun sebelum Harwood lahir, sehingga jarak waktu antara penulisan dan penemuan sungguh panjang.
Harwood dan keluarganya telah tinggal di Betts Farm Estate selama 11 tahun. Sementara itu, Miles mengatakan keluarganya ada di lokasi tersebut pada masa rumah masih berupa lahan bangunan, saat ia bersama teman-temannya bermain.
Menariknya, ada beberapa kemiripan yang Harwood temukan ketika kisah dua keluarga dipertemukan oleh surat yang sama. Miles lahir di Bury St Edmunds, Suffolk—dekat dengan tempat suami Harwood, Jonathan, pernah tinggal ketika ia masih kecil.
Kemiripan lain juga muncul dari kehidupan sehari-hari. Miles dan keluarga mereka juga memiliki kucing saat tinggal di rumah itu. Karena itulah, Harwood menyebut bahwa ada “catflap” di pintu belakang ketika mereka pindah, sebuah detail yang ternyata nyambung dengan kisah lama.
Harwood menyatakan bahwa dalam unggahan media sosialnya ia menilai peluang menemukan penulis surat tersebut sangat kecil. Ia menyebutnya sebagai “a long shot” dan mengatakan ia sama sekali tidak punya ekspektasi untuk menemukan siapa penulisnya—apalagi pada pagi yang sama.
Meski begitu, Harwood menilai proses itu menunjukkan betapa kuatnya media sosial dalam menghubungkan orang. Ia mengatakan, “I think social media is great for things like that, because so many people are connected.”
Kini, surat yang tadinya tersembunyi di balik tangga tidak lagi hanya menjadi artefak reno yang kebetulan ditemukan. Ia berubah menjadi penghubung ingatan lintas generasi, sekaligus bukti bahwa pesan sederhana dari masa lalu masih dapat menemukan “penerima” yang tepat.












